Ilmuwan Temukan Ada Ledakan Meteor di Yordania 3.600 Tahun Lalu, Bukti Kehancuran Sodom?

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 24 September 2021 | 19:47 WIB
Ilmuwan Temukan Ada Ledakan Meteor di Yordania 3.600 Tahun Lalu, Bukti Kehancuran Sodom?
Ilustrasi meteor sedang memasuki atsmofer Bumi (Shutterstock).

Suara.com - Ilmuwan mengungkapkan jika sebuah meteor berukuran 50 meter sempat menabrak bumi 3.600 tahun lalu dan menyebabkan kehancuran dan dikaitkan dengan binasanya kaum Sodom.

Menyadur Universe Today Jumat (24/9/2021), ilmuwan menemukan bukti telah terjadi peristiwa ledakan kosmik besar sekitar 3.600 tahun yang lalu.

Para ilmuwan mengungkapkan jika ledakan kosmik tersebut menghancurkan seluruh kota di dekat Laut Mati.

Peristiwa itu diklaim lebih besar dari peristiwa ledakan udara Tunguska di Rusia pada tahun 1908, dan 1.000 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima.

Ledakan kosmik tersebut meratakan kota Tall el-Hammam, yang terletak di sebuah wilayah yang sekarang dikenal negara Yordania.

Para peneliti memperkirakan batu luar angkasa berukuran 50 meter meledak sekitar 4 km di atas Bumi. Ledakan itu membuat kilatan yang menyilaukan dan gelombang panas hingga 2.000 derajat Celcius.

Ilmuwan mengklaim jika kilatan itu dapat membakar kayu, melelehkan benda logam apa pun seperti pedang atau tombak, dan bahkan struktur tembikar dan bata lumpur. Gelombang itu juga dapat menghancurkan sebuah istana yang memiliki 4-5 lantai dan dilindungi benteng setebal 4 m.

Kaum Sodom

Dalam makalah yang diterbitkan di Nature Scientific Reports, ilmuwan mengungkapkan jika ledakan tersebut mungkin ada hubungannya dengan kehancuran kaum Sodom.

baca juga

"Deskripsi saksi mata dari peristiwa bencana berusia 3600 tahun ini mungkin telah dikaitkan sebagai tradisi lisan yang pada akhirnya menjadi catatan alkitabiah tertulis tentang kehancuran Sodom." tulis peneliti.

Sodom adalah kota, yang menurut Alkitab, hancur akibat ulah sebuah kaum yang sangat bejat. Kota itu hancur karena tertimpa batu dan api dari langit.

Di dalam Alquran juga disebutkan jika kaum Sodom, umat dari Nabi Luth AS, hancur karena mereka melakukan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah SWT, yakni melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis (homoseksual).

Bukti

Wilayah di sekitar Tall el-Hammam berbeda dengan kota-kota yang ada di sekitarnya. Sejak akhir Zaman Perunggu Tengah, wilayah di timur Yordania ini mengalami semacam bencana yang menyebabkan berakhirnya peradaban.

Sejak terjadinya bencana besar tersebut, wilayah itu dilaporkan tidak dihuni selama lima hingga tujuh ratus tahun, bahkan hingga sekarang.

Selain itu, wilayah ini pada awalnya merupakan salah satu lahan pertanian paling produktif di wilayah tersebut.

Wilayah itu awalnya juga sebagai daerah yang terus berkembang selama setidaknya 3.000 tahun. Tapi tiba-tiba tanah di wilayah itu dibanjiri garam dan menyebabkan tidak ada yang bisa tumbuh.

Misteri ini sedang diselidiki oleh para peneliti dari berbagai universitas, organisasi, hingga ilmuwan dari berbagai penjuru dunia.

Para arkeolog telah bekerja di situs Tall el-Hammam sejak tahun 2005. Penggalian arkeologi paling awal mengungkapkan adanya bahan yang tidak biasa, seperti pecahan bata lumpur, tembikar, abu, arang, biji, dan tekstil yang terbakar.

Penggalian berikutnya mengungkapkan adanya kehancuran yang luar biasa di wilayah tersebut.

Para peneliti mengesampingkan faktor yang sering dikaitkan seperti peperangan, kebakaran, letusan gunung berapi, atau gempa bumi.

Ilmuwan mengungkapkan jika faktor-faktor itu tidak mungkin menyebabkan jenis kerusakan yang mereka temukan di situs Tall el-Hammam.

"Setelah sebelas musim penggalian, ekskavator secara independen menyimpulkan bahwa bukti menunjukkan kemungkinan dampak kosmik," tulis tim dalam makalah mereka.

Meskipun bukti tersebut sudah ditemukan, bencana besar semacam itu masih belum dianggap cukup sebagai bukti karena tidak ada kawah di daerah tersebut.

Menggunakan sistem kalkulator dampak, 21 peneliti menentukan penyebab kehancuran yang paling mungkin adalah ledakan udara kosmik yang disebabkan oleh komet atau meteor.

Perhitungan para peneliti menunjukkan peristiwa seperti itu akan mengakibatkan kehancuran yang tidak biasa.

Ledakan itu juga diperkirakan menyebabkan masuknya garam dan menghasilkan hipersalinitas di tanah sekitarnya, dan akibatnya tidak ada tumbuhan.

"Kami pikir ledakan itu mungkin telah menguapkan atau memercikkan kadar racun dari air asin Laut Mati ke seberang lembah," tulis sekelompok kolaborator penelitian dalam sebuah artikel di The Conversation (arkeolog Phil Silvia, ahli geofisika Allen West, ahli geologi Ted Bunch, dan fisikawan ruang angkasa Malcolm LeCompte).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misterius! Kolam Dekat Laut Mati Berubah Warna Semerah Darah

Misterius! Kolam Dekat Laut Mati Berubah Warna Semerah Darah

Tekno | Selasa, 14 September 2021 | 15:21 WIB

Geger Dentuman Disertai Kilatan Cahaya di Rohul, Warga Duga Meteor Jatuh

Geger Dentuman Disertai Kilatan Cahaya di Rohul, Warga Duga Meteor Jatuh

Riau | Senin, 06 September 2021 | 15:21 WIB

Sumber Hujan Meteor Geminid, Asteroid Phaethon, Perilakunya seperti Komet

Sumber Hujan Meteor Geminid, Asteroid Phaethon, Perilakunya seperti Komet

Tekno | Minggu, 22 Agustus 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

×