facebook

Tanam Mangrove di Pantai Morosari, Ganjar Pranowo: Selamatkan Bumi dan Kemanusiaan

Fabiola Febrinastri
Tanam Mangrove di Pantai Morosari, Ganjar Pranowo: Selamatkan Bumi dan Kemanusiaan
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menanam mangrove di Kabupaten Demak, Jateng. (Dok: Pemprov Jateng)

Land subsidence di daerah itu cukup tinggi, bahkan lebih cepat dari kenaikan air laut.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengikuti kegiatan menanam mangrove bertajuk "Polda Jateng Mageri Segara" bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, dan Forkompinda di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Selasa (12/10/2021).

"Kemarin mendampingi Presiden, trigger-nya luar biasa. Jateng menyambut cepat dan justru yang memulai dari Polda. Kita tinggal back up dan gaspol. Ini upaya kita, tidak hanya 'mageri segara' tetapi juga menyelamatkan Bumi dan kemanusiaan," kata Ganjar saat di lokasi.

Ganjar menuturkan, sebelum datang ke lokasi penanaman mangrove, ia sempat berkeliling di Desa Bedono sampai Pantai Morosari. Di pantai, ia bertemu dengan seorang ibu yang sudah lama berjualan dan bekerja di areal pantai itu.

Ia mendengarkan cerita, bahwa dulu daerah itu merupakan daratan dengan pasir putih, tetapi sekarang sudah tenggelam.

Baca Juga: Gubernur Ganjar Pranowo Berharap Program IUWASH Dapat Diteruskan Lagi

"Ibu itu menunjukkan ada makam di ujung. Katanya, dari makam sampai sini (tempat berjualan), dulu itu daratan dengan pasir putih. Hari ini sudah tidak ada. Lalu ia bercerita bagaimana survive sebagai orang pesisir pantai, dengan penghasilan yang cukup besar dari laut," ujarnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jateng itu menjelaskan tantangan dalam mengelola wilayah pesisir seperti daerah Sayung. Land subsidence di daerah itu cukup tinggi, bahkan lebih cepat dari kenaikan air laut, karena pengambilan air tanah yang berlebihan.

"Lalu soal tata ruang, kalau bisa dikontrol dengan baik, maka bisa dikendalikan. Suka tidak suka, kita harus menanam. Tidak hanya memagari laut, tetapi juga sebagai sumber kehidupan bagi ekosistem laut. Menanam mangrove tidak perlu cuaca, tinggal memetakan tempatnya dengan menghitung besarnya gelombang air laut," katanya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan "Mageri Segara" itu dilakukan serentak di 16 Polres dan Polresta di Jateng, khususnya di wilayah yang memilki pantai dan sungai, seperti sepanjang daerah di Pantura Jawa Tengah dan daerah di pantai Selatan.

"Tiap lokasi kita tanam 10 ribu pohon. Kegiatan ini juga untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, jadi selain tanam mangrove, kita juga panen kerang dari binaan Polairud. Kami juga memberikan bantuan sosial dan vaksinasi kepada warga. Ini hanya trigger awal saja, nanti akan diteruskan," katanya.

Baca Juga: Panas! Ketua PDIP Jateng Sebut Barisan Pendukung Ganjar Pranowo Celeng

Komentar