alexametrics

Dari Enam Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Wagub DKI: Hanya Terisi 40 persen Sekarang

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Dari Enam Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Wagub DKI: Hanya Terisi 40 persen Sekarang
Wagub DKI Jakarta (ketiga dari kanan) usai meninjau pelaksanaan penyuntikan vaksin AstraZeneca di PGC Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021). [Dok. Warga]

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan terjadi penurunan kasus aktif Covid-19 di ibu kota seiring penerapan PPKM level 4.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan terjadi penurunan kasus aktif Covid-19 di ibu kota seiring penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Bahkan dari enam tempat fasilitas isolasi terpusat yang disiapkan, kapasitasnya semakin lowong.

Sejak 14 Juni, Pemprov DKI telah membuka enam tempat isolasi terkendali. Di antaranya adalah Graha Wisata TMII, Graha Wisata Ragunan, Rumah Susun Nagrak, Cik's Mansion, LPMP, dan Masjid KH Hasyim Asy'ari.

Dari kapasitas yang ada, Riza menyebut saat ini hanya terisi 40 persennya saja. Selebihnya,  50 persen tempat masih bisa dipakai oleh pasien Covid-19.

"Isolasi terpusat sekarang menurun drastis. Jadi angkanya sudah turun jauh dibawah 40 persen," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Akui Angka Kematian Harian Covid-19 Masih Tinggi, Wagub DKI: Kebanyakan Terjadi di RS

Pun penurunan tingkat keterisian terjadi lebih signifikan di rumah sakit, sebab tempat tidur isolasi hanya terisi sekitar 60 persen dan ICU 70 persen.

Karena sudah banyak yang kosong, Riza meminta masyarakat yang terpapar segera mengisinya. Menurutnya, lebih baik melakukan karantina di fasilitas kesehatan dibandingkan di rumah.

"Masih ada yang isoman. Kita minta masyarakat yang isoman di rumah masing-masing, lebih baik isoman di tempat-tempat terpusat yang sudah disediakan supaya lebih mudah pengawasannya dan kontrolnya," jelasnya.

Selain kebutuhan yang lebih tersedia, pembuatan tempat isolasi terpusat juga bertujuan mencegah penularan. Keluarga atau warga di lingkungan sekitar akan lebih merasa aman.

"Masyarakat isoman di rumah kan maksudnya biar praktis ya. Nggak jauh dari anggota keluarga, punya kamar yang dianggap memenuhi syarat. Kita pahami tapi kami minta masyarakat kalau bisa isoman di tempat isoman yang terpusat," katanya.

Baca Juga: Wagub DKI Sebut Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Umumnya Terjadi di Rumah Sakit

Komentar