Pemerintah Indonesia Diminta Tidak Tergesa Mengakui Rezim Taliban di Afghanistan

Chandra Iswinarno

Selasa, 17 Agustus 2021 | 18:50 WIB
Pemerintah Indonesia Diminta Tidak Tergesa Mengakui Rezim Taliban di Afghanistan
Taliban berhasil menguasai kembali Afganistan. [DW Indonesia]

Suara.com - Tergulingnya Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani di Afghanistan pada beberapa hari yang lalu, secara otomatis kini membuat negara di Asia Tengah-Selatan tersebut dikuasai pemerintah baru di bawah Rezim Taliban.

Meski begitu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengemukakan, Pemerintah Indonesia harus menunggu terlebih dahulu dan tidak perlu tergesa memberikan pengakuan kepada pemerintahan baru tersebut.

"Pasca pejuang Taliban menyatakan telah menguasai Ibu Kota Afghanistan pada Minggu malam lalu, Indonesia perlu menunggu beberapa saat untuk mengakui pergantian pemerintah mengingat hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang menjadi pemimpin dalam pemerintahan," ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Dia mengemukakan, dalam hukum internasional ada dua mekanisme dalam pergantian pemerintahan.

"Pertama secara konstitusional dan inkonstitusional. Kalau konstitusional maka pergantian pemerintah berproses berdasarkan konstitusi," ujarnya.

Sementara yang inkonstitusional adalah pergantian pemerintah yang tidak berdasarkan konstitusi di suatu negara.

Menilik pada yang terjadi saat ini di Afghanistan, dia menilai yang terjadi merupakan pergantian pemerintahan secara inkonstitusional.

"Oleh karenanya perlu ditunggu beberapa saat sehingga Indonesia tahu siapa individu yang menjadi pemegang kekuasaan di Afghanistan," kata dia.

Selain itu, Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani ini mengemukakan, ada tiga aspek yang perlu menjadi pertimbangan.

baca juga

Pertama, konstelasi internal di Afghanistan sendiri. Kedua, pandangan masyarakat internasional dan ketiga, pertimbangan politis internal di Indonesia. Meski begitu, dia memberikan masukan kepada pemerintah dalam memberikan pengakuan terhadap Afghanistan.

Dia mengemukakan, Indonesia bisa secara tegas tapi bisa juga secara diam-diam kepada pemerintahan baru di Afghanistan.

"Tegas disini adalah Indonesia menyatakan atau memberi selamat kepada pemerintahan baru," kata dia.

Sementara jika mengakui, diam-diam yakni tanpa ada pernyataan, namun Indonesia sudah berhubungan dengan pemerintah baru di Afghanistan. Namun sekali lagi, dia menyatakan, pemerintah jangan tergesa memberikan pengakuan kepada pemerintahan baru di Afghanistan saat ini.

"Bila pemerintah terlalu tergesa-gesa memberi pengakuan dikhawatirkan justru menjadi fatal," ujar Hikmahanto.

Alasan pertama, belum diketahui secara pasti siapa yang menjabat dan yang kedua, bila asal mengakui individu tertentu, justru bisa menjadi sumber masalah bagi internal Afghanistan mengingat kini sedang berlangsung negosiasi damai untuk mencari siapa yang akan menjadi pemimpin baru. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat HUT RI, Taliban: Kemenangan Kami Seperti Keberhasilan Indonesia....

Selamat HUT RI, Taliban: Kemenangan Kami Seperti Keberhasilan Indonesia....

Sumut | Selasa, 17 Agustus 2021 | 18:11 WIB

Kuasai Afghanistan dari Amerika, Taliban Mulai Jalin Hubungan Baik dengan China dan Rusia

Kuasai Afghanistan dari Amerika, Taliban Mulai Jalin Hubungan Baik dengan China dan Rusia

Jawa Tengah | Selasa, 17 Agustus 2021 | 17:14 WIB

Ucapan Selamat Taliban ke RI, Suhail Syahidin: Keberhasilan Kami Sama dengan Indonesia

Ucapan Selamat Taliban ke RI, Suhail Syahidin: Keberhasilan Kami Sama dengan Indonesia

Kaltim | Selasa, 17 Agustus 2021 | 17:03 WIB

Terkini

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

×