Gara-gara Pandemi, Tukang Ojek Ini Terpaksa Jual Motor hingga Kulkas Buat Hidupi Keluarga

Agung Sandy Lesmana

Senin, 20 September 2021 | 20:22 WIB
Gara-gara Pandemi, Tukang Ojek Ini Terpaksa Jual Motor hingga Kulkas Buat Hidupi Keluarga
Gara-gara Pandemi, Tukang Ojek Ini Terpaksa Jual Motor hingga Kulkas Buat Hidupi Keluarga Dayat (40), tukang ojek pangkalan di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. (Raihan Hanani)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang menjalar sejak tahun lalu telah memukul sendi-sendi kehidupan warga di Jakarta. Terlebih, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang terus diperpanjang hingga sekarang berdampak dengan pendapatan sejumlah Angkutan Kota dan pengemudi ojek pangkalan di Ibu Kota. 

Seorang tukang ojek pangkalan bernama Dayat bercerita sesaat sebelum pandemi, perekonomian keluarga cukup stabil, namun akibat digempur pandemi, Dayat terpaksa menjual beberapa perabotan dan sepeda motor demi bertahan hidup, menafkahi istri dan anaknya. 

"Sebelum pandemi cukup untuk sehari-hari, ngehidupin keluarga. Terus buat keluarga, saya juga jual motor, kulkas, dan TV lewat online semenjak kena dampak corona," katanya saat ditemui Suara.com di kawasan Kebayroran Lama, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021).

Dayat yang berprofesi sebagai ojek pangkalan selama 6 tahun ini mengaku mau tak mau harus berada di luar rumah meski berisiko terpapar Covid-19. Alasannya, dia mengaku lebih mengkhawatirkan kondisi keluarganya tidak makan ketimbang bahaya Covid-19. 

Meski demikian, Dayat mengaku sempat mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako.

"Pernah dapet bantuan pemerintah berupa sembako, gak ngitungin juga bantuannya. Bantuannya itu ada tulisan bantuan dari presiden," kata dia. 

Cerita nyaris sama juga diungkap pengemudi Angkot  bernama Ipan (23).

Sambil membersihkan angkotnya, Ipan mengeluh pendapatannya berkurang karena jumlah penumpang semakin sepi di masa pandemi Covid-19 ini. 

Ipan (23), sopir angkutan umum saat ditemui di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. (Raihan Hanani)
Ipan (23), sopir angkutan umum saat ditemui di Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. (Raihan Hanani)

"Narik-nya masih sepi, gak ada orangnya. Sebelum pandemi juga sepi," kata Ipan saat ditemui Suara.com di Stasiun Kebayoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin.

baca juga

Menurutnya, bila ada anak sekolah saat pandemi, mendapatkan pemasukan yang lebih untuk menafkahi anak dan istrinya. Dikala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak banyak mendapatkan penumpang.

"Ya standar lah kalau ada anak sekolah. Parah banget, PSBB susah dapet, kalau PPKM lebih mudah dapet penumpang," imbuh Ipan.

Ipan bercerita, pemerintah tidak pernah memberikan bantuan berupa apapun kepadanya. Pasalnya bantuan yang diberikan hanya diterima warga dengan kependudukan Jakarta saja.

"Gak pernah sama sekali dapet bantuan pemerintah. Karena saya kan dari Tangerang, Ciputat, kalau DKI ada. Walaupun jurusannya (angkot) Pasar Jum'at," paparnya. (Raihan Hanani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Reisa Ungkap Alasan Indonesia Pesan Berbagai Macam Jenis Vaksin, Kenapa?

Dokter Reisa Ungkap Alasan Indonesia Pesan Berbagai Macam Jenis Vaksin, Kenapa?

Health | Senin, 20 September 2021 | 19:55 WIB

Update COVID-19 Jakarta 20 September: Positif 91, Sembuh 409, Meninggal 3

Update COVID-19 Jakarta 20 September: Positif 91, Sembuh 409, Meninggal 3

Jakarta | Senin, 20 September 2021 | 20:05 WIB

Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali? Begini Kata Menko Airlangga

Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali? Begini Kata Menko Airlangga

News | Senin, 20 September 2021 | 19:34 WIB

Keluhan Sopir Bus Bekasi-Bandung soal PPKM: Meski Capek Tapi Ditaati Saja Lah

Keluhan Sopir Bus Bekasi-Bandung soal PPKM: Meski Capek Tapi Ditaati Saja Lah

News | Senin, 20 September 2021 | 19:12 WIB

Terkini

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

×