Cerita Peneliti LIPI Soal Bom Bali I: Bom Meledak 200 Meter dari Kamar

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:30 WIB
Cerita Peneliti LIPI Soal Bom Bali I: Bom Meledak 200 Meter dari Kamar
Peneliti LIPI Hermawan Sulistiyo. [Tangkapan layar/Ria Rizki]

Suara.com - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Politik dan Keamanan Negara Hermawan Sulistyo sempat tidak berpikir tidak tahu manfaatnya setelah selama 25 tahun belajar soal bom hingga terorisme. Namun pada akhirnya, ilmu yang didapatkan tersebut terpakai ketika Bom Bali I terjadi pada 2002.

Hermawan mengungkapkan, dirinya kerap berada di dekat lokasi terjadinya peledakan bom. Bahkan, ketika Bom Bali I terjadi hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi.

"Malamnya bom meledak, hanya 200 meter dari kamar," ungkap Hermawan dalam diskusi virtual, Kamis (14/10/2021).

Hermawan kala itu berada di Bali, karena akan melakukan penelitian soal kondisi polisi yang baru saja lepas dari TNI untuk menjadi institusi sendiri. Tanpa alasan yang berarti, dia memilih Bali sebagai daerah penelitiannya.

Ketika penelitian sudah selesai, seharusnya ia berangkat ke kota lain, namun mendadak dibatalkan. Entah mengapa Hermawan ingin menghabiskan waktu sebentar untuk berjemur di sana.

Namun tak disangkanya, keputusannya tersebut ternyata mempertemukan Hermawan dengan Bom Bali I.

Sebelum ada kejadian tersebut, Hermawan sempat memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan terorisme. Namun ketika melihat Bom Bali I, pemikirannya mendadak berubah.

"Nah, jadi seluruh ilmu yang 20 tahun saya pelajari itu kemudian saya putuskan ini nggak bisa. Ini pertaruhannya bukan hanya bangsa tapi kemanusiaan. Karena kalau salah penanganan, Indonesia ambruk pasti," ujarnya.

Kala itu, kata Hermawan, belum ada Densus 88. Tim yang mengurusi soal bom itu hanya ada di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

baca juga

Sehingga pada saat itu, kondisi polisi tidak memiliki pengalaman untuk menangani bom dan juga tidak memiliki anggaran. Hermawan tidak memungkiri banyak anggota polisi yang secara sukarela datang ke Bali untuk membantu namun tidak ingin dianggap secara resmi.

Sampai pada akhirnya, Kapolri mengeluarkan surat keputusan terkait tim yang harus melakukan penanganan. Lantaran tidak memiliki anggaran, anggota polisi yang ditugaskan malah sulit bekerja.

Waktu itu, anggota polisi hanya bisa menggunakan ponsel dua hari saja, karena tidak memiliki pulsa. Hal serupa juga terjadi pada kendaraan yang digunakan.

"Sementara sepeda motor, tidak bisa jalan setelah dua hari juga karena enggak ada bensin," ucapnya.

Akhirnya, Hermawan mengambil inisiatif dengan meminta kepada suatu perusahaan untuk membantu anggaran investigasinya. Ia berhasil mendapatkan Rp 100 juta kali itu.

Ia juga mencoba meminta direktur utama XL untuk menyumbangkan pulsa bagi tim investigasi.

"Itulah awal mula modal untuk investigasi polisi."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadiri Peringatan Bom Bali, BNPT Imbau Waspadai Ideologi Terorisme Dengan Sentimen Agama

Hadiri Peringatan Bom Bali, BNPT Imbau Waspadai Ideologi Terorisme Dengan Sentimen Agama

Bali | Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:20 WIB

Peringatan 19 Tahun Tragedi Bom Bali

Peringatan 19 Tahun Tragedi Bom Bali

Foto | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:50 WIB

Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Korban Bom Bali: Saya Sangat Tidak Setuju

Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Korban Bom Bali: Saya Sangat Tidak Setuju

Bogor | Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:56 WIB

Terkini

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:28 WIB

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:27 WIB

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:19 WIB

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:15 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

×