Petani Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Kesejahteraan Petani

Fabiola Febrinastri

Senin, 20 September 2021 | 07:26 WIB
Petani Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Kesejahteraan Petani
Aksi doa bersama Majelis Dzikir Al Tsawab, Minggu (19/9/2021). (Dok: Pemprov Jateng)

Suara.com - Aksi doa bersama, agar seluruh petani memeroleh keberkahan dilakukan oleh ulama se-Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam Majelis Dzikir Al Tsawab, Minggu (19/9/2021).

Doa bersama ini merupakan edisi kedua dari majelis dzikir yang digelar selapan, 35 hari sekali secara virtual, yang diikuti 65 titik Majelis Dzikir Al Tsawab yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur sampai NTB.

Satu diantaranya berada di Pondok Pesantren Syafiiyah Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringin, Grobogan, Jateng. Belasan kiai, ustaz dan santri berkumpul melingkar di sebuah ruang kelas. Mereka semua mengenakan masker dan tetap menjaga jarak.

Pengasuh Ponpes Syafiiyah, Kiai Ahmad Haris mengatakan, sudah sekian bulan petani di Tanah Air mengalami keterpurukan, terutama karena jatuhnya harga beberapa komoditas. Melihat situasi tersebut, seluruh kiai dan santri dalam Majelis Dzikir Al Tsawab memutuskan memberi dukungan spirit kepada petani.

“Semoga pertanian di seluruh pelosok negeri memeroleh berkah, terhindar dari hama, panennya bisa melimpah dan harga jual tidak anjlok,” ujar Kiai Ahmad Haris.

Selain puluhan santri, hadir di Ponpes Syafiiyah para petani yang ada di desa tersebut. Mereka juga khusuk melantunkan dzikir dan doa.

“Di majelis ini, para kiai dan santri memang sengaja hadir di tengah persoalan yang dialami masyarakat. Agar bukan hanya kesalehan ritual, tapi kami juga memeroleh kesalehan sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Kiai Muhammadun dari Ponpes Dirgantara Purbalingga, salah satu pendiri Majelis Dzikir Ats Tsawab menuturkan, majelis tersebut berdiri sejak Agustus tahun ini. Namun hingga saat ini sudah menyebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng dan sebagian sudah ada di Jabar, Jatim, dan NTB.

"Di Jateng sudah ada sekitar 65 titik, dan 10 titik ada di Jatim, Jabar dan NTB. Ke depan akan terus bertambah," ungkapnya.

Majlis Dzikir Ats-Tsawab, paparnya, diharapkan jadi embrionya ikatan majlis dzikir se-Indonesia. Sebagaimana dikatakan Kiai Ahmad Haris, Kiai Muhammadun juga mengatakan Majelis Dzikir Al Tsawab ini hadir untuk mendoakan dan memberi dukungan secara spiritual kepada masyarakat yang tengah mengalami problematika. Untuk edisi kali ini, para kiai dan santri merasa gelisah dengan kondisi dunia pertanian Tanah Air.

"Tujuannya adalah bersatu padu, saling jaga dan saling bantu membantu dalam hal hablum minallah dan hablum minannas. Shalih untuk diri sendiri dan mushlih untuk orang lain. Bersinergi dalam menjaga paham ahlussunnah wal jamaah. Syukur dapat meluas manfaat dalam hal pendidikan dan ekonomi," tuturnya.

Jika pertanian bisa terurus dengan baik, lanjut Kiai Muhammadun, sangat terbuka kemungkinan untuk jadi salah satu pilar perekonomian bangsa. Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian dunia pertanian di Jateng yang berhasil jadi eksportir hasil pertanian di Tanah Air.

Sementara itu, salah seorang petani Desa Bandungsari, Suyatman merasa bersyukur, hasil panen kali ini sangat maksimal. Produksi jagung dapat terjual dengan harga Rp5.300 per kilogram.

Hasil tersebut menurutnya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak dari pemerintah yang mendukung sarapa prasarana sampai dukungan para kiai yang mensupport secara spiritual.

"Kali ini panen jagung, hasilnya bagus dan maksimal. Alhamdulillah pemerintah perhatian, karena pupuk mudah dan lancar. Hanya saja kami usul kalau bisa dibuatkan mesin sedot air untuk pengairan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Bersama Menyambut Tahun Baru Hijriah Secara Virtual

Doa Bersama Menyambut Tahun Baru Hijriah Secara Virtual

Foto | Selasa, 10 Agustus 2021 | 06:49 WIB

Ikhtiar Kemnaker untuk Indonesia, Doa Bersama agar Pandemi Covid-19 segera Berakhir

Ikhtiar Kemnaker untuk Indonesia, Doa Bersama agar Pandemi Covid-19 segera Berakhir

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 08:04 WIB

Kemenag Gelar Doa Bersama secara Daring #PrayFromHome untuk Indonesia

Kemenag Gelar Doa Bersama secara Daring #PrayFromHome untuk Indonesia

Sumsel | Minggu, 11 Juli 2021 | 14:34 WIB

Viral Sosok Pak RW Rela Repot Agar Warga Tak Capek Antre Vaksin, Rutin Gelar Doa Via Zoom

Viral Sosok Pak RW Rela Repot Agar Warga Tak Capek Antre Vaksin, Rutin Gelar Doa Via Zoom

Hits | Selasa, 06 Juli 2021 | 15:14 WIB

Mensos Risma Gelar Doa Bersama Secara Virtual, Berharap Pandemi Segera Berakhir

Mensos Risma Gelar Doa Bersama Secara Virtual, Berharap Pandemi Segera Berakhir

News | Jum'at, 02 Juli 2021 | 17:42 WIB

Gelar Doa Bersama, Menhub Budi Karya Sumadi Minta ASN Ikhtiar dan Sabar Hadapi Covid-19

Gelar Doa Bersama, Menhub Budi Karya Sumadi Minta ASN Ikhtiar dan Sabar Hadapi Covid-19

News | Minggu, 27 Juni 2021 | 15:48 WIB

Terkini

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:01 WIB

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:43 WIB

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:23 WIB

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:16 WIB

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:04 WIB

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:53 WIB