Pemenggalan dan Granat dalam Perang Antar Geng di Penjara Ekuador

Siswanto, BBC

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 07:42 WIB
Pemenggalan dan Granat dalam Perang Antar Geng di Penjara Ekuador
BBC

Suara.com - Empat ratus polisi menyerbu penjara di kota pelabuhan Guayaquil, tempat sedikitnya 116 tahanan tewas dalam tawuran antar geng.

Tawuran maut ini pecah hari Selasa (28/09) lalu dan para pejabat mengatakan Rabu bahwa penjara itu telah berhasil dikendalikan.

Namun pada Kamis (30/09) pagi, warga yang tinggal tak jauh dari penjara mengatakan mereka mendengar ledakan dan bunyi tembakan.

Tak lama kemudian, polisi mengatakan mereka mengerahkan 400 polisi lagi untuk "mempertahankan ketertiban."

Baca juga:

Polisi Ekuador mengunggah video di akun Twitter mereka yang menunjukkan polisi kembali ke kompleks penjara Guayas yang juga disebut rumah tahanan Litoral.

https://twitter.com/PoliciaEcuador/status/1443444746576334848


Mengapa tawuran pecah?

Perkelahian pecah pada Selasa (28/09) ketika para tahanan dari salah satu sayap penjara menyusup melalui lubang yang mereka gali dan menyerang geng saingan.

Paling tidak enam tahanan dipenggal dan yang lainnya ditembak dan sebagian tewas akibat ledakan granat.

baca juga

Polisi berhasil menyelamatkan enam tukang masak yang terperangkap di sayap tempat tawuran terjadi. Dua polisi terluka.

Direktur penjara Ekuador, Bolvar Garzn, mengatakan polisi memasuki penjara pada pukul 14:00 waktu setempat 02:00 pagi WIB Rabu dan menemukan 24 jenazah.

Menurut Garzn, masih terjadi penembakan pada Selasa dan Rabu ketika polisi masuk sayap penjara itu satu per satu dan menemukan lebih banyak lagi mayat, dan total sejauh ini 116 orang meninggal.

Empat ratus polisi kembali dikerahkan ke penjara itu pada Kamis pagi waktu setempat di tengah laporan terdengar bunyi tembakan dan ledakan.

Siapa yang terlibat dalam tawuran?

Fakta bahwa dua polisi terluka dan lebih dari 100 tahanan tewas menunjukkan bahwa apa yang terjadi adalah perang antar geng di penjara dan bukan pemberontakan tahanan.

Media lokal melaporkan pembunuhan brutal itu diperintahkan dari luar penjara dan menggambarkan perebutan kekuasaan antara kartel Meksiko yang berlangsung di Ekuador.

Penjara Litoral menampung tahanan dari Los Choneros, geng Ekuador yang diduga terkait dengan kartel kuat di Meksiko, Sinaloa.

Namun kelompok kriminal Meksiko lain, kartel Jalisco New Generation (CJNG), juga mencoba untuk bergabung dengan geng Ekuador untuk menguasai rute perdagangan obat bius dari Ekuador ke Amerika Tengah, dari kartel saingan, Sinaloa.

Pemenggalan dan brutalnya kekerasan di dalam penjara merupakan indikasi keterlibatan kartel Meksiko, yang sering membunuh musuh mereka dengan cara yang sangat brutal untuk menyebar ketakutan.

Mengapa tawuran sampai berujung maut?

Tawuran penjara ini merupakan yang paling parah dalam sejarah Ekuador. Namun sebelumnya sempat terjadi kekerasan brutal lain.


Faktor kunci dalam kekerasan di penjara Ekuador:

  • Ekuador adalah negara transit untuk penyelundupan kokain dari negara tetangga Peru dan Kolombia
  • Kartel brutal Meksiko meluas di Ekuador dan membentuk aliansi dengan geng Ekuador
  • Penjara yang terlalu penuh dan kurangnya penjaga membuat sulit patroli penjara

Pada Februari lalu, 79 tahanan tewas dalam tawuran simultan di empat penjara, salah satunya di Penjara Litoral.

Salah satu masalah, menurut direktur penjara Ekuador Garzn, adalah bahwa para tahanan memiliki persenjataan kuat.

Ia mengatakan banyak senjata yang diselundupkan ke penjara dan bahwa penggeledahan polisi baru menghasilkan sebagian kecil.

"Apa yang kami berhasil sita sangat sedikit karena mereka menyembunyikannya dengan teliti, dan kami tak dapat berbuat apa-apa lagi," katanya.

Presiden Lasso sebelumnya menyebut kekerasan di penjara karena penjara yang terlalu penuh. Juli lalu, katanya, sistem penjara di Ekuador, 30% terlalu penuh.

Saat itu, ia mengumumkan rencana untuk mempercepat proses pembebasan tahanan yang telah menjalani sebagian besar masa tahanan atau melakukan kejahatan ringan untuk melonggarkan kelebihan kapasitas.

Hari Rabu (29/09), ia menetapkan kondisi darurat sistem penjara, peraturan yang memungkinkan pejabat menghentikan sejumlah hak dan menggunakan militer menguasai kembali peraturan.

Ia juga mengatakan dana tambahan akan dikeluarkan untuk memasang kamera keamanan di penjara.

Tragedi kemanusiaan

Sanak saudara tahanan berkumpul di luar penjara dan juga rumah mayat untuk mencari informasi tentang saudara mereka.

Informasi tentang korban sulit di dapat karena banyak laporan yang menyebutkan sebagian mayat dipotong-potong dan dibakar dan mungkin lama untuk diidentifikasi.

Sebagian sanak keluarga mengatakan mereka dikirim foto dan video dari dalam penjara namun tidak mendapatkan kepastian apakah anggota keluarga mereka yang menjadi korban.

Surat kabar El Comercio melaporkan satu perempuan mengenali suaminya dari salah satu video.

Ia mengatakan suaminya termasuk korban yang dipenggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan 15 Narapidana

Kerusuhan di Penjara Ekuador Tewaskan 15 Narapidana

News | Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:28 WIB

Meksiko Kian Mencekam, Sejumlah Kota Jadi Ajang Perang Antar Geng, Belasan Orang Tewas

Meksiko Kian Mencekam, Sejumlah Kota Jadi Ajang Perang Antar Geng, Belasan Orang Tewas

News | Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:02 WIB

Terkini

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×