China Batasi Karaoke, Dilarang Putar Lagu yang Mengancam Persatuan Nasional

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 12 Agustus 2021 | 14:00 WIB
China Batasi Karaoke, Dilarang Putar Lagu yang Mengancam Persatuan Nasional
Ilustrasi karaoke. (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Pemerintah China akan melarang lagu-lagu yang dianggap mengandung kontern berbahaya di tempat-tempat hiburan seperti karaoke.

Menyadur Deutsche Welle Rabu (11/8/2021) kantor berita resmi pemerintah China Xinhua yang pertama kali melaporkan kebijakan tersebut pada Selasa (10/8/2021).

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China akan membuat daftar hitam berisi lagu-lagu karaoke yang dianggap mengancam masyarakat.

Selain itu, lagu-lagu yang dianggap mengancam persatuan nasional, kedaulatan atau integritas wilayah, serta lagu-lagu yang melanggar kebijakan agama dengan menyebarkan aliran sesat atau takhayul, juga akan masuk dalam daftar hitam tersebut.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China juga akan melarang lagu-lagu yang mendorong kegiatan ilegal seperti perjudian dan narkoba.

Kementerian mengatakan penyedia konten ke tempat karaoke akan bertanggung jawab untuk mengaudit lagu-lagu yang mereka putar.

Pemerintah China menyebutkan jika aturan tersebut akan berlaku di seluruh negeri mulai 1 Oktober 2021.

Pemerintah juga mendesak agar penyedia tempat hiburan agar menyediakan musik yang dianggap sehat dan membangkitkan semangat persatuan.

China memiliki hampir 50.000 outlet hiburan dan perpustakaan musik dasar lebih dari 100.000 lagu, menurut Xinhua.

baca juga

China juga dikenal sebagai salah satu negara yang sangat mengatur bahkan berani menghapus konten yang mengandung kekerasan, pornografi, atau komentar sensitif secara politik.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah China telah menghukum sebuah platform video karena meng-hosting konten yang dianggap berselera rendah.

Tahun lalu, pejabat China juga sempat melarang sekitar 100 lagu yang mereka menurut mereka mempromosikan kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi China Ungkap 11 Modus Kejahatan Pemicu Ledakan Varian Delta

Polisi China Ungkap 11 Modus Kejahatan Pemicu Ledakan Varian Delta

News | Kamis, 12 Agustus 2021 | 11:28 WIB

Sering Jadi Viral, Begini Cara Mengetahui Judul Lagu TikTok

Sering Jadi Viral, Begini Cara Mengetahui Judul Lagu TikTok

Tekno | Kamis, 12 Agustus 2021 | 08:42 WIB

SM Entertaiment Akan Merilis Versi Orkestra dari Lagu NCT U 'Make A Wish'

SM Entertaiment Akan Merilis Versi Orkestra dari Lagu NCT U 'Make A Wish'

Your Say | Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:18 WIB

Terkini

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:07 WIB

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:50 WIB

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:47 WIB

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:45 WIB

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:44 WIB

Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'

Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:36 WIB

Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan

Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:32 WIB

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:18 WIB

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:11 WIB