Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19 Saat Evaluasi Penanganan Pandemi, Ini Alasannya

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:06 WIB
Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19 Saat Evaluasi Penanganan Pandemi, Ini Alasannya
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan usai meninjau vaksinasi massal di Gedung Setda Kabupaten Sleman, Jumat (6/8/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Suara.com - Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan pemerintah mengeluarkan indikator kematian dalam evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4-3.

Luhut menjelaskan alasannya karena ada kesalahan dalam memasukkan data kematian di sejumlah kabupaten/kota sehingga mengganggu penilaian evaluasi PPKM.

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Selasa (9/8/2021).

Dengan ketentuan baru ini, terdapat 26 kabupaten/kota yang berhasil turun dari Level 4 ke Level 3, Luhut menyebut ini sebagai keberhasilan PPKM.

"Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah menggunakan sejumlah indikator menentukan level PPKM.

Untuk level 4, indikatornya; angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Sementara level 3, indikatornya; angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 antara dua sampai lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langgar Aturan PPKM Level 4 Layani Makan di Tempat, 9 Tempat Usaha Ini Kena Sanksi

Langgar Aturan PPKM Level 4 Layani Makan di Tempat, 9 Tempat Usaha Ini Kena Sanksi

Bogor | Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:02 WIB

Rapor Merah PPKM, Menko Luhut Intervensi Penanganan Covid-19 di Wilayah Malang Raya

Rapor Merah PPKM, Menko Luhut Intervensi Penanganan Covid-19 di Wilayah Malang Raya

Malang | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:58 WIB

Pastikan Bawa Surat Vaksin dan Hasil PCR Jika Masuk Tol Pekanbaru-Dumai

Pastikan Bawa Surat Vaksin dan Hasil PCR Jika Masuk Tol Pekanbaru-Dumai

Riau | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:47 WIB

Vaksinasi Covid-19 Kaltim Bisa Dilakukan Mandiri Tanpa Menunggu Bantuan Pusat, Caranya?

Vaksinasi Covid-19 Kaltim Bisa Dilakukan Mandiri Tanpa Menunggu Bantuan Pusat, Caranya?

Kaltim | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:42 WIB

Terkini

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Architecture 101: Rumah Bisa Dibangun Kembali, tetapi Kenangan Tidak

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Teknologi PHEV Makin Diminati Penjualan JETOUR Tumbuh 17 Persen

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Bisakah Air Mawar Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:25 WIB

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

BNI Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Persija Sapu Bersih Empat Laga, Fabio Calonego: Kami Berada di Jalur Tepat

Persija Sapu Bersih Empat Laga, Fabio Calonego: Kami Berada di Jalur Tepat

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Apakah Sisa Krim Retinol Wajib Dibersihkan pada Pagi Hari? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Sisa Krim Retinol Wajib Dibersihkan pada Pagi Hari? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Matchbox The Movie: Nostalgia Mainan Beradu dengan Ambisi Film Mata-Mata

Matchbox The Movie: Nostalgia Mainan Beradu dengan Ambisi Film Mata-Mata

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Radja Nainggolan Akui Salah Pilih Timnas, Singgung Karier Ivar Jenner: Di Belanda Dia Cuma...

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Singgung Rolex, Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia

Singgung Rolex, Radja Nainggolan Menyesal Tak Bela Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Profit Turun, Penjualan Surut: Petinggi Honda Angkat Suara Terkait Kerugian Jumbo

Profit Turun, Penjualan Surut: Petinggi Honda Angkat Suara Terkait Kerugian Jumbo

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:15 WIB

×