Kisah Biarawan Ethiopia, dari Pembawa Kitab Suci Kini Memanggul Senjata

Siswanto, BBC

Selasa, 05 Oktober 2021 | 17:53 WIB
Kisah Biarawan Ethiopia, dari Pembawa Kitab Suci Kini Memanggul Senjata
BBC

Suara.com - Seorang biarawan di Ethiopia, yang dulu hanya membawa tanda salib dan Alkitab saat prosesi ibadah, kini memanggul senjata sambil berbaris ke medan pertempuran melawan pemberontak Tigray.

Perang telah mengoyak-ngoyak negara itu, dan juga Gereja Kristen Ortodoks di sana.

"Saya bertempur mengandalkan dua hal - doa dan bedil," kata Gebremariam Aderaw.

Biarawan yang namanya berarti "Pelayan Bunda Maria" itu bergabung dengan militer Ethiopia, beberapa pekan setelah Perdana Menteri Abiy Ahmed menyerukan kepada semua laki-laki yang sehat untuk ikut memerangi pemberontak dari Fron Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Baca juga:

Kelompok itu melancarkan aksi mulai November tahun lalu di wilayah Tigray setelah berselisih dengan PM Abiy atas reformasi politiknya.

"Saat melihat negara ini jatuh dan para rohaniwannya dibunuh, saya lantas bergabung ke pasukan pertahanan, sambil meyakini bahwa ini hal yang penting untuk berjuang," kata Gebremariam.

Dia mengaku sudah dilatih seorang anggota milisi di kawasan Ambara, tempat dia tinggal.

"Saya tidak lalu terluka atau mati selama peperangan. Saya siap menerima semua akibatnya. Saya hanya takut kepada Tuhan," katanya.

baca juga

Kelompok TPLF menguasai sejumlah kota utama di kawasan Amhara Agustus lalu.

Ini termasuk Lalibela, yang terdapat bangunan-bangunan gereja yang dibuat dari batu peninggalan abad ke-12 dan 13 dan kini termasuk situs Warisan Dunia.

"Ada lebih dari 700 biarawan di Lalibela. Namun mereka pun menghadapi masalah karena tidak bisa menggelar ibadah rutin sejak wilayah itu dikuasai TPLF dan mereka pun belum mendapat gaji," kata Menychle Meseret, akademisi di Universitas Gondar di Amhara.

Selongsong peluru berserakan di dalam gereja

Meski tidak ada laporan kehancuran di Lalibela, Menychle mengatakan bahwa sejumlah gereja di kawasan itu jadi korban penjarahan uang, makanan, dan manuskrip kuno.

Itu pertanda bahwa TPLF telah melancarkan "perang habis-habisan tanpa memberi perlindungan kepada situs keagamaan maupun properti kebudayaan".

Media pemerintah juga melaporkan bahwa Gereja Checheho Medhanialem peninggalan abad kelima mengalami kerusakaan akibat tembakan-tembakan artileri TPLF.

Koresponden kantor berita Associated Press mengabarkan bahwa beberapa selongsong peluru berserakan di lantai gereja yang rusak di desa Chenna Teklehaymanot, sedangkan warga setempat mengungkapkan enam rohaniwan termasuk korban tewas akibat serangan TPLF akhir Agustus lalu.

Semua pihak yang terlibat konflik berkali-kali membantah terlibat kekejaman itu.

Umat Kristen Ortodoks melingkupi 43 persen populasi Ethiopia, sehingga menjadi kelompok mayoritas dan paling berpengaruh di negara Afrika itu.

Namun konflik itu telah memecah belah banyak warga.

Kalangan rohaniwan Tigray mengatakan bahwa operasi militer pemerintah di wilayah mereka, yang juga melibatkan pasukan dari negara tetangga Eritrea, menyebabkan terbunuhnya 325 pemimpin keagamaan, termasuk dari komunitas Muslim yang minoritas.

Pasukan pemerintah juga dituding menyerang 12 gereja dan masjid dalam enam bulan pertama perang.

PM Abiy telah 'menanggalkan sekulerisme'

Getachew Assefa, akademisi di Kanada yang juga anggota terkemuka gereja ortodoks di Amerika Utara, kepada BBC mengatakan bahwa serangan itu merupakan upaya untuk "mematahkan" semangat orang-orang Tigray dan memaksa mereka bertekuk lutut di hadapan Abiy dan sekutunya dari Eritrea, Presiden Isaias Afwerki.

Biara Debre Damo peninggalan abad keenam, yang dibangun di atas tebing terjal setinggi 24 meter di pegunungan Tigray, adalah salah satu situs yang manuskrip tua dan harta budaya lainnya. diduga dijarah oleh pasukan Eritrea.

Profesor Getachew mengatakan bahwa perang telah menyebabkan perpecahan mendalam di gereja, dengan cabangnya di Tigray "secara informal berjalan dengan caranya sendiri".

"Bahkan di dalam diaspora, Anda akan menemukan bahwa orang-orang tidak mau lagi berdoa bersama. Di Ontario, Kanada, sebuah gereja berganti nama jadi Gereja Ortodoks Tigray. Ini juga terjadi di Philadelphia [AS] dan di Australia," lanjutnya.

Dia juga mengatakan bahwa Abiy -- yang merupakan umat Kristen Pantekosta -- telah beranjak dari sekulersime yang menopang negara Ethiopia.

"Dia melihat merang yang telah dilancarkan sebagai perjuangan spiritual.

Saat bicara soal tekanan internasional untuk menghentikan perang, dia bilang bahwa negara itu bersedia meneguk minuman pahit yang Yesus dipaksa untuk meminumnya di kayu Salib, dan pada akhirnya "kami akan menang".

Baca juga:

"Dia bahkan berujar hal-hal seperti itu saat hari libur keagamaan, ketika orang-orang seharusnya berdoa bagi perdamaian," kata Prof Gettachew.

Salah seorang penasihat Abiy, Daniel Kibret, merupakan seorang rohaniwan yang memiliki banyak pengikut di kalangan umat Kristen Ortodoks - terutama kaum muda - telah menyebut TPF 'setan' yang harus 'dihapuskan.'

"Seharusnya tidak ada tanah di negeri ini yang menghidupi gulma seperti itu," katanya seperti yang dikutip AFP.

Profesor Getachew mengatakan bahwa dia dan Abiy sebenarnya bersahabat, namun mereka tidak lagi saling tegur sapa setelah pecahnya perang.

Saya menyadari perannya atas apa yang sedang terjadi. Retorikanya bersifat genosidal," ujar Kibret.

Setelah Departemen Luar Negeri AS mengecam komenter rohaniwan itu sebagai 'berbahaya' dan "sarat kebencian," Daniel mengatakan bahwa dia merujuk pada "organisasi teroris" dan bukan rakyat Tigray.

Juru bicara Abiy setuju, dengan mengatakan kepada AFP bahwa ada salah penerjemahan oleh para simpatisan Tigray.

Menychle menyalahkan konflik itu pada TPLF, dengan mengatakan kelompok tersebut selalu mempromosikan "Kebencian" dan secara etnis memecah belah perpolitikan.

Baca juga:

"Mereka bahkan dikabarkan menuding perdana menteri memiliki pandangan imperialistik, sama dengan yang dimiliki para kaisar Amhara di masa lalu dan ingin menghancurkan. Ini murni propaganda etnis bahwa TPLF biasa menyesatkan orang-orang Tigray untuk berperang," kata Menychle.

Bagi Profesor Getachew, hanya dialog antara pemerintah dan TPLF yang bisa mengakhiri perang.

"Setelah pembunuhan massal dan kelaparan, mereka harus bernegosiasi," ujarnya, sambil berharap masyarakat internasional akan melanjutkan tekanan pada pemerintah untuk sepakat berunding.

Uskup agung gereja itu, seorang etnis Tigray yang sebelumnya berkata bahwa telah terjadi genosida di Tigray, juga menyerukan perdamaian.

"Salib yang kta cetak di baju dan berupa tato di tubuh kita bukanlah cuma hiasan. Selama salib itu berarti perdamaian dan rekonsiliasi, kita harus pertahankan damai dan rekonsiliasi di antara kita dan dengan Tuhan," kata Abune Matthias dalam suatu pertemuan keagamaan akhir Desember lalu.

Sementara itu, Gebremariam tetap memanggul senjata, bertekad mengalahkan TPLF.

"Sejauh ini, kami sudah berupaya dengan berdoa, dan kini kami [akan] menang dengan bedil. Kami akan mengubur musuh-musuh Ethiopia sekaligus mempersatukan bangsa ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×