Hanif, Musikus Afghanistan Ingin ke Australia Tapi Tertahan di Indonesia

Reza Gunadha | ABC | Suara.com

Kamis, 09 September 2021 | 17:32 WIB
Hanif, Musikus Afghanistan Ingin ke Australia Tapi Tertahan di Indonesia
ILUSTRASI - Pencari Suaka asal Afghanistan beraktivitas di dalam tendanya di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pada tahun 2014, pemerintah Australia mengadopsi kebijakan, di mana pengungsi yang terdaftar di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Indonesia setelah Juni tahun itu tidak akan pernah dimukimkan kembali di Australia.

“Perubahan ini akan mengurangi masuknya pencari suaka ke Indonesia dan mendorong mereka mencari pemukiman kembali di negara-negara suaka pertama,” kata Scott Morrison, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Imigrasi Australia.

Namun, di tengah perang yang menyebabkan jumlah pengungsi meningkat, para pencari suaka Afghanistan terus berdatangan ke Indonesia.

Tiga kelompok masyarakat di Australia telah memberikan surat dukungan bagi Hanif untuk dimukimkan kembali melalui program kemanusiaan.

Namun karena tiba di Indonesia pada Agustus 2014, dia tidak memenuhi syarat masuk ke Australia.

"Banyak pengungsi di Indonesia mungkin tidak akan pernah bisa ikut program pemukiman kembali," demikian pernyataan UNHCR.

Pihak Departemen Dalam Negeri saat ditanya soal perkembangan terakhir, menyatakan: "Kebijakan pemerintah Australia dalam memerangi penyelundupan manusia tetap tidak berubah."

"Kami akan terus mendeteksi dan mencegat siapa pun yang mencoba melakukan perjalanan ke Australia secara ilegal," katanya.

Taliban membidik seniman

Seniman lainnya, Farahnaz Salehi, tiba di Indonesia sebagai pengungsi pada usia 14 tahun dan memilih lukisan sebagai cara mengekspresikan diri.

"Saya kira penderitaan yang menginspirasi saya. Juga kesedihan," ujar Farahnaz.

Terletak di antara Eropa dan Asia, Afghanistan selama berabad-abad merupakan tempat perkembangan seni dan puisi.

Dulunya Afghanistan memiliki patung Budha Bamiyan, situs warisan dunia dan sumber kebanggaan nasional yang dibangun pada abad keenam dan ketujuh.

Namun di bawah pemerintahan Taliban pada 1990-an, seni dilarang dan seniman dianiaya.

Taliban menghancurkan patung iyu pada tahun 2001, sebuah peristiwa yang bagi banyak orang Afghanistan melambangkan fanatisme dan kebiadaban.

Sejak menguasai Kabul kembali pada 14 Agustus, Taliban mulai menghapus mural di tembok-tembok kota itu, yang menggambarkan perempuan atau pahlawan nasional, dan menggantinya dengan propaganda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taliban Izinkan Evakuasi 200 Warga AS yang Masih Tertinggal di Afghanistan

Taliban Izinkan Evakuasi 200 Warga AS yang Masih Tertinggal di Afghanistan

News | Kamis, 09 September 2021 | 16:47 WIB

Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Jutaan Dolar

Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Jutaan Dolar

Riau | Kamis, 09 September 2021 | 13:20 WIB

Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Uang

Ashraf Ghani Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan, Bantah Bawa Kabur Uang

Malang | Kamis, 09 September 2021 | 11:16 WIB

Taliban Bentuk Pemerintahan Baru di Afghanistan, China Langsung Transfer Bantuan

Taliban Bentuk Pemerintahan Baru di Afghanistan, China Langsung Transfer Bantuan

News | Kamis, 09 September 2021 | 10:49 WIB

Miris! Ratusan Tentara Inggris yang Pernah Perang di Afghanistan Melakukan Bunuh Diri

Miris! Ratusan Tentara Inggris yang Pernah Perang di Afghanistan Melakukan Bunuh Diri

Jawa Tengah | Kamis, 09 September 2021 | 10:29 WIB

Muncul di Twitter, Ashraf Ghani Minta Maaf Lagi pada Warga Afghanistan

Muncul di Twitter, Ashraf Ghani Minta Maaf Lagi pada Warga Afghanistan

News | Kamis, 09 September 2021 | 14:14 WIB

Permintaan Maaf Ashraf Ghani yang Memilih Kabur Saat Afghanistan Jatuh ke Tangan Taliban

Permintaan Maaf Ashraf Ghani yang Memilih Kabur Saat Afghanistan Jatuh ke Tangan Taliban

News | Kamis, 09 September 2021 | 08:40 WIB

Ashraf Ghani Minta Maaf Kabur dari Afghanistan, Bantah Bawa Duit Jutaan Dolar AS

Ashraf Ghani Minta Maaf Kabur dari Afghanistan, Bantah Bawa Duit Jutaan Dolar AS

Kalbar | Kamis, 09 September 2021 | 08:37 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB