Anak Bunuh Ayah di Rusun Dinas Kebersihan, Diduga Gegara Depresi Tidak Diizinkan Nikah

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 13:52 WIB
Anak Bunuh Ayah di Rusun Dinas Kebersihan, Diduga Gegara Depresi Tidak Diizinkan Nikah
Ilustrasi pembunuhan, mutilasi, pembantaian, jenazah, mayat, sadis, penjahat, perampok, pisau (Freedigitalphotos/Toa55)

Suara.com - Pria berinisial SR (26), diduga depresi karena tidak diizinkan menikah hingga tega membunuh ayahnya, Tumpak Lumban Gaol (70). Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Rusun Dinas Kebersihan Blok B lantai 1 No 13 RT 014/05 Cengkareng Barat, Jakarta Barat pada Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 13.30 WIB.

Dugaan itu didapatkan Polsek Cengkareng berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Katanya mau nikah, enggak dikasih,” kata Panit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Rahmat saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/8/2021).

Rahmat menuturkan saat ini pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut, karena kondisinya yang belum stabil.

“Dari kemarin tiap minta keterangan itu berontak berbelit-belit,” ungkapnya.

Rencananya jika kondisi pelaku belum stabil akan di bawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan.

“Kalau enggak bisa juga (dimintai keterangan), mau enggak mau, kami bawa ke sana (rumah sakit jiwa),” kata Rahmat.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kapolsek Cengkareng, Kompol Egman membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut.

"Iya benar (terjadi kasus pembunuhan). Pelaku penusukan merupakan anaknya sendiri," kata Egman kepada Wartawan, Sabtu (28/8/2021).

Baca Juga: Keji! Anak Bunuh Ayah Kandung Gara-gara Kesal Disebut Tidak Berguna

Egman menjelaskan, pihaknya sudah menangkap pelaku pembunuhan di Cengkareng itu. Namun, pelaku belum dapat dimintai keterangan.

Diduga, kata Egman, pelaku mengalami depresi dan meronta-ronta ketika ingin diperiksa penyidik.

"Anak tersebut diduga depresi berat. Saat dimintai keterangan selalu berontak (mengamuk)," ungkap Egman.

Egman menjelaskan, awal insiden pembunuhan ini diketahui saat tetangga korban mendengar teriakan minta tolong.

Kemudian, saksi langsung menuju suara teriakan dari rumah korban. Ternyata, setelah dilihat korban sudah berlumur darah sambil memegang perutnya.

"Saksi melihat anak korban atau pelaku keluar dari rumah sambil memegang pisau," kata Egman

Melihat anak korban memegang pisau, kata Egman, saksi yang melihat kejadian meminta SRA untuk masuk ke dalam rumah, sekaligus saksi memanggil RT dan pihak kepolisian.

Sementara, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina. Namun, nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan dengan mobil ambulans.

"Untuk kepentingan proses penyidikan kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses autopsi," ujar Egman.

Selain menangkap SRA, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau dapur tanpa gagangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI