DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:58 WIB
DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India
Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Komisi VI DPR panggil PT Agrinas terkait impor 105.000 mobil pickup India.
  • Herman Khaeron sayangkan kebijakan impor mobil yang abaikan industri otomotif nasional.
  • DPR dalami transparansi anggaran dan layanan purnajual mobil pickup impor Agrinas.

Suara.com - Komisi VI DPR RI berencana memanggil PT Agrinas Pangan Nusantara guna meminta penjelasan mendalam terkait rencana impor 105.000 unit mobil pickup dari India. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran publik mengenai transparansi anggaran serta komitmen pemerintah terhadap industri otomotif dalam negeri.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menyatakan bahwa pemanggilan tersebut akan dilakukan segera setelah masa reses berakhir pada 9 Maret mendatang. Ia menyayangkan kebijakan impor ini karena dinilai bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin memprioritaskan kemampuan lokal.

"Visi Presiden Prabowo selalu mengedepankan kemampuan dalam negeri. Di saat penjualan mobil domestik sedang stagnan, stimulus anggaran negara semestinya menjadi nilai tambah bagi industri lokal untuk menggerakkan roda ekonomi nasional," ujar Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Herman juga menyoroti aspek teknis pemeliharaan kendaraan. Mengingat mobil-mobil ini akan didistribusikan ke Koperasi Desa Merah Putih di berbagai pelosok tanah air, ia meragukan kesiapan infrastruktur pendukungnya.

"Mobil-mobil ini membutuhkan layanan purnajual, suku cadang, dan perawatan rutin. Jika belum ada dealer atau perwakilan resmi di semua daerah, siapa yang akan bertanggung jawab saat terjadi kerusakan di pelosok desa?" tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut, Herman mengungkapkan keheranannya karena dalam dua rapat sebelumnya dengan Agrinas, pihak perusahaan sama sekali tidak menyinggung rencana pengadaan kendaraan dari India. Menurutnya, Komisi VI wajib meminta keterangan terkait urgensi dan transparansi rencana tersebut karena telah menjadi isu publik.

Selain masalah teknis, DPR akan mendalami sumber pendanaan proyek tersebut. Herman mencatat adanya informasi mengenai pemblokiran dana desa serta penggunaan anggaran komersial dalam pengadaannya.

"Kami perlu mempertanyakan asal anggarannya. Jika menggunakan anggaran komersial akibat pemblokiran dana desa, berapa besar bunganya? Semua ini harus memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara," imbuhnya.

Herman menekankan bahwa meskipun impor mungkin lebih murah secara harga, pemerintah harus memperhitungkan dampak ekonomi yang lebih luas (multiplier effect). Menurutnya, pemberdayaan industri otomotif nasional jauh lebih krusial untuk menciptakan lapangan kerja dibandingkan sekadar melakukan impor barang jadi dari luar negeri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR

Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:13 WIB

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 06:50 WIB

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:57 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×