alexametrics

Klaim Banyak Anggota DPRD DKI Setuju Ajukan Interpelasi ke Anies, PDIP: Mereka Oke Kok

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Klaim Banyak Anggota DPRD DKI Setuju Ajukan Interpelasi ke Anies, PDIP: Mereka Oke Kok
Klaim Banyak Anggota DPRD DKI Setuju Ajukan Interpelasi ke Anies, PDIP: Mereka Oke Kok. Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono. (Suara.com/Chyntia Sami B)

"Mereka masih menunggu arahan dari pimpinan partai masing-masing. Tapi dalam diskusi-diskusi yang kami gelar pada prinsipnya mereka oke kok..."

Suara.com - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyebut upayanya melobi anggota dewan dari fraksi lain untuk ikut menyetujui Interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan terkait Formula E berjalan lancar. Bahkan, sudah banyak anggota yang secara pribadi menyatakan setuju.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Namun, ia tak mau menyebutkan jumlahnya dan dari fraksi mana saja anggota dewan yang mau ikut memanggil Anies.

"Kalau personal banyak sekali (anggota dewan fraksi lain setuju interpelasi). Tapi sekali lagi ini kan saya katakan ini bukan kelembagaan," ujar Gembong di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Kendati demikian, jumlah anggota DPRD yang setuju ini belum tentu bisa ikut mengajukan interpelasi. Sebab, mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari partai atau fraksinya masing-masing.

Baca Juga: Satroni Ruangan Ketua DPRD DKI, PDIP Desak Gelar Rapat Bamus soal Interpelasi Anies

"Mereka masih menunggu arahan dari pimpinan partai masing-masing. Tapi dalam diskusi-diskusi yang kami gelar pada prinsipnya mereka oke kok, karena kita hanya mau tanya soal skala prioritas," tuturnya.

Gembong menyebut interpelasi dilakukan hanya demi mempertanyakan skala prioritas Anies dalam membuat program, khususnya di masa pandemi ini. Jika memang alasan Anies rasional dan bisa diterima, bukan tidak mungkin ia jadi mendukung ajang balap mobil listrik ini.

"Tapi kan kami mesti diskusi dulu. Dengan diskusi nanti ternyata menguntungkan, bisa datangkan devisa sekian triliun , enggak apa apa kan kalau begitu. Tapi dalam situasi pandemi ini apa iya," pungkasnya.

Komentar