Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Kamis, 14 Mei 2026 | 11:26 WIB
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau langsung penanganan siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026). (Pemprov DKI Jakarta).
baca 10 detik
  • Dinkes DKI Jakarta melaporkan 252 siswa SD di Cakung keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis pada 8 Mei 2026.
  • Penyebab keracunan adalah cemaran mikrobiologi akibat penggunaan bahan baku basi serta proses pengolahan makanan yang tidak sesuai standar.
  • Dapur SPPG Pulogebang terbukti mengabaikan prosedur sanitasi, tidak memiliki sertifikat laik higiene, dan menyimpan makanan melebihi batas waktu aman.

Suara.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap penyebab keracunan 252 siswa sekolah dasar usai menyantap menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cakung, Jakarta Timur.

Dalam laporan akhir kronologis kejadian luar biasa dan uji laboratorium sampel makanan, ditemukan kelalaian pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang.

Kadinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan hasil laboratorium menunjukkan adanya cemaran mikrobiologi pada pangan siap saji yang dikonsumsi oleh para siswa pada Jumat (8/5/2026) lalu.

"Pola hasil laboratorium dan hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa kejadian ini kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor kelalaian. Ada temuan cemaran mikrobiologi yang membahayakan pada makanan tersebut," kata Ani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).

Faktor kelalaian dalam kasus keracunan ini diakibatkan penggunaan bahan baku dan proses memasak yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

Salah satunya, tahu yang digunakan ternyata sudah tidak segar dan diolah dalam kondisi asam.

Selain tahu yang sudah asam, proses memasak menu Bakmi Jawa sebagai menu utama juga terbukti tidak sesuai dengan prosedur.

Dalam kasus ini, kata Ani, juru masak tidak melakukan proses perebusan pada mie basah sebelum diolah lebih lanjut.

"Proses pengolahan mie basah tidak melalui tahapan perebusan atau boiling. Sehingga, diduga kuat proses memasaknya tidak mencapai suhu optimal untuk menurunkan jumlah mikroorganisme atau bakteri yang ada di dalam mie tersebut," ucap Ani.

baca juga

Selain itu, ditemukan juga jeda waktu panjang, antara waktu makanan masak hingga waktu konsumsi yang melebihi batas aman.

"Terjadinya time-temperature abuse, yaitu jarak waktu antara makanan matang hingga dikonsumsi melebihi batas aman, yakni lebih dari empat jam. Ini terjadi akibat proses pengolahan dimulai terlalu dini," ujar Ani.

Anak-anak korban keracunan MBG sedang dirawat di posko darurat Cipongkor, Jawa Barat pada 26 September 2025. Lebih dari 6400 anak telah jadi korban keracunan MBG di Indonesia. [Antara]
Ilustrasi pelajar keracunan MBG. [Antara]

Kondisi seperti ini membuat banyak bakteri berkembang di dalan makanan sehingga menyebabkan para siswa mengalami keracunan. Terlebih, bahan yang digunakan sebagai menu juga telah basi.

"Jenis pangan yang disajikan tergolong pangan berisiko tinggi dan mudah rusak, yaitu bakmi Jawa dan pangsit tahu berkuah," ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, pihaknya juga menemukan jika kondisi dapur yang berada di Pulogebang memiliki kebersihan yang buruk. Dapur tersebut juga diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Makanan yang sudah matang pun dinilai dapat terpapar bakteri akibat lingkungan dan peralatan yang kotor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keracunan MBG di Jakarta Timur Berangsur Pulih, Mayoritas Pasien Segera Pulang

Keracunan MBG di Jakarta Timur Berangsur Pulih, Mayoritas Pasien Segera Pulang

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:48 WIB

Efek Psikologis Keracunan MBG: Siswa di Jaktim Ketakutan Saat Lihat Ompreng, Tolak Makanan RS

Efek Psikologis Keracunan MBG: Siswa di Jaktim Ketakutan Saat Lihat Ompreng, Tolak Makanan RS

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:57 WIB

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim

Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim

News | Senin, 06 April 2026 | 17:48 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Terkini

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:57 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

×