Cara Korban PHK Survive di Masa Pandemi: Jual Barang, Ngutang hingga jadi Kuli Dadakan

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:28 WIB
Cara Korban PHK Survive di Masa Pandemi: Jual Barang, Ngutang hingga jadi Kuli Dadakan
Cerita Korban PHK Survive di Masa Pandemi: Jual Barang, Ngutang hingga jadi Kuli Dadakan. Ilustrasi PHK (Shutterstock)

Suara.com - Sudah setahun sejak kasus pertama virus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia. Sejumlah orang kehilangan pekerjaannya di masa pandemi Covid-19.

Covid-19 hampir menyerang seluruh sektor, terutama pada sektor ekonomi yang mengalami dampak serius. Aktivitas dan mobilitas masyarakat harus dikurangi. Hal ini sangat memengaruhi kenaikan angka pengangguran di Indonesia. Akibatnya, banyak pekerja yang terpaksa harus dirumahkan ataupun diberhentikan (PHK).

Salah satu orang yang kena imbas pandemi hingga di-PHK adalah Ismail (42). Warga asa Bekasi ini sempat menjadi sopir di PT Cahaya di Cikarang dan kini sudah menganggur sejak awal Covid-19 melanda Indonesia.

Awalnya, Ismail dirumahkan dan belum sepenuhnya di-PHK.

“Saya empat tahun kerja di sana sebagai supir, kerjaannya nganter-nganter bos asal Jepang. Bukan saya aja yang di-PHK, hampir semua sopir,” kata Ismail kepada Suara.com, Kamis (19/08/2021).

Sejak di-PHK, hingga saat ini Ismail mengeluhkan susahnya mencari pekerjaan.

Ia juga mengatakan tidak mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos). Kini Ismail sebagai kepala rumah tangga terpaksa harus kerja serabutan untuk menghidupkan keluarganya. Ia juga sangat terbantu oleh tetangga dan mantan rekan kerjanya.

“Sekarang, ya, kerja apa aja yang penting halal gitu. Saya sangat berharap semoga pandemi cepat mereda,” tambah Ismail.

Nasib serupa yang dirasakan oleh Yakup (38) seorang sekuriti di salah satu Bank swasta yang sudah bekerja selama satu tahun. Ia pun diberhentikan pada bulan Maret 2020 awal pandemi. 

baca juga

“Gimana lagi, kan. Semua (satpam) juga diberhentikan, jadi ya harus ikhlas aja,” kata Yakup pada, Kamis (19/08/2021).

Meskipun sempat tidak bekerja lama, kini Yakup sudah mendapatkan pekerjaan sebagai security di salah satu perumahan di Bekasi. Ia juga mengatakan mendapatkan BST (Bantuan Sosial Tunai).

“Untuk bertahan hidup jujur aja, saya saling ngandelin ke keluarga, bahkan saudara yang jauh sekalipun, entah saya jual barang atau ikut kerja sama orang jadi kuli bangunan, ya kalo kepepet banget kadang sampai minjem sama saudara ataupun tetangga,” tambah Yakup. (Aulia Ivanka Rahmana)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Moeldoko Layangkan Somasi Ketiga ke ICW: Jika Tak Minta Maaf Bakal Dipolisikan

Moeldoko Layangkan Somasi Ketiga ke ICW: Jika Tak Minta Maaf Bakal Dipolisikan

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:47 WIB

Update 20 Agustus: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 20.004 Kasus, 1.348 Jiwa Meninggal

Update 20 Agustus: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 20.004 Kasus, 1.348 Jiwa Meninggal

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:34 WIB

Pakar Imunologi: Ini Kondisi Autoimun yang Belum Boleh Disuntik Vaksin Covid-19 Moderna

Pakar Imunologi: Ini Kondisi Autoimun yang Belum Boleh Disuntik Vaksin Covid-19 Moderna

Health | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 15:58 WIB

Akibat Lonjakan Kasus Covid-19, 20% Ibu Hamil  Meninggal Dunia

Akibat Lonjakan Kasus Covid-19, 20% Ibu Hamil Meninggal Dunia

Video | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Essence Dipakai Sebelum atau Sesudah Serum? Ini Urutan Skincare yang Benar

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Joey Pelupessy Ungkap Momen Manis FIFA ASEAN Cup 2026: Jabat Tangan Prabowo dan Air Mata Suporter

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Cashback 20 Persen Tagihan PDAM Hingga Desember 2026, Bayar di BRImo

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

Kisah Remaja di Kampung Ambon Pakai Narkoba Dua Kali Seminggu, Polisi Tempuh Jalur Rehabilitasi

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok

Surakarta | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pembatasan Internet saat Demo 27 Agustus

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Hadapi Musim Hujan, Semarang Siagakan 119 Pompa, Pengerukan 5 Lokasi Dikebut

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×