alexametrics

Tragedi Napi Terbakar di Blok C2: Ilham jadi Marbot hingga Janji Bersih Narkoba usai Bebas

Agung Sandy Lesmana | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Tragedi Napi Terbakar di Blok C2: Ilham jadi Marbot hingga Janji Bersih Narkoba usai Bebas
Tragedi Napi Terbakar di Blok C2: Ilham jadi Marbot hingga Janji Bersih Narkoba usai Bebas. Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). ANTARA FOTO

Mau dibawa kerja sama ipar saya. Di tempat rehabilitasi, ujarnya.

Suara.com - “Dia masih punya hak buat hidup lagikan? Mau keluar, mau berubah. Selama dibina itukan dia mau berubah. Ada kesempatan dia mau bersihkan diri dia lagi. (Kekinian) hilang begitu saja sudah.

Sepenggal kalimat itu terucap dari Isa dengan suara yang serak dan mata yang berkaca-kaca. Sesekali dia tertunduk, menarik nafas panjang, mencoba tenang. 

Isa adalah abang kandung Mohammad Ilham (36), salah satu korban meninggal akibat kebakaran maut di Lembaga Kemasyarakatan Klas I Tangerang Banten. 

Ilham seharusnya akan segera menghirup udara bebas. Masa hukumnya selama lima tahun atas kasus narkoba, diperkirakan berakhir tahun ini. 

Baca Juga: Teridentifikasi, 14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diserahkan ke Keluarga

“Antara Januari, habis tahun ini, karena sudah lima bintang, lima tahun,” ujar Isa di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). 

Peti mati Mohammad Ilham (36) korban kebakaran Lapas Tangerang saat dibawa menggunakan ambulans. (Suara.com/Yaumal)
Peti mati Mohammad Ilham (36) korban kebakaran Lapas Tangerang saat dibawa menggunakan ambulans. (Suara.com/Yaumal)

Dari komunikasi terakhir dengan adiknya, sebelum perayaan Lebaran, lewat panggilan video, Isa masih bercengkerama dan saling bertanya kabar. 

Tak lupa Isa sempat berpesan agar adiknya menjalani sisa hukuman dengan baik.  

“Am (Ilham) bagaimana ? Sehat? Sehat (jawab ilham). (Kata Ilham) Doakan saja, iya gua doakan. Jaga diri Am, Iya (jawab Ilham). Jangan macam-macam. Iya (jawab Ilham),” kata Isa mengingat pembicaraan terakhirnya dengan sang adik. 

Marbot Lapas

Baca Juga: Adik Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang, Kakak: Harus Ada yang Bertanggung Jawab!

Dari komunikasi itu juga, Isa mengetahui bahwa adiknya dipercaya menjadi marbot (pengurus) musala. Hal itulah menjadi keyakinan baginya, bahwa Ilham telah membuka lembaran baru hidupnya. 

Keluarga korban saat penyerahan jenazah Mohammad Ilham (36), korban kebakaran Lapas Tangerang. (Suara.com/Yaumal).
Keluarga korban saat penyerahan jenazah Mohammad Ilham (36), korban kebakaran Lapas Tangerang. (Suara.com/Yaumal).

Kata Isa, usai menjalani masa hukuman, Ilham akan diajak bekerja sama di sebuah lembaga rehabilitasi narkoba. 

“Mau dibawa kerja sama ipar saya. Di tempat rehabilitasi,” ujarnya. 

Namun, semua rencana itu pupus sudah, bersama sisa abu kebakaran Lapas Tangerang. Rabu (8/9) pagi lewat sambungan telepon Isa mendapat kabar, sang adik berpulang ke pangkuan Tuhan. 

Mendengar kabar itu, Ilham langsung beranjak pergi ke RS Polri. Guna mendapatkan kepastian. Salah satu petugas mengatakan adiknya, benar menjadi salah satu korban meninggal. Namun dirinya tidak langsung percaya. 

“Saya enggak yakin itu adik saya. Coba lihat foto-fotonya."

"Pas dibuka, diklik fotonya langsung muka adik saya duluan terlihat Kan ada 41 korban, pas diklik langsung muncul adik saya. Saya enggak bisa ngomong,” kenang Isa yang kembali berbicara dengan suara serak. 

Peluk Peti Jenazah Adik

Kekinian, setelah delapan hari menanti proses identifikasi, akhirnya jenazah Ilham dapat dibawa pulang untuk segera dimakamkan.

Isa, saat memeluk peti mati adik kadungnya, Mohammad Ilham (36) korban kebakaran Lapas Tangerang. (Suara.com/Yaumal)
Isa, saat memeluk peti mati adik kadungnya, Mohammad Ilham (36) korban kebakaran Lapas Tangerang. (Suara.com/Yaumal)

Dari rumah duka di RS Polri, peti jenazah Ilham didorong. Isa yang menanti di luar, tertegun memandangi peti sang adik. 

Dielusnya peti itu dengan lembut, sambil mulutnya merapal doa-doa, dan sesekali menyebut nama Ilham.

Peti berisi jenazah adiknya kemudian diangkat ke ambulans. Isa menyusul masuk ke dalam.

Akhirnya, tangisnya pecah, dia peluk peti jenazah itu, seolah memeluk jasad Ilham secara langsung. Rasa dukanya yang dipendam berhari-hari dilepas saat itu juga. 

Harus Ada Hukuman Setimpal 

Ilham telah berpulang ke hadapan Tuhan, jenazahnya pun akan segera dimakamkan di TPU Karet Bipak, Jakarta Pusat pada hari ini Kamis (16/9/2021). 

Sebagai abang kandung, hanya satu keinginan Isa, berharap ada tersangka atas peristiwa naas itu. Kata dia tersangka harus diberi hukuman setimpal. 

“Sangat berharap si kalau mau si ada itu (tersangka dan dipidana) yang bertanggung jawab. Jadi pihak keluarga yang lainnya juga merasa lega gitu. Setimpallah (hukumannya),”ujarnya. 

Pada Rabu (8/9) dini menjadi peristiwa mengerikan bagi penghuni Lapas Kelas I Tangerang, Banten. Lapas terseut mengalami kebakaran hebat sekitar pukul 01.45 WIB yang mengakibatkan 41 narapidana tewas mengenaskan.

Kemudian delapan orang mengalami luka berat dan 73 orang luka ringan. Namun belakangan diketahui, bertambah 7 korban lagi sehingga total korban tewas menjadi 48 orang. Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik. Hingga kini polisi masih mengusut kasus tersebut. 

Komentar