Kans Prabowo 2024 dan Menunggu Keputusan Megawati

Siswanto

Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:17 WIB
Kans Prabowo 2024 dan Menunggu Keputusan Megawati
Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP (Antara/R. Rekotomo).

Suara.com - Prabowo Subianto hanyalah satu dari beberapa nama yang diprediksi maju ke bursa pemilu presiden 2024. Beberapa nama potensial lainnya yang sekarang beredar yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Tapi membicarakan Prabowo, seorang menteri berlatar belakang politikus yang dua kali kalah dalam perhelatan pilpres, selalu menarik.

Jika Prabowo maju untuk ketiga kalinya, kira-kira siapa tokoh yang akan dipasangkan dengannya?

Analis politik dari lembaga Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut opsi memasangkan Prabowo dengan Sandiaga Uno atau Anies Baswedan (jika Anies tidak maju sendiri) bisa saja diambil jika Gerindra gagal kawin politik dengan PDI Perjuangan atau memasangkan dengan Puan Maharani.

"Misalnya Prabowo sama Puan nggak ketemu, nggak jadi ini koalisi, peta koalisi nggak jadi, maka Pak Prabowo tentu akan mencari tambahan kursi. Apakah akan tengok ke PKS, tapi tidak mengambil kader PKS, kembali mengambil Sandi atau mengambil Anies," kata Pangi dalam sebuah diskusi di gedung DPR, Kamis (14/10/2021).

Puan seorang menteri berlatar belakang politikus PDI Perjuangan. PDI Perjuangan merupakan partai yang memimpin koalisi untuk memenangkan pasangan Joko Widodo.  Puan hampir selalu masuk dalam survei calon presiden dan wakil presiden potensial. 

Berbicara mengenai elektabilitas, menurut Pangi, tingkat keterpilihan Prabowo -- kemudian jika dia dipasangkan dengan Sandiaga atau Anies -- sudah tinggi dalam berbagai survei terbaru.

Ini masih bicara tentang Prabowo, belum potensi sejumlah kandidat lain yang elektabilitasnya lebih tinggi.

Analis politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menyebut kans Prabowo untuk memenangkan laga jika maju kembali menjadi peserta pemilu presiden masih 50:50.

baca juga

"Bisa menang dan bisa juga tumbang," kata Ujang.

Ujang menyebut elektabilitas Prabowo dalam survei rata-rata hanya 30 persen dan itu merupakan jalan terjal untuk memenangkan pemilu.

"Jika ingin mengkalkulasi dan ingin melihat kemenangan paling tidak elektabilitasnya nembus 70 persen. Ini baru sedikit aman. Yang elektabilisnya tinggi hingga menjelang Pilpres 2024 berpotensi menang. Namun juga bisa tumbang," kata dia.

Prabowo harus berpasangan dengan tokoh yang bisa mengisi kelemahannya dari sisi elektabilitas jika tidak ingin dilibas lawan politik.

"Kemungkinan yang menjadi pesaing Prabowo, bisa Anies atau juga Ganjar. Atau bisa juga yang lain yang nanti muncul di detik-detik akhir. Karena biasanya politik juga selalu menghadirkan kejutan-kejutan," katanya.

Prabowo memang sudah didukung Gerindra di tingkat daerah. Tapi realitas politik bisa berkata lain.

Yang ramai di PDI Perjuangan

Di internal PDI Perjuangan sedang ramai setelah seorang kader menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo maju ke pemilu 2024. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyebut kader tersebut sebagai "celeng."

Sikap Bambang justru disesalkan karena dianggap terlalu reaksioner dengan menyebut kader dengan kata tidak etis. 

Sikap Bambang dinilai tidak mencerminkan ketenangan yang biasa ditunjukkan Megawati di ranah publik.

Analis dari lembaga Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago berkata, "Megawati saja hakul yakin di-injure time atau last minute bakal merestui dan mengusung capres dari kader PDIP yang potensial yang kira-kira bakal menang. Mana mungkin PDIP bakal mengusung capres yang bakal kalah (bandwagon effect)."

Megawati tidak akan mudah menjatuhkan pilihan sekalipun terhadap putrinya sendiri, Puan Maharani. Dia bisa membuat kalkulasi politik secara matang.

Salah satu tolak ukur Megawati sebelum memilih calon yaitu tren elektabilitas.

Jika memang elektabilitas Puan menunjukkan tren positif, Megawati tentu akan mempertimbangkannya maju ke pemilu presiden dan wakil presiden.

"Namun kalau kemudian elektabilitas Puan stagnan, walaupun sudah diderek dengan berbagai macam strategi dan cara dan tidak maksimal hasil dengan kerja keras, maka Megawati saya pikir akan bijak juga memutuskan jagoannya untuk bertarung pada pilpres 2024," kata Pangi.

Itu sebabnya, sebelum pilihan Megawati ditetapkan, siapapun di internal PDI Perjuangan memiliki peluang.

"Masih terbuka semua kemungkinan terjadi, apalagi kalau kader PDIP semuanya punya modal elektoral yang bagus baik popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas, ini harusnya elite PDIP bangga karena kader PDIP tetap banyak stok kader terbaik dan moncer secara elektabilitas," kata Pangi.

Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, “Hanya PDI Perjuangan yang punya calon nominasi unggulan lebih dari satu.” 

Di antara calon yaitu Ganjar Prabowo, Tri Rismaharani, dan Puan Maharani. 

"Ada Mas Ganjar, Mbak Puan, ada juga Bu Risma, bagi PDIP itu hal menguntungkan dalam arti kedepan akan ada keputusan yang akumulatif untuk mengadapi pilpres 2024,” kata dia.

Kader PDI Perjuangan meyakini Megawati akan membuat keputusan yang tepat, termasuk bilamana harus memilih kader partai lain. [rangkuman laporan Suara.com]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Bahas Skandal Asusila Bill Clinton, Deny Indrayana Ingatkan Prabowo Soal 3 Hal Bikin Rezim Runtuh

Bahas Skandal Asusila Bill Clinton, Deny Indrayana Ingatkan Prabowo Soal 3 Hal Bikin Rezim Runtuh

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:54 WIB

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:25 WIB

Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi

Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:17 WIB

Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal

Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:10 WIB

Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan

Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:27 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!

Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana

Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya

Sport | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Arti Pentingnya Peran Orang Tua dalam Film Aku Sebelum Aku

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Komentar Pedas Pelatih Singapura Jelang vs Indonesia: Mitchell Baker Bukan Ancaman

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:30 WIB

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

5 Parfum Lokal Wangi Fresh Aquatic, Sensasi Segar dan Menenangkan Sepanjang Hari

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Bara di Gunung Kertas: Perjuangan Damkar Taklukkan Api di PT Sun Paper Source

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Kementerian ESDM Tetapkan HBA Agustus 2026 Sebesar 124,44 Dolar AS per Ton

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Berawal dari Keresahan, Roni Timothy Hadirkan Buku yang Mengupas Dunia Desain Pameran

Berawal dari Keresahan, Roni Timothy Hadirkan Buku yang Mengupas Dunia Desain Pameran

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:17 WIB

6 Makna Lambang Tunas Kelapa dalam Pramuka

6 Makna Lambang Tunas Kelapa dalam Pramuka

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:15 WIB

×