alexametrics

Viral Video Parodi PPKM Diperpanjang Terus sampai Level 300, Warga Pasrah Disidak di Rumah

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Viral Video Parodi PPKM Diperpanjang Terus sampai Level 300, Warga Pasrah Disidak di Rumah
Video parodi PPKM level 300 (tiktok)

Ada yang menyambut baik video tersebut sebagai lelucon, namun ada juga yang kurang berkenan.

Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi dua orang pemuda memparodikan PPKM dari level 1 hingga 300 viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok, Selasa (3/8/2021) tampak salah seorang pemuda berperan sebagai warga dan pemuda lainnya berperan sebagai petugas PPKM.

Pada bagian pertama, diceritakan bahwa salah seorang warga hendak pergi ke Bogor namun dilarang oleh petugas karena daerah tersebut sedang menerapkan PPKM level 1.

"Mau ke Bogor Pak, mau lihat rusa," ujar pemuda yang berperan menjadi warga.

Baca Juga: Viral Emak-emak Terperosok ke Kebun saat Belajar Naik Motor, Pingin Ketawa Takut Dosa!

"Oh mohon maaf pak, ini sedang PPKM level 1 dan warga itu dilarang keluar daerah," ujar pemuda yang berperan sebagai petugas.

Pada adegan selanjutnya, dikisahkan bahwa status PPKM naik menjadi level 30. Dalam keadaan itu, warga tak boleh keluar rumah dan diminta tetap tinggal di rumah.

Tak sampai di situ, video parodi berlanjut hingga ke PPKM level 300. Dalam kondisi tersebut, petugas sudah tak lagi menertibkan di luar rumah, namun juga di dalam rumah.

Warga dikagetkan dengan keberadaan petugas di dalam rumah yang melarang mereka untuk bangun tidur. PPKM level 300 dalam video parodi tersebut mengimbau warga untuk tetap tiduran.

"Selamat siang Pak, ini PPKM level 300 Pak! Bapak harus tetap tiduran tidak boleh bangun!" ujar si pemuda yang berperan sebagai petugas.

Baca Juga: Berbikini Merah, Dinar Candy Protes Pemerintah Perpanjang PPKM

Video parodi PPKM level 300 (tiktok)
Video parodi PPKM level 300 (tiktok)

Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka turut menambahi lelucon terkait penerapan PPKM.

Komentar