Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, 'Jangan Senang Berlebihan'

Reza Gunadha, ABC

Rabu, 08 September 2021 | 19:11 WIB
Angka Positif Covid-19 Indonesia Turun, 'Jangan Senang Berlebihan'
Pelajar mengantre untuk divaksin Covid-19 di Puspemkot Tangerang, Kamis (2/9). ( Suara.com/ Hilal Rauda Fiqry)

Suara.com - Persentase kasus positif covid-19 di Indonesia, untuk kali pertama, berada di bawah ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO

WHO menetapkan kasus corona di sebuah negara terkendali jika positivity rate-nya berada di 5 persen atau di bawahnya. 

Angka positivity rate didapatkan dari jumlah kasus harian dari jumlah pemeriksaan harian dikali 100.

Bulan Juli, ketika Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kasus covid-19 tertinggi di Asia, dengan tingkat positif mencapai 33,4 persen.

Artinya dari 100 orang yang menjalani tes, 33 orang di antaranya positif mengidap virus corona.

Senin kemarin (6/9) tingkat positif di Indonesia turun ke angka 4,57 persen, menjadi yang terendah sejak Maret 2020, menurut lembaga independen Kawal covid-19.

Salah satu pendiri Kawal Covid-19, Elina Ciptadi, mengatakan kecenderungan ini adalah pertanda bagus. 

Tapi ia mengingatkan data resmi yang ada tidak termasuk angka kasus dan jumlah kematian yang tidak dilaporkan.

"Namun secara keseluruhan apa yang kita lihat cukup menjanjikan," katanya.

baca juga

Sejak masa puncak covid-19 di bulan Juli, rata-rata 'positivity rate' di Indonesia menurun bertahap.

Dari 23,8 persen di pekan pertama bulan Agustus, menjadi 11,3 persen di pekan terakhir di bulan Agustus.

Saat ini di bulan September rata-ratanya adalah 6,2 persen.

Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang, yakni hingga 13 September 2021 untuk pulau Jawa dan Bali. Sementara di luar Jawa dan Bali hingga 20 September.

Tapi di saat yang sama Pemerintah Indonesia mulai melakukan beberapa pelonggaran, mulai Senin kemarin (6/9).

Salah satunya adalah dengan mencoba pelonggaran aturan di sejumlah tempat wisata di pulau Jawa dan Bali.

Terdapat 20 tempat wisata yang akan menjalani uji coba di wilayah yang menerapkan PPKM tingkat 3.

Aturan di restoran juga dilonggarkan, pelanggan diperbolehkan makan di tempat selama 60 menit dan kapasitas restoran dibatasi 50 persen. 

Pusat perbelanjaan, pabrik, dan beberapa tempat lainnya juga akan kembali beroperasi.

Tetap tidak boleh lengah

Namun Presiden Joko Widodo mengingatkan agar warga tetap waspada.

"Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan. Pernyataan ini penting sekali. Supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan," kata Jokowi dalam pengantar rapat kabinet untuk evaluasi PPKM.

"Masyarakat harus sadar bahwa COVID selalu mengintip. Varian Delta selalu mengintip. Begitu lengah bisa naik lagi [kasusnya]," kata Presiden Jokowi. 

Epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University di Australia mengatakan jumlah testing dan juga pelacakan masih menjadi titik lemah di Indonesia.

"Saya senang dan juga khawatir dengan penurunan kasus," katanya.

"Sudah banyak usaha yang dilakukan pemerintah namun tidak cukup kuat untuk membawa kita ke luar dari masa krisis," katanya, sambil menambahkan penurunan kasus kebanyakan hanya terjadi di kota-kota besar.

Data mingguan dari Kementerian Kesehatan minggu lalu menunjukkan beberapa provinsi masih memiliki angka positif yang tinggi, seperti Aceh yang mencatat 17,4 persen dan Kalimantan Utara 16,7 persen.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan Pemerintah akan terus meningkatkan kapasitas testing dan pelacakan.

"Kita berharap situasi yang bagus ini tetap bisa dipertahankan," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Tengah Siapkan Langkah Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

Indonesia Tengah Siapkan Langkah Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

Health | Rabu, 08 September 2021 | 14:15 WIB

Amerika Serikat Temukan Kasus Covid-19 Varian MU Tersebar di 49 Negara Bagian

Amerika Serikat Temukan Kasus Covid-19 Varian MU Tersebar di 49 Negara Bagian

Health | Rabu, 08 September 2021 | 09:58 WIB

Data Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor di Medsos, Ini Penjelasan Satgas Penanganan Covid-19

Data Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor di Medsos, Ini Penjelasan Satgas Penanganan Covid-19

Kaltim | Selasa, 07 September 2021 | 21:22 WIB

Belum Direkomendasikan WHO, Kemenkes Akan Kasih Vaksin Booster Masyarakat Umum 2022

Belum Direkomendasikan WHO, Kemenkes Akan Kasih Vaksin Booster Masyarakat Umum 2022

Health | Selasa, 07 September 2021 | 18:25 WIB

WHO Ungkap Ratusan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan Terancam Tutup

WHO Ungkap Ratusan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan Terancam Tutup

News | Selasa, 07 September 2021 | 16:28 WIB

Kabar Baik, Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Terus Turun Dekati Rekomendasi WHO

Kabar Baik, Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Terus Turun Dekati Rekomendasi WHO

Health | Selasa, 07 September 2021 | 10:34 WIB

Positivity Rate COVID-19 Jawa Timur Turun di bawah 5 persen

Positivity Rate COVID-19 Jawa Timur Turun di bawah 5 persen

Malang | Selasa, 07 September 2021 | 08:54 WIB

Terkini

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:19 WIB

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

×