alexametrics

Menkes Budi Klaim Wacana Bangun Pusat Produksi Vaksin di Indonesia Masuk Tahap Finalisasi

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Menkes Budi Klaim Wacana Bangun Pusat Produksi Vaksin di Indonesia Masuk Tahap Finalisasi
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

"Saya sedang dalam finalisasi dengan WHO untuk bisa membangun global hub untuk vaksin dengan teknologi nucleic acid, mRNA atau DNA di Indonesia."

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menjajaki kerjasama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membangun pusat produksi vaksin Covid-19 di Indonesia.

Budi mengatakan kerja sama ini sudah masuk dalam tahap finalisasi, nantinya pusat produksi vaksin Covid-19 ini akan mengembangkan metode pembuatan vaksin berbasis DNA dan mRNA.

"Saya sedang dalam finalisasi dengan WHO untuk bisa membangun global hub untuk vaksin dengan teknologi nucleic acid, mRNA atau DNA di Indonesia," kata Budi dalam acara virtual Universitas Airlangga, Jumat (30/7/2021).

Budi menyebut pusat produksi vaksin ini sangat perlu dibangun di banyak negara untuk mendukung sistem kesehatan global.

Baca Juga: Kembali Terima Sinovac, Airlangga Hartarto: Pemerintah Selalu Pastikan Efikasi Vaksin

"Saya sangat berharap, teman-teman ahli biologi molekuler Unair bisa bersama-sama dengan Kemenkes. Kita meyakinkan WHO dan juga mendorong agar penentuan global manufacturing hub untuk teknologi vaksin mRNA ini bisa dilakukan di Indonesia," ucapnya.

Wacana ini juga sempat dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam konteks kerjasama vaksin jangka panjang dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yo saat bertemu di WuYi, Provinsi Fujian, China pada awal April 2021 lalu.

Menurut Retno, China telah menyatakan dukungannya terhadap wacana Indonesia tersebut.

“Ide ini masih di tahap awal, namun yang kita usulkan antara lain kerja sama penguatan riset pengembangan vaksin, pengembangan industri bahan baku, dan peningkatan kapasitas produksi vaksin nasional,” kata Retno, 2 April 2021.

Baca Juga: Ramai Isu Vaksin Covid-19 Ada Microchip, Peneliti AstraZeneca Indra Rudiansyah Buka Suara

Komentar