- Polda Metro Jaya menyatakan belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi demonstrasi dari aliansi massa.
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Masyarakat Putih berencana mengerahkan lima ratus pengunjuk rasa besok.
- Kepolisian menegaskan pentingnya surat pemberitahuan untuk menyiapkan pengamanan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat umum.
Suara.com - Polda Metro Jaya mengaku hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan tentang rencana aksi dari sejumlah aliansi, di depan Gedung DPR RI, pada Kamis (27/8/2026) besok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengaku jika hingga kini, belum ada satupun surat pemberitahuan yang diterima oleh pihaknya.
"Sampai dengan hari ini kan kita masih menunggu surat pemberitahuan yang masuk,” kata Budi, kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
Sejauh ini, lanjut Budi, ada dua elemen masyarakat yang berencana akan menggelar aksi, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Masyarakat Putih (AMP). Diperkirakan, akan ada 500 orang akan ikut aksi besok.
Budi menegaskan, surat pemberitahuan merupakan hal penting, sebab aparat kepolisian harus terlebih dahulu menyiapkan personel demi memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan lancar.
Kemudian, surat pemberitahuan juga dianggap penting untuk keberlanjutan mobilitas kendaraan pribadi, transportasi publik, aktivitas keramaian seperti pusat perbelanjaan maupun ekonomi yang harus tetap berjalan.
"Kita melihat sampai saat ini kegiatan aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasanya. Sekolah masih berjalan, sampai bahkan ada sekolah yang besok masih tetap membuka tatap muka. Termasuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya,” ujarnya.
Budi menegaskan, pihaknya tidak pernah melaranng kegiatan penyampaian pendapat salah satunya demonstrasi. Namun, tetap berpedoman Pasal 9 Undang-undang 9 Tahun 1998 pendapat di muka umum.
"Hanya, kami menghimbau tidak merusak fasilitas umum, memperhatikan kegiatan masyarakat lainnya. Terus berpikirlah untuk kita menjaga Indonesia ini aman, damai, dan kondusif," tandas Budi.