Minta PTM Terbatas dan Anak Masuk Mal Dikaji Ulang, PKS: Jangan sampai Panen Covid-19

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:43 WIB
Minta PTM Terbatas dan Anak Masuk Mal Dikaji Ulang, PKS: Jangan sampai Panen Covid-19
Ilustrasi PTM terbatas. [ANTARA/Walda Marison]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan aturan anak-anak untuk masuk mal. 

Pengkajian ulang dua kebijakan itu menurut Netty sebagai langkah antisipasi mengingat adanya kenaikkan kasus Covid-19 pada anak. Terutama semenjak diterapkan PTM terbatas.

"Antisipasi suasana  euforia masyarakat  karena turunnya level PPKM di sejumlah daerah. Lakukan upaya maksimal agar tidak membuka ruang bagi munculnya gelombang ketiga. Apalagi varian baru juga sedang mengintai masuk. Jangan buat kebijakan yang membuat kita menuai panen Covid-19," kata Netty dalam keterangannya dikutip Jumat (1/10/2021).

Netty mengatakan berdasarkan data di lapangan, mulai terjadi kasus hingga klaster Covid-19 di beberapa sekolah setelah penerapan PTM terbatas. Ia berujar sejumlah pihak seperti organisasi guru yang tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) bahkan telah meminta pemerintah untuk menunda PTM.

“Pemerintah seharusnya mempertimbangkan  masukan dari organisasi pendidik sebelum memutuskan penerapan  PTM. Jangan menutup mata dan telinga dari pertimbangan mereka yang  memahami betul kondisi lapangan," kata Netty.

Sementara itu, lanjut Netty realisasi vaksinasi anak usia 12-17 tahun masih rendah. Di mana berdasarkan data 23 September 2021, vaksinasi anak usia 12-17 tahun baru mencapai 12,79% untuk dosis 1 dan 8,84% untuk dosis 2 dari total target 26 juta.

"Artinya, masih banyak anak yang datang ke sekolah dalam kondisi belum divaksin,” kata Netty.

Di sisi lain, Netty memaparkan bahwa masih banyak sekolah yang belum memenuhi aspek kesiapan PTM,  seperti, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan pemetaan warga sekolah. 

"Baru  59 persen sekolah  yang mengisi Daftar Periksa Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka,” tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batal! Program Poligami Kader Dicabut, PKS Minta Maaf

Batal! Program Poligami Kader Dicabut, PKS Minta Maaf

Sumsel | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 10:13 WIB

Resmi! PKS Cabut Aturan Poligami Janda, Minta Maaf Karena Ranah Pribadi dan Bikin Gaduh

Resmi! PKS Cabut Aturan Poligami Janda, Minta Maaf Karena Ranah Pribadi dan Bikin Gaduh

Kalbar | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 09:55 WIB

Aturan Poligami Janda Dicabut, PKS Minta Maaf Sudah Membuat Gaduh

Aturan Poligami Janda Dicabut, PKS Minta Maaf Sudah Membuat Gaduh

News | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 09:19 WIB

Timbulkan Polemik, PKS Akhirnya Cabut Program Poligami untuk Para Kadernya

Timbulkan Polemik, PKS Akhirnya Cabut Program Poligami untuk Para Kadernya

Jawa Tengah | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 07:53 WIB

Terkini

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

×