alexametrics

1 Juta Orang Akses Aplikasi Peduli Lindungi, 619 Orang Tak Bisa Masuk Mal

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari
1 Juta Orang Akses Aplikasi Peduli Lindungi, 619 Orang Tak Bisa Masuk Mal
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com/Ria Rizki).

"Dan ada 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem dan tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan/mal dalam seminggu terakhir," kata Luhut.

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ada 1.015.303 orang yang mengakses aplikasi Peduli Lindungi supaya bisa masuk ke pusat perbelanjaan ataupun mal dalam sepekan terakhir. Dari jumlah itu, terdapat ratusan orang yang ditolak masuk oleh sistem.

Hal itu disampaikan Luhut terkait pembukaan mal dan pusat perbelanjaan di DKI Jakarta, Kota Bandung, Surabaya dan Semarang yang diperkenankan dengan syarat para pengunjungnya harus wajib menunjukkan keterangan vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi. Menurutnya, percobaan pembukaan mal tersebut sudah berjalan cukup baik.

"Dan ada 619 orang yang ditolak masuk oleh sistem dan tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan/mal dalam seminggu terakhir," kata Luhut pada konferensi pers yang ditayangkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/8/2021).

Kemudian menurut hasil evaluasinya, penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan ataupun mal sudah dilakukan secara disiplin. Dengan demikian, pemerintah bakal memperluas cakupan kota di Level 4 yang bisa melakukan uji coba pembukaan mal, pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang hingga 23 Agustus, 8 Kabupaten/Kota Turun ke Level 3

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas kunjungan pusat perbelanjaan atau mal menjadi 50 persen serta memberikan akses makan di tempat maksimal 25 persen atau 2 orang per meja. Itu akan diberlakukan selama seminggu ke depan di wilayah level 4 dan wilayah level 3.

"Protokol kesehatan yang ketat tetap dilakukan dengan menggunakan protokol pelaksanaan yang sudah berjalan saat ini dan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan screening terhadap pengunjung. Hal ini juga tentunya akan membiasakan masyarakat untuk hidup disiplin secara terdigitalisasi yang akan membawa perubahan pada pola hidup masyarakat saat ini," tuturnya.

Komentar