Eros Djarot Kritik Pedas Kondisi Bangsa: Indonesia Menjadi Nation Without Values

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 19:33 WIB
Eros Djarot Kritik Pedas Kondisi Bangsa: Indonesia Menjadi Nation Without Values
Budayawan senior Eros Djarot, (bidik layar video YouTube: Abraham Samad Speak Up)
  • Budayawan senior Eros Djarot menyatakan keprihatinan atas disorientasi nilai serius dalam politik dan hukum Indonesia.
  • Eros Djarot menilai substansi hukum telah hilang, digantikan penegakan kepentingan demi pihak dekat kekuasaan.
  • Sebagai tokoh reformasi, Eros kecewa karena cita-cita negara yang lebih baik setelah Orde Baru dikhianati.

Suara.com - Budayawan senior Eros Djarot menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial, politik, dan hukum di Indonesia saat ini.

Dalam sebuah dialog di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Eros menyebut Indonesia tengah mengalami disorientasi nilai yang serius, di mana kepentingan kekuasaan telah melumatkan supremasi hukum dan etika bernegara.

Eros mengibaratkan pondasi negara saat ini sedang dalam kondisi "bobrok". Menurutnya, perbaikan yang dilakukan pemerintah selama ini hanyalah bersifat kosmetik.

"Pondasi yang bobrok itu dipertahankan…Hanya dicat lebih bagus, tapi berfungsi yang sama," ujar Eros, dikutip Senin (23/2/2026).

Hukum yang "Dibeli" dan Penegakan Kepentingan

Terkait penegakan hukum, Eros secara blak-blakan menyatakan bahwa substansi hukum di Indonesia sudah hilang, digantikan oleh "penegakan kepentingan".

Ia menyoroti fenomena makelar kasus yang mampu menyimpan uang triliunan rupiah serta tumpulnya hukum bagi pihak yang dekat dengan kekuasaan.

"Hukum kita sudah dibeli. Penegakan hukum itu performanya ada, tapi substansinya tidak ada. Siapa pun yang dekat kekuasaan tidak jadi masalah, bahkan bisa jadi menteri," tegasnya.

Eros juga mengkritik fenomena intellectually corrupt di kalangan penegak hukum dan pemikir hukum yang menurutnya lebih memilih mengamankan kepentingan penguasa daripada menegakkan keadilan bagi rakyat kecil.

Kekecewaan Pasca-Reformasi

Sebagai tokoh yang ikut berjuang dalam gerakan Reformasi, Eros mengaku tidak bahagia melihat kondisi Indonesia saat ini. Ia merasa impiannya tentang Indonesia yang lebih baik pasca-Orde Baru justru menjauh.

"Lho saya termasuk tidak bahagia karena apa? Impian saya tentang Indonesia nggak seperti itu. Waktu saya membebaskan ya dari cengkeraman Orde Baru waktu itu nggak seperti ini bayangannya,” ujarnya

Ia merasa cita-cita reformasi yang ia perjuangkan dahulu telah dikhianati oleh sistem politik yang kini didominasi oleh kekuatan uang dan cukong.

"Begitu keluar rumah tidak bahagia lagi, melihat is this my people? this is my country? gitu kok kayak begini gitu lho ya…itu namanya values ya. Jadi kalau nation without values mau jadi apa gitu loh kan harus ada patokan-patokannya," katanya.

Kekecewaan Eros semakin mendalam saat melihat kondisi guru honorer yang hanya dibayar Rp300 ribu per bulan, sementara para makelar kasus di yudikatif bisa menyimpan uang triliunan di rumahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!

Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:13 WIB

DeepTalk Podcast: Hukum Acara Jadi Benteng atau Alat Kekuasaan? Tonton Analisis Tajam Feri Amsari

DeepTalk Podcast: Hukum Acara Jadi Benteng atau Alat Kekuasaan? Tonton Analisis Tajam Feri Amsari

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 20:55 WIB

Aksi 'Karaoke WNI Mumet' di Jogja: Suara Rakyat yang Sudah 'Lelah' ke Pemerintah

Aksi 'Karaoke WNI Mumet' di Jogja: Suara Rakyat yang Sudah 'Lelah' ke Pemerintah

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 12:17 WIB

Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia

Di Balik Kekuasaan: Cara Psikologi Sosial Membentuk Wajah Politik Indonesia

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:34 WIB

Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan

Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:03 WIB

Muramnya Tata Kelola Kekuasaan Indonesia: Nepotisme Jadi Budaya?

Muramnya Tata Kelola Kekuasaan Indonesia: Nepotisme Jadi Budaya?

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:28 WIB

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:25 WIB

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:18 WIB

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:16 WIB

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:14 WIB

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:11 WIB