Rasisme Satu Poin dengan Kolonialisme, Aktivis Sebut Rakyat Papua Hadapi Kolonial Baru

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 19 Agustus 2021 | 21:52 WIB
Rasisme Satu Poin dengan Kolonialisme, Aktivis Sebut Rakyat Papua Hadapi Kolonial Baru
Aktivis dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Barat, Rosa Moiwend. (tangkap layar)

Suara.com - Aktivis dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Papua Barat, Rosa Moiwend, menilai bahwa masyarakat Papua sekarang tidak hanya menjadi korban rasisme melainkan juga tindakan kolonialisme. Menurutnya, rasisme dan kolonialisme berada dalam satu poin yang dirasakan rakyat Papua kekinian.

"Intinya bahwa kolonialisme dan rasisme itu satu poin. Jadi seperti sekarang di Papua ini kalau kita bilang tidak ada rasisme di Papua berarti kita tidak sadar bahwa ada kolonialisme," kata Moiwend dalam diskusi bertajuk 'Akar Rasisme Dalam Pusaran Konflik Papua' yang digelar secara daring, Kamis (19/8/2021).

Moiwend mengatakan, kolonialisme yang terjadi di Papua kekinian bukan seperti apa yang dilakukan pada saat bangsa Eropa datang dahulu. Melainkan dilakukan dengan gaya baru.

"Sekarang pun dengan program-program pembangunan itu bentuknya adalah sangat kolonial. Tadi kalau dibilang bentuk kolonial baru lewat investasi, militerisme yang masuk ini bentuk-bentuk kolonial baru," tuturnya.

Lebih lanjut, Moiwend menyatakan bahwa rakyat Papua sudah lama bergelut dengan rasisme. Hal itu lah yang membuat mengapa rakyat Papua masih melakukan perlawanan terhadap tindakan rasisme.

Selama ini, kata dia, pemerintah tidak pernah menyelesaikan masalah rasisme dan membicarakannya secara terbuka.

"Jadi 2019 itu meledak. Meledak itu tidak ada yang bisa mengontrol dan mengendalikan setiap orang Papua punya pengalaman individu yg bisa menjadi pengalaman kolektif sehingga tidak bisa menyalahkan ketika terjadi rakyat papua turun ke jalan dan melakukan protes tindakan rasisme," tuturnya.

Lebih lanjut, Moiwend kemudian menyinggung soal kemerdekaan Indonesia yang baru saja menginjak 76 tahun. Ia pun mempertanyakan soal arti kemerdekaan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Islam Malaysia Ucapkan Selamat Taliban Kuasai Afghanistan dari Cengkeraman Kolonial

Partai Islam Malaysia Ucapkan Selamat Taliban Kuasai Afghanistan dari Cengkeraman Kolonial

Batam | Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:16 WIB

GANEFO vs Olimpiade, Perlawanan Soekarno yang Selamanya Mengubah Olahraga Internasional

GANEFO vs Olimpiade, Perlawanan Soekarno yang Selamanya Mengubah Olahraga Internasional

Sport | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 17:22 WIB

TII: Implementasi Otsus Papua Harus Tetap Mendengarkan Aspirasi Masyarakat Papua

TII: Implementasi Otsus Papua Harus Tetap Mendengarkan Aspirasi Masyarakat Papua

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 00:05 WIB

Terkini

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:29 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:06 WIB

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:57 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:59 WIB

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:55 WIB

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB