Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:10 WIB
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan masalah ekonomi dan kebocoran kekayaan negara melampaui perkiraannya.
  • Guru Besar UMY Ridho Al-Hamdi mendesak Presiden Prabowo menindak tegas oknum birokrasi pemburu rente pada Rabu (29/7/2026).
  • Pemerintah disarankan memperkuat kembali independensi KPK serta mengevaluasi kementerian tidak profesional untuk memberantas kebocoran anggaran.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto belum lama ini tak menyangka besarnya persoalan Indonesia di luar perkiraannya. Hal itu tidak terlepas dari distorsi atau penyimpangan terhadap perekonomian Indonesia, termasuk soal kebocoran kekayaan negara melalui berbagai praktik ilegal.

Pengakuan itu dinilai tidak boleh sebatas hanya menjadi komoditas retorika di atas panggung politik.

Lebih dari itu Presiden didesak untuk membuktikan mandat rakyat dengan keberanian menindak tegas praktik perburuan rente yang diduga kuat melibatkan oknum di dalam birokrasi dan internal pemerintahannya sendiri.

"Jadi jangan hanya sekedar ngomong di atas panggung saja, jadi buktikan dengan posisinya sebagai presiden," kata Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi, kepada Suara.com, Rabu (29/7/2026).

Menurut Ridho, kebocoran anggaran tidak hanya disebabkan faktor eksternal. Melainkan karena adanya pejabat yang bermain dengan pelaku pasar demi keuntungan pribadi.

"Maka ya Prabowo harus tegas menyikat orang-orang yang mempunyai kepentingan untuk pemburu rente kelompoknya saja," tegasnya.

Tantangan terbesar justru datang dari dalam tubuh pemerintah sendiri. Oleh sebab itu, upaya membenahi negara tidak cukup hanya dengan kebijakan, namun membutuhkan keberanian politik untuk menghadapi kepentingan yang telah mengakar.

Keberadaan oknum di lembaga penegak hukum yang berburu keuntungan pribadi disebut semakin memperparah kondisi itu. Sekaligus memicu situasi di mana aparat pengawas yang seharusnya menjadi pelindung justru bertransformasi menjadi sumber masalah.

"Ya di mana-mana itu virus pasti lebih kuat daripada antivirus. Ya bahkan antivirus seperti polisi, seperti kejaksaan, mereka pun bisa menjadi virus juga, gitu kan kira-kira. Jadi tantangannya justru dari internal pemerintah sendiri," tuturnya.

baca juga

Persoalan itu sangat berpotensi muncul dalam pelaksanaan beberapa program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Meski tujuan pembentukan lapangan kerjanya tergolong baik, praktik bisnis di tingkat tapak dinilai berpotensi besar memperparah kebocoran alokasi anggaran negara yang bernilai fantastis.

"Sebenarnya konsep itu bagus, problemnya kan mafia-mafia yang bermain mencari keuntungan di KDMP dan MBG," ujarnya.

Sebagai indikator keseriusan pemerintah, Ridho mendorong Prabowo memperkuat kembali independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ilustrasi korupsi dana hibah pariwisata Sleman. (Pixabay)
Ilustrasi korupsi. (Pixabay)

Menurutnya, lembaga antirasuah yang kuat menjadi kunci untuk membongkar kebocoran anggaran di berbagai sektor.

"Kalau KPK diberikan kekuatan dan independensi, korupsi di MBG dan sektor-sektor lain pasti akan bisa dibongkar. Ini kan problemnya lembaga-lembaga independen yang kuat sering kali dijegal dan dilemahkan, seperti disuntik lemah, disuntik mati bahkan," kata dia.

Selain itu, Prabowo diminta untuk berani mengevaluasi kementerian yang dinilai tidak profesional serta tidak terjebak kompromi politik.

Menurut Ridho, pengakuan bahwa persoalan Indonesia lebih besar dari perkiraan hanya akan bermakna jika diikuti keberanian membersihkan orang-orang yang menjadi sumber masalah di dalam pemerintahan.

"Sering kali pejabat yang punya keberanian melawan kemungkaran itu justru yang distop atau diberhentikan. Nah, Prabowo berani enggak yang begitu-begitu?" pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan

Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:27 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:00 WIB

Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!

Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana

Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×