Suara.com - Jualan laris manis bisa didukung oleh berbagi faktor, mulai dari kelengkapan hingga strategi marketingnya.
Sebuah video dari TikTok menunjukkan alasan warung bisa laris. Bukan hanya karena kelengkapannya, namun juga faktor penjualnya.
Akun @gumelestari menunjukkan bahwa warung ibunya laris ketika adiknya yang jaga.
"Enggak tahu kenapa ketika warung mamaku dijagain sama adekku, jadi ramai sampai sampai anak-anak banyak yang jajan dan belanja," tulis akun tersebut.
"Terimaksih adikku," imbuhnya.

Video yang telah ditonton lebih dari empat juta kali itu mengundang berbagai rekasi dari warganet.
"Tolong cantumkan lokasinya, kami dari dinas perbelanjaan ingin mensurvei tanggal expired jualan nyaa, mohon kerja sama," komentar warganet.
"Penglaris pakai adik cantik," imbuh warganet lain.
"Ini misal dekat rumah, pasti gue beli minyak goreng per sendok, biar bisa bolak-balik liat ciptaan tuhan yang begitu cantik," tulis warganet.
"Di mana lokasinya, mau cek warung ini," timpal lainnya.
Video unggahan tersebut setidaknya telah menghimpun lebih dari 9 ribu komentar dan 267 ribu like.
Penjual atau pedagang dengan paras yang cantik memang selalu mengundang perhatian. Sebelumnya juga ada penjual gorengan di Yogyakarta yang viral karena parasnya yang ayu.
Penjual gorengan cantik asal Sleman, DI Yogyakarta yang ramai diperbincangkan baru-baru ini memiliki cerita lain sebelum dirinya viral. Wanita yang memilih menjadi pengusaha tersebut nyatanya sudah biasa berdagang sejak duduk di bangku SD hingga kuliah.
"Ketika masih di SMK tiap berangkat ke sekolah saya membawa kresek berisi nasi kucing dengan beberapa gorengan buatan ibu. Makanan itu saya jual dan tiap hari habis," kata Riandika Yossy Kartika dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (11/6/2020).
Yossy, sapaan akrabnya, sejak kecil sudah dididik mandiri. Ketika duduk di bangku SD, dara manis ini sudah berjualan es batu.
"Karena saya anak pertama, dididik untuk mandiri. Waktu SD juga sudah membantu jualan orang tua es batu. Jadi saya mengantar es batu ke angkringan atau warung-warung makan pakai sepeda motor yang dilengkapi kronjot (keranjang untuk sepeda motor). Dari situ akhirnya saya tertarik untuk berjualan sendiri sampai sekarang," kata dia.
Bukan tanpa alasan dirinya senang berdagang. Yossy mengaku sungkan untuk meminta uang jajan pada orang tuanya. Bahkan ketika dia memiliki pacar, orang tuanya menegaskan tidak akan memberi uang untuk alasan itu.
"Saya masih ingat orang tua bilang, bapak-ibu tidak akan memberi uang untuk alasan pacaran. Nah dari itu saya termotivasi untuk bisa menghasilkan uang sendiri. Lumayan saat berjualan nasi kucing di sekolah bisa mentraktir teman sampai pacar sendiri," kenang Yossy.