Tuntut Negara Tanggung Jawab, Peserta Aksi Reformasi Dikorupsi Ungkap Kebrutalan Polisi

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 26 September 2021 | 17:02 WIB
Tuntut Negara Tanggung Jawab, Peserta Aksi Reformasi Dikorupsi Ungkap Kebrutalan Polisi
Tuntut Negara Tanggung Jawab, Peserta Aksi Reformasi Dikorupsi Ungkap Kebrutalan Aparat. Mahasiswa Untirta, Yahya Ihyaroza korban kekerasan aparat saat aksi #Reformasi Dikorupsi. (ist)

Suara.com - Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Yahya Ihyaroza meminta negara mengusut tuntas kasus kekerasan aparat terhadap massa aksi Reformasi Dikorupsi. Yahya merupakan satu dari ratusan korban represifitas aparat yang sempat melapor ke Tim Advokasi untuk Demokrasi.

Yahya menilai segala bentuk represifitas aparat tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Terlebih, dia merasa tidak pernah melakukan tindakan provokatif ataupun pidana dalam aksi penyampaian pendapat dua tahun silam tersebut. 

"Saya hanya meminta pertanggungjawaban dari negara bagaimana sebetulnya tindak lanjut dari kasus ini. Karena kita pun menyampaikan aspirasi itu juga dilindungi oleh undang-undang," kata Yahya saat jumpa pers 'Peringatan 2 Tahun Aksi #ReformasiDikorupsi dikutip dari laman YouTube KontraS, Minggu (26/9/2021).

Pada 24 September 2019 silam, Yahya ditangkap oleh aparat kepolisian di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Dia dicegat oleh empat anggota polisi bersenjata sekitar pukul 19.00 WIB. Padahal, kata dia, situasi di sekitar lokasi ketika itu terbilang sudah kondusif. Bahkan dia sudah berencana untuk pulang ke rumah.

"Tba-tiba polisi menarik paksa tas yang saya bawa. Tas saya digeledah, pas dia lihat ternyata ada kartu tanda atau di baju saya itu ada tulisan mahasiswa tiba-tiba saya langsung dipukul pakai senapan sama polisi," bebernya.

Mahasiswa Untirta, Yahya Ihyaroza korban kekerasan aparat saat aksi #Reformasi Dikorupsi. (ist)
Mahasiswa Untirta, Yahya Ihyaroza korban kekerasan aparat saat aksi #Reformasi Dikorupsi. (ist)

Oleh empat anggota polisi itu, Yahya kemudian dibawa ke area belakang Jakarta Convention Center (JCC). Sepanjang jalan dia terus menerus dicaci hingga dipukuli.

"Awalnya memang yang memukuli saya itu sekitar empat polisi. Sampai di area belakang JCC saya dilempar begitu aja ke kerumunan polisi. Saya jatuh ke tanah terus saya dipukuli terus-terusan di situ," ungkapnya.

Selanjutnya, Yahya dibawa ke Polda Metro Jaya. Dia sempat diberi pertolongan pertama di klinik di sana.

"Ini ada sekitar empat jahitan di area sebelah kiri (jidat) di alias ada sekitar tiga jahitan. Jadi total ada tujuh jahitan. Terus jari saya yang kiri ini telunjuk patah ke bagi jadi tiga ruas. Terus ada pendarahan juga di area tengkorak, pendarahan dalam. Luka-luka memar dan luka robek di area punggung," beber Yahya.

Penganiayaan yang dialami Yahya tak henti di situ. Setelah diobati, Yahya disuruh menunggu di sebuah ruangan. Di sana ada beberapa anggota polisi lain yang juga terluka.

"Polisi-polisi itu setelah melihat kita, kita diinterogasi lagi di situ. Terus kita juga dipukuli lagi di situ sama pihak kepolisian. Dan fokus dari pukulan dan tendangan Polisi itu mengarah ke tempat yang diobati tadi," tuturnya.

Dua tahun sudah peristiwa nahas tersebut berlalu. Namun, negara terkesan abai terhadap arogansi oknum aparat tersebut. 

"Saya ingin meminta pertanggungjawaban dari polisi dan juga dari negara," pungkas Yahya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan KontraS: Ada 277 Kekerasan Prajurit di Era Hadi Tjahjanto, Terbanyak Matra TNI AD

Catatan KontraS: Ada 277 Kekerasan Prajurit di Era Hadi Tjahjanto, Terbanyak Matra TNI AD

News | Kamis, 16 September 2021 | 18:03 WIB

Pria Difabel yang Kepalanya Diinjak Dikasih TV hingga Babi, TNI Disebut Rendahkan Korban

Pria Difabel yang Kepalanya Diinjak Dikasih TV hingga Babi, TNI Disebut Rendahkan Korban

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 12:50 WIB

Warga Sedang Hadapi Tekanan Hidup, Anis Matta: Hentikan Kekerasan saat Tegakkan PPKM

Warga Sedang Hadapi Tekanan Hidup, Anis Matta: Hentikan Kekerasan saat Tegakkan PPKM

News | Minggu, 18 Juli 2021 | 13:38 WIB

Penyiksaan oleh Aparat Masih Marak, KontraS: Korban Dipaksa Damai atau Diintimidasi

Penyiksaan oleh Aparat Masih Marak, KontraS: Korban Dipaksa Damai atau Diintimidasi

News | Jum'at, 25 Juni 2021 | 18:06 WIB

Terkini

Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara

Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:24 WIB

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:03 WIB

Lompatan Besar Pendidikan RI: Penggunaan 288 Ribu Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia

Lompatan Besar Pendidikan RI: Penggunaan 288 Ribu Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:50 WIB

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:28 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:17 WIB

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:15 WIB

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:30 WIB

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:16 WIB