Aliansi Ilmuwan Indonesia Desak Pemerintah Buat Badan Pengendalian Wabah, Seperti CDC

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Rabu, 01 September 2021 | 18:45 WIB
Aliansi Ilmuwan Indonesia Desak Pemerintah Buat Badan Pengendalian Wabah, Seperti CDC
Ilustrasi CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serika). [ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP]

Suara.com - Aliansi Ilmuwan Indonesia untuk Penyelesaian Pandemi mendesak pemerintah agar segera membuat Pusat Penanganan Wabah seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat.

Ilmuwan dari Nanyang Technological University Sulfikar Amir mengatakan, Indonesia sekarang tidak memiliki sistem penanganan wabah yang baik sehingga ketika Covid-19 menyerang pemerintah tidak siap.

"Memang kita punya Kementerian Kesehatan, tapi kapasitas Kemenkes itu sangat terbatas, kita melihat Indonesia butuh sebuah sistem tata kelola pandemi untuk mendeteksi, penanganan, dan penyelesaian wabah penyakit pada skala nasional," kata Sulfikar dalam diskusi virtual, Rabu (1/9/2021).

Dia menyebut CDC ala Indonesia ini, nantinya berperan penting melakukan sejumlah tindakan cepat, jika terjadi wabah baik dari segi kesehatan, sosial, dan ekonomi.

"Setiap ilmuwan yakin, bahwa Pandemi Covid-19 bukan lah pandemi yang terakhir, akan ada pandemi berikutnya. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana, tapi kita perlu siapkan sistem yang mengantisipasi pandemi," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengemukakan badan ini juga akan memimpin penanganan wabah, sehingga tidak lagi dibutuhkan Satuan Tugas ataupun Komite seperti yang dibentuk oleh Indonesia saat ini melawan Covid-19.

"Badan ini sangat penting, sangat kita butuhkan, mirip seperti CDC Amerika, itu model pengendalian wabah penyakit yang dicontek banyak negara seperti Jepang, Singapura, China, India, Taiwan, dan sebagainya, nah Indonesia tidak punya badan ini," ucapnya.

Aliansi Ilmuwan ini terdiri dari sekelompok ilmuwan Indonesia yang independen dan non-partisan dengan latar belakang disiplin dan institusi yang beragam.

Mereka di antaranya, Sulfikar Amir, PhD (Nanyang Technological University), Pandu Riono, PhD (Universitas Indonesia), Irma Hidayana, PhD (LaporCovid19.org/St Lawrence University), Iqbal Elyazar, PhD (Eijkman-Oxford Clinical Research Unit).

baca juga

Lalu, Ines Atmosukarto, PhD (Australian National University), Yanuar Nugroho, PhD (ISEAS-Yusof Ishak Institute), Arief Anshory Yusuf, PhD (Universitas Padjadjaran), Septian Hartono, PhD (Duke-NUS Graduate Medical School), dan Dicky Pelupessy, PhD (Universitas Indonesia).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Beri Peringatan Penggunaan Ivermectin, Ini Alasannya

CDC Beri Peringatan Penggunaan Ivermectin, Ini Alasannya

Tekno | Minggu, 29 Agustus 2021 | 08:31 WIB

CDC Ungkap Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun Terhadap Varian Delta

CDC Ungkap Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun Terhadap Varian Delta

Tekno | Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:08 WIB

CDC Buka Kantor Regional Asia Tenggara di Vietnam, Apa Tujuannya?

CDC Buka Kantor Regional Asia Tenggara di Vietnam, Apa Tujuannya?

Health | Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:09 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×