alexametrics

Laptop Kemendikbud Rp 10 Juta per Unit, Fadli Zon: Jangan Cari Untung saat Pandemi

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara
Laptop Kemendikbud Rp 10 Juta per Unit, Fadli Zon: Jangan Cari Untung saat Pandemi
Ilustrasi Laptop (Pixabay)

Menurut Fadli Zon, harga laptop tersebut tidak sampai Rp 10 juta, hanya sekitar Rp 4 jutaan saja

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencanangkan program digitalisasi sekolah, termasuk pengadaan laptop untuk pelajar.

Spesifikasi laptop ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021. Adapun lembar spesifikasi tertuang dalam lampiran X.

Berikut spesifikasi laptop pelajar yang diumumkan Kemendikbud:

  • tipe prosesor core: 2, frekuensi: > 1,1 GHz, Cache 1 M
  • memori standar terpasang: 4 GB RAM DDR4
  • hard drive: 32 GB
  • USB port: dilengkapi dengan USB 3.0
  • networking: WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
  • tipe grafis: High Definition (HD) integrated
  • audio: integrated
  • monitor: 11 inch LED
  • daya/power: maksimum 50 watt
  • operating system chrome OS
  • device management: ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivasi setelah penyedia
    ditetapkan menjadi pemenang)
  • masa garansi: 1 tahun.

Menteri Dikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan, pihaknya melakukan upaya penggunaan produk dalam negeri khususnya bidang teknologi pada sektor pendidikan melalui Merdeka Belajar.

Baca Juga: Dijamin Anti Lag, Begini Cara Mudah Main Mobile Legends di Laptop

Ia mengatakan bahwa pembelanjaan TIK PDN yang dilakukan Kemendikbudristek. Setidaknya pada 2021, pihaknya mengirimkan 190 ribu laptop ke 12 ribu sekolah dengan anggaran Rp 1,3 triliun.

Kemudian sebanyak 100 persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat TKDN.

Nadiem juga menekankan kalau Kemendikbudristek akan terus melakukan pembelanjaan PDN di tahun-tahun berikutnya.

“Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp 2,4 triliun untuk Dana Alokasi Khusus Pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk pembelian 240.000 laptop," katanya.

Baca Juga: Mengapa Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 di Daerah Masih Rendah?

Komentar