Pakar Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Meledak Pada 2022

Erick Tanjung

Kamis, 30 September 2021 | 17:54 WIB
Pakar Prediksi Gelombang Ketiga Covid-19 Meledak Pada 2022
Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/Martin Sanchez)

Suara.com - Ahli virologi yang juga Guru Besar Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika memprediksi gelombang ketiga kasus Covid-19 terjadi pada 2022.

"Saya bahkan bisa prediksi kalau melihat pola tahun lalu, maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari - Februari 2022," kata Mahardika dalam gelar wicara virtual Waspada Mutasi Virus Dengan Protokol Kesehatan di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Mahardika menuturkan belajar dari gelombang kasus Covid-19 yang melonjak pada periode-periode sebelumnya, tampak polanya mulai terbentuk di mana kasus mulai melonjak Desember 2020, Januari-Februari 2021 dan Juli 2021 terjadi letupan kasus sehingga diprediksi kasus akan melonjak lagi pada Januari-Februari 2022 karena mobilitas penduduk juga meningkat jelang akhir tahun.

Untuk itu, selain senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, percepatan vaksinasi Covid-19 harus digenjot, dan itu yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini.

Mahardika mengatakan jika daerah-daerah mencapai target vaksinasi 70 persen atau bisa di atas 70 persen, maka jumlah tekanan pada sistem rumah sakit tidak akan sebesar seperti yang terjadi sebelumnya.

Ia berharap Pemerintah Indonesia segera mempercepat capaian target vaksinasi yang mana saat ini 1,5 juta orang divaksinasi per hari menjadi dua juta atau empat juta orang per hari, dan mengupayakan target vaksinasi 100 persen untuk seluruh penduduk demi melindungi segenap bangsa Indonesia.

"Untuk masyarakat yang belum divaksin, segera kalau sudah ada panggilan untuk vaksinasi, mohon silakan vaksinasi. Vaksin ini adalah bukti ilmiah kemajuan dunia kedokteran modern," ujar Mahardika.

Menurut Mahardika, bercermin dari yang terjadi di luar negeri pada umumnya ketika capaian vaksinasi negara itu sudah di atas 60 persen, maka jumlah orang yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit tidak tinggi.

Ia menuturkan salah satu dampak dari percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi Covid-19 di atas 70 persen adalah jumlah orang yang masuk ke rumah sakit dan jumlah orang yang meninggal dunia sangat rendah, tetapi kasus bisa saja melonjak tajam.

baca juga

"Vaksin sudah tersedia dengan cepat sehingga mungkin mudah-mudahan awal tahun 2022 kita sudah mengatakan virus masih ada di sekitar kita tapi dampak pandemi bisa kita minimalisir. Ini peran vaksin," kata Mahardika.

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Erlina Burhan mengatakan ada potensi gelombang ketiga Covid-19 terjadi sehingga perlu dilakukan pencegahan dan langkah antisipasi.

"Saya berpendapat bahwa potensinya (gelombang ketiga) ada. Namun, kita ini sebagai orang yang sudah cukup panjang perjalanannya negara, pemerintah kita, bangsa kita mengalami gelombang kedua dan betul-betul mengerikan, tidak nyaman. Saya kira kita harus berubah, kita harus berusaha bahwa potensi itu kita antisipasi sehingga tidak terjadi gelombang ketiga," ujar Erlina.

Langkah pencegahan yang harus terus diupayakan antara lain penerapan protokol kesehatan dengan disiplin, menjalani vaksinasi Covid-19 dan meningkatkan imunitas diri dengan pola hidup bersih dan sehat serta gizi seimbang.

"Kalau kita masih bisa bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat, sama-sama ingin terbebas menghadapi pandemi ini, mestinya kita bisa mengantisipasinya," ujarnya.

Erlina menuturkan cakupan vaksinasi Covid-19 harus makin ditingkatkan karena saat ini masih 24 persen padahal sudah menuju akhir 2021. Sementara, Pemerintah Indonesia memiliki target vaksinasi yakni 70 persen dari total penduduk.

"Waktu awal-awal dikatakan kan di akhir tahun Indonesia sudah bisa 70 persen (untuk capaian vaksinasi) nah ini masih agak jauh baru 24 persen, jadi memang perlu upaya untuk menggiatkan dan meningkatkan vaksinasi ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astaga! Dr Tirta Prediksi Kedatangan Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia, Kapan?

Astaga! Dr Tirta Prediksi Kedatangan Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia, Kapan?

Surakarta | Kamis, 30 September 2021 | 17:38 WIB

Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19, Walkot Tangsel ke Warga: Jangan Panik, Tapi...

Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19, Walkot Tangsel ke Warga: Jangan Panik, Tapi...

Jakarta | Jum'at, 24 September 2021 | 09:05 WIB

Gelombang Ketiga Covid-19 RI Diprediksi Terjadi Desember 2021, Bagaimana Cara Hitungnya?

Gelombang Ketiga Covid-19 RI Diprediksi Terjadi Desember 2021, Bagaimana Cara Hitungnya?

Health | Kamis, 23 September 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

×