Covid-19 Mendadak Turun Drastis di Indonesia, India dan Inggris, Begini Analisa Pakar

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 18 Oktober 2021 | 08:48 WIB
Covid-19 Mendadak Turun Drastis di Indonesia, India dan Inggris, Begini Analisa Pakar
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia menyaksikan sebuah fenomena pandemi menggembirakan baru-baru ini di mana jumlah kasus Covid-19 varian Delta turun dari sekitar 54 ribu menjadi hanya 1.400 pada 5 Oktober 2021 lalu. Penurunan juga terjadi di India dan Inggris beberapa waktu lalu.

Menyadur laman VOA, Senin (18/10/2021), Andy Slavitt, mantan penasihat Presiden Joe Biden pada tim penanggapan Covid-19, mengatakan penurunan drastis kasus Covid-19 di Inggris dan India bisa menjadi paradigma baru seputar penyebaran virus corona dalam masyarakat. Di akun Twitternya, Slavitt menulis: “Delta naik cepat dan juga turun secara cepat.”

VOA menghubungi Dr. LJ Tan, Chief Strategy Officer pada Immunization Action Coalition atau IAC. Dia menilai fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor yang beraksi secara bersamaan.

Namun, lanjutnya, ketika kekebalan berkurang, orang-orang yang terinfeksi pada momen lebih dini, mereka menjadi bagian dari kelompok yang rentan terhadap infeksi, kekebalan mereka melemah.

"Dan Anda saksikan lonjakan lagi. Jadi penyebarannya naik dan turun berdasarkan evolusi virusnya, kelompok orang rentan yang naik dan turun, dan sudah tentu intensitas vaksinasi," tambahnya.

Dr. Lily Widyastuti Hikam adalah pakar bio-medical science dan manajer riset di PT Kalbe Farma. Dia berpendapat, berbagai langkah pro-aktif yang diprakarsai pemerintah dan dengan dukungan kuat dari masyarakat telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Saya rasa ini bagian dari efek, ya salah satunya PPKM dan juga peningkatan testing dan tracing (pelacakan) di Indonesia, juga penggalakan program vaksinasi. Meski tidak mencegah penularan, vaksin ini sangat berguna untuk meredam gejala-gejala berat Covid-19 yang membuat pasien harus masuk rumah sakit, jadi mereka bisa sembuh di rumah dengan self-isolation (isolasi mandiri). Saya rasa tiga faktor itu berperan penting dalam penurunan kasus COVID kita dari bulan Juli sampai sekarang," paparnya.

Inggris pada pertengahan Juli lalu juga menyaksikan kasus Covid-19 varian Delta yang memuncak, namun menurun lebih dari 50 persen pada permulaan Agustus. Selain tingkat vaksinasi yang tinggi, kinerja sistem pelacakan elektronik negara itu mengesankan.

Warga Inggris diperingatkan apabila mereka ‘kontak’ dengan pengidap Covid-19. Mereka akan “dikirimi nada ping” oleh pemerintah ke ponsel masing-masing. Nada ini berarti penerimanya wajib melakukan isolasi mandiri. “Pingdemic” ini berhasil memperingatkan lebih dari 700 ribu warga Inggris untuk melakukan isolasi mandiri. (Sumber: VOA)

Baca Juga: Wajib Karantina, Begini Aturan Penumpang dari Luar Negeri di Bandara Soetta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI