Afghanistan Kembali Kacau Setelah AS Tarik Pasukan, Warga Sipil Dihantui Ketakutan

Bangun Santoso

Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:33 WIB
Afghanistan Kembali Kacau Setelah AS Tarik Pasukan, Warga Sipil Dihantui Ketakutan
Ledakan ranjau di sebuah masjid di Afghanistan.[Anadolu Agency]

Suara.com - Dalam tempo kurang dari satu pekan, Taliban dilaporkan telah merebut lima dari 34 ibu kota provinsi di Afghanistan. Kini mereka berperang melawan pemerintah yang didukung Barat untuk menguasai kota-kota lain, termasuk Lashkar Gah di Helmand, dan Kandahar dan Farah di provinsi dengan nama yang sama.

Menyadur laman VOA Indonesia, Rabu (11/8/2021), kekerasan terhadap warga sipil Afghanistan oleh Taliban "bisa menjadi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan" kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet Selasa. Ia mendesak kedua pihak kembali ke negosiasi perdamaian di Doha.

Berbicara untuk Bachelet, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Ravina Shamdasani menegaskan, kekerasan Taliban menarget perempuan, pegiat HAM, dan wartawan.

“Kami mendokumentasikan 183 warga sipil, tetapi kami khawatir itu hanya puncak gunung es. Orang-orang hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Wanita dibunuh dan ditembak karena melanggar aturan tentang pakaian dan ke mana mereka bisa pergi tanpa didampingi (muhrim) laki-laki," ujarnya.

OHCHR juga telah menerima laporan tentang "hukuman mati, serangan terhadap pejabat pemerintah dan mantan pejabat dan anggota keluarga mereka, pengrusakan rumah, sekolah dan klinik dan adanya sejumlah besar ranjau buatan yang ditanam di daerah yang sudah direbut Taliban dan di daerah yang diperebutkan."

Bahkan sebelum serangan Taliban terbaru itu terhadap pusat-pusat kota, PBB mendokumentasikan peningkatan jumlah korban sipil yang belum pernah terjadi.

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa stafnya telah merawat lebih dari 4.000 warga Afghanistan bulan ini di 15 fasilitas mereka di seluruh negara itu, termasuk di Helmand dan Kandahar. Afghanistan dan Amerika melancarkan serangan ke kedua provinsi itu dalam upaya mengendalikan serangan Taliban.

Ketua delegasi ICRC di Afghanistan, Eloi Fillion, mengatakan sementara pertempuran semakin intensif, semakin sulit bagi organisasi kesehatan untuk memberi layanan kepada orang yang membutuhkan.

“Yang penting juga mengingatkan semua pihak yang berperang di kota-kota itu saat ini agar organisasi-organisasi kemanusiaan boleh bertugas, bisa membawa bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dan dapat memberi layanan kesehatan, dan lainnya," kata Fillion.

Taliban mengklaim menyerang Mazar-e-Sharif, ibu kota provinsi Balkh, Senin pagi. Satu-satunya pertempuran dilaporkan terjadi sekitar 20 kilometer dari kota itu. Tetapi rumor itu menyebar dengan cepat.

Seorang penduduk Mazar-e-Sharif Mohammad Askar mengungkapkan, “Kami mendengar Taliban datang ke Mazar. Itu berdampak pada bisnis kami. Orang-orang melarikan diri. 50 persen toko tutup. Meskipun Taliban masih berada di pinggiran, orang-orang ketakutan.”

Lonjakan serangan Taliban dimulai pada April, ketika Amerika dan NATO mengumumkan bahwa mereka akan menarik keluar pasukan militer mereka. Tanggal akhir penarikan adalah 31 Agustus, tetapi Komando Pusat Amerika mengatakan penarikan itu sudah 95% tuntas. (Sumber: VOA Indonesia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan

Taliban Makin Menjadi, Kini Kuasai Daerah Paling 'Damai' di Afghanistan

News | Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:22 WIB

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Targetkan Media, Taliban Bunuh Manajer Radio di Afghanistan dan Culik Wartawan

Jatim | Senin, 09 Agustus 2021 | 16:21 WIB

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

Jurnalis Radio Afghanistan Tewas Ditembak Kelompok Taliban

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Taliban Dituduh Tembak Manajer Radio, Puluhan Jurnalis Tewas, Terluka dan Diculik

Batam | Senin, 09 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

Berhasil Rebut Kota Zaranj, Taliban Konvoi Pakai Ranpur Humvee AS

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 07:50 WIB

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Taliban 'Come Back', Berhasil Rebut Kota Zaranj Afganistan Setelah AS Hengkang

Sulsel | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:26 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB