- Mantan Wamenkumham Denny Indrayana menyebutkan krisis ekonomi, skandal publik, dan skandal pribadi dapat menjatuhkan rezim pemerintahan.
- Denny mengingatkan Presiden Prabowo pada Rabu (29/7/2026) agar waspada terhadap potensi korupsi dan hilangnya kepercayaan masyarakat.
- Pemerintahan harus mengatasi berbagai persoalan tersebut melalui kebijakan ekonomi kredibel serta penegakan hukum yang adil.
Suara.com - Mantan Wamenkumham sekaligus pengamat politik, Deny Indrayana mengungkapkan ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan jatuhnya sebuah rezim.
Ketiganya itu bisa dijadikan Presiden Prabowo sebagai batasan dalam menjalankan pemerintahannya.
"Pertama krisis ekonomi, kedua skandal publik, dan ketiga skandal pribadi," kata Deny dikutip dari Youtube @AmienRaisOfficial pada Rabu, (29/7/2026).
Pada faktor krisis ekonomi, ia mengenang carut-marutnya situasi ekonomi pada 1998 yang berujung pada lengsernya Presiden Soeharto.
Carut-marutnya situasi saat itu, salah satunya dikarenakan oleh kekuasaan yang cenderung terpusat pada satu pihak. Yakni, Cendana, Istana, Senjata dan Pengusaha Sembilan Naga.
Bahkan, hingga kini pihak-pihak tersebut masih perlu diawasi karena dikhawatirkan berpotensi melakukan korupsi kembali. Mengingat sebagian dari mereka diantaranya berada di lingkaran Presiden Prabowo saat ini.
"Saya pikir godaan itu mengetuk kerabat-kerabat Pak Prabowo. Tentu harus dijaga betul supaya korupsi tidak masuk ke ruang-ruang itu," katanya.
Pada faktor skandal pribadi, Denny menegaskan pengungkapan kasus tetap harus berpegang pada prinsip ruang privat yang musti dihormati.
Namun ruang itu berhenti ketika skandal menyangkut pelanggaran hukum dan merugikan masyarakat hingga menjadi skandal publik.
Walau memang sejauh ini skandal yang menyeret tokoh publik kebanyakan dalam kasus asusila.
Ia mencontohkan upaya pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang diduga melakukan tindak asusila.
Ia juga berpendapat, adanya skandal yang melibatkan pejabat publik dikhawatirkan akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Bagi pejabat publik, kepercayaan bukan aksesori. Kepercayaan adalah modal kekuasaan," tambah Deny.
Oleh karena itu, Deny mengingatkan Presiden Prabowo agar tiga faktor tersebut dapat dijadikan alarm bagi jalannya pemerintahan saat ini.
Mengatasi faktor-faktor itu, menurutnya tidak bisa dituntaskan dengan hanya melalui pidato kepresidenan.
"Krisis ekonomi harus dipulihkan dengan kebijakan yang kredibel. Korupsi harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Skandal pribadi harus dihadapi dengan kejujuran dan proses hukum yang adil," tegasnya.
Jika ketiga faktor itu diabaikan, ia khawatir pemerintahan berjalan dengan hasil yang tidak maksimal. (Reporter: Alif Bintang)