Kenapa Kode Telepon Indonesia +62? Ini Sejarah dan Alasannya

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 02 Agustus 2021 | 18:16 WIB
Kenapa Kode Telepon Indonesia +62? Ini Sejarah dan Alasannya
Kenapa kode telepon Indonesia +62 - Ilustrasi Menelepon (Pexels/mentatdgt)

Suara.com - Kita tahu bahwa setiap kali akan menyebutkan nomor telepon kita ke orang asing atau ke pihak asing harus pakai +62 bukannya 0. Kenapa kode telepon Indonesia +62?

Akhir-akhir ini kita juga sering mendengar sebutan warga +62 di Internet, hal itu terjadi ketika warga media sosial sedang mendapatkan sesuatu. Nah, tidakkah Anda penasaran bagaimana sejarah dan alasan kode telepon Indonesia +62? Yuk kita cari tahu sama-sama.

Sejarah dan Alasan Kode Telepon Negara Berbeda

Kode telepon setiap negara berbeda-beda, misalnya +60 untuk Malaysia, dan +1 untuk Amerika. Tahukah Anda bahwa kode negara ini telah diatur untuk memudahkan komunikasi lintas negara?

Kode tersebut membantu perusahaan telekomunikasi memastikan dan memahami kemana panggilanmu harus dialihkan ke tempat yang sesuai. Dengan adanya kode telepon Indonesia +62, Anda yang sedang berada di Amerika, bisa berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

Atau sebaliknya, Anda yang berada di Indonesia, bisa berkomunikasi ke Amerika dengan menekan kode telepon negara terlebih dahulu. Kemudian, satelit komunikasi akan menghubungkan Anda kepada nomor tujuan. 

Sejarah Kode Telepon

Dikutip dari International Telecommunication Union (ITU), badan internasional yang beroperasi di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini berdiri pada 1865 dan tugasnya memfasilitasi hubungan internasional melalui jaringan telekomunikasi. 

ITU berperan mengalokasikan spektrum global dan orbit satelit. Mereka juga bertugas mengembangkan standar teknis yang memastikan jaringan dan teknologi saling terhubung dengan mulus.

Secara berangsur-angsur mereka juga selalu meningkatkan akses teknologi komunikasi ke komunitas yang kurang terlayani di seluruh dunia. Nah, singkat kata, setiap kali Anda berhasil melakukan panggilan telepon melalui ponsel, mengakses internet, dan mengirim email, Anda mendapatkan manfaat dari peran ITU. 

Kode Telepon Berdasarkan Zona Wilayah

ITU juga merupakan pihak yang menyusun kode telepon tiap negara berdasarkan pembatasan zona wilayah. Zona wilayah itu adalah sebagai berikut:

  • Zona 1 untuk wilayah Amerika Utara dan Amerika Tengah 
  • Zona 2 untuk wilayah Afrika 
  • Zona 3 dan 4 untuk wilayah Eropa 
  • Zona 5 untuk wilayah Amerika Selatan 
  • Zona 6 untuk wilayah Oseania, Australia, dan sekitarnya 
  • Zona 7 untuk wilayah Rusia 
  • Zona 8 untuk wilayah Asia Timur 
  • Zona 9 untuk wilayah Asia Barat dan Timur Tengah

Zona tersebut masih dibagi lagi berdasarkan kapasitas maksimal masing-masing jaringan. Hasilnya kode telepon Indonesia +62. Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa nomor telepon tidak lebih dari 11 digit, termasuk kodenya. Ini bertujuan agar masyarakat tidak pusing menghafal nomor teleponnya sendiri. 

Demikian alasan dan sejarah kenapa kode telepon Indonesia +62. Apakah anda masih penasaran sekarang?

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lokasi Isi Ulang dan Sewa Tabung Oksigen Medis Wilayah Bandung dan Sekitarnya

Lokasi Isi Ulang dan Sewa Tabung Oksigen Medis Wilayah Bandung dan Sekitarnya

Lifestyle | Minggu, 01 Agustus 2021 | 08:30 WIB

42 Kontak Mobil Darurat di Jakarta untuk Evakuasi Pasien Corona, Hubungi Nomor Telepon Ini

42 Kontak Mobil Darurat di Jakarta untuk Evakuasi Pasien Corona, Hubungi Nomor Telepon Ini

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 08:33 WIB

Daftar Nomor Telepon Penting di Pontianak, Polisi, Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, PLN

Daftar Nomor Telepon Penting di Pontianak, Polisi, Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, PLN

Kalbar | Selasa, 13 Juli 2021 | 10:13 WIB

AirDrop Apple Bisa Membocorkan Data Email dan Nomor Telepon Pengguna

AirDrop Apple Bisa Membocorkan Data Email dan Nomor Telepon Pengguna

Tekno | Minggu, 25 April 2021 | 23:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB