Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan

Bangun Santoso

Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:22 WIB
Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan
Pasukan Komando Afghanistan terlihat di lokasi medan pertempuran dengan pemberontak Taliban di Kunduz, Afghanistan, Juni 2021. (ANTARA/Reuters)

Suara.com - Pasukan Taliban memperkuat cengkeramannya di wilayah Afghanistan yang direbut pada Selasa, ketika ketika warga sipil bersembunyi di rumah-rumah mereka dan seorang komandan pro pemerintah bersumpah untuk berjuang sampai mati untuk mempertahankan Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengimbau kekuatan regional untuk mendukung pemerintahnya setelah pasukan Taliban menggencarkan gerakan ketika pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS) ditarik.

Di Kota Aibak, ibu kota Provinsi Samangan di jalan utama antara Mazar-i-Sharif dan Kabul, Taliban mengonsolidasikan kendali mereka dan bergerak ke gedung-gedung pemerintah, kata penduduk. Sebagian besar pasukan keamanan pemerintah tampaknya telah ditarik.

"Satu-satunya cara adalah menjadi tahanan rumah atau mencari cara untuk pergi ke Kabul," kata Sher Mohamed Abbas, petugas pajak provinsi, ketika ditanya tentang kondisi kehidupan di Aibak.

"Tetapi kemudian bahkan Kabul bukan pilihan yang aman lagi," kata Abbas, satu-satunya pencari nafkah untuk keluarganya yang berjumlah sembilan orang.

Abbas mengatakan Taliban telah tiba di kantornya dan menyuruh para pekerja untuk pulang. Dia dan warga lainnya mengatakan mereka tidak melihat atau mendengar pertempuran pada Selasa. Selama bertahun-tahun, utara adalah bagian negara yang paling damai dengan hanya sedikit kehadiran Taliban.

Strategi militan tampaknya mengambil bagian utara, serta penyeberangan perbatasan utama di utara, barat, dan selatan, dan kemudian mendekati Kabul.

Taliban, yang berjuang untuk mengalahkan pemerintah yang didukung AS dan menerapkan kembali hukum Islam yang ketat, menyapu Aibak pada Senin (9/8) dengan sedikit perlawanan.

Pemerintah telah menarik pasukan dari distrik pedesaan yang sulit dipertahankan untuk fokus mempertahankan pusat-pusat populasi utama sementara para pejabat telah meminta tekanan pada negara tetangga Pakistan untuk menghentikan bala bantuan dan pasokan yang mengalir ke Taliban melalui perbatasan.

baca juga

Pakistan membantah mendukung Taliban.

Taliban dan pejabat pemerintah telah mengonfirmasi bahwa kelompok Islamis telah menguasai enam ibu kota provinsi dalam beberapa hari terakhir di utara, barat, dan selatan.

Pasukan keamanan di Pul-e Khumri, ibu kota Provinsi Baghlan, di sebelah tenggara Aibak, dikepung ketika Taliban mendekati kota itu di persimpangan utama jalan menuju Kabul, kata seorang pejabat keamanan.

Gulam Bahauddin Jailani, kepala otoritas bencana nasional, mengatakan kepada Reuters ada pertempuran di 25 dari 34 provinsi dan 60.000 keluarga telah mengungsi selama dua bulan terakhir, dengan sebagian besar mencari perlindungan di Kabul.

Sekitar 400.000 warga Afghanistan telah mengungsi dalam beberapa bulan terakhir dan telah terjadi peningkatan jumlah orang yang melarikan diri ke Iran selama 10 hari terakhir, kata seorang pejabat senior Uni Eropa.

Taliban telah menguasai 65 persen wilayah Afghanistan, mengancam akan merebut 11 ibu kota provinsi, dan berusaha mencabut dukungan tradisional Kabul dari pasukan di utara, kata pejabat itu.

Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Michelle Bachelet mengatakan laporan pelanggaran yang bisa menjadi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan muncul, termasuk "laporan yang sangat mengganggu" dari ringkasan eksekusi pasukan pemerintah yang menyerah.

"Orang-orang benar takut bahwa perebutan kekuasaan oleh Taliban akan menghapus pencapaian hak asasi manusia dalam dua dekade terakhir," kata Bachelet.

Taliban, yang digulingkan dalam beberapa minggu setelah serangan 11 September 2001 di AS, berada dalam posisi kuat untuk maju dari arah yang berbeda di Mazar-i-Sharif. Kejatuhannya akan memberikan pukulan telak bagi pemerintah Ghani. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Jatim | Senin, 09 Agustus 2021 | 16:21 WIB

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Batam | Senin, 09 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:50 WIB

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Sulsel | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:26 WIB

Taliban Semakin Berkuasa, Presiden Afghanistan Salahkan AS

Taliban Semakin Berkuasa, Presiden Afghanistan Salahkan AS

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 13:47 WIB

Terkini

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

×