Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia

Bella Suara.Com
Senin, 16 Maret 2026 | 16:35 WIB
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
Ilustrasi disiram air keras (chatgpt)
Baca 10 detik
  • Kasus Andrie Yunus KontraS disiram air keras di Jakarta Pusat menambah daftar panjang intimidasi aktivis.
  • Sejumlah kasus teror terkenal meliputi pembunuhan Munir (2004) dan penyiraman Novel Baswedan (2017).
  • Masyarakat sipil mendorong penegak hukum mengusut tuntas teror terhadap aktivis demi mencegah impunitas.

Suara.com - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus kembali memunculkan kekhawatiran soal keselamatan para aktivis di Indonesia. Serangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu menambah panjang daftar intimidasi dan kekerasan yang pernah dialami para pembela hak asasi manusia dan aktivis antikorupsi di Tanah Air.

Berikut sejumlah kasus teror terhadap aktivis yang pernah menyita perhatian publik:

1. Pembunuhan Aktivis HAM Munir (2004)

Pendiri KontraS Munir Said Thalib meninggal dunia pada 7 September 2004 dalam penerbangan menuju Belanda setelah diracun arsenik. Kasus ini menjadi salah satu pembunuhan aktivis paling terkenal di Indonesia dan hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan mengenai aktor intelektual di baliknya.

2. Penyerangan terhadap Aktivis ICW Tama Satrya Langkun (2010)

Aktivis antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) ini diserang empat orang tak dikenal di Jakarta Selatan pada Juli 2010. Tama mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam saat dalam perjalanan pulang pada dini hari.

3. Teror terhadap Pegawai KPK (2012–2016)

Sejumlah penyidik dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi mengalami berbagai bentuk teror ketika menangani kasus-kasus korupsi besar, mulai dari ancaman, pembuntutan, hingga pelemparan bom molotov di sekitar rumah mereka.

4. Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan (2017)

Baca Juga: Usut Teror Air Keras Andrie Yunus, TAUD Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 setelah salat Subuh di dekat rumahnya di Jakarta. Serangan ini menyebabkan kerusakan serius pada mata Novel dan memicu kecaman luas dari masyarakat sipil.

5. Teror Bom terhadap Pimpinan KPK (2019)

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif diteror bom molotov oleh orang tak dikenal pada Januari 2019. Peristiwa tersebut terjadi ketika KPK tengah menangani sejumlah perkara korupsi besar.

6. Tekanan Hukum terhadap Aktivis Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti (2021–2023)

Kedua aktivis HAM ini dilaporkan ke polisi setelah membahas dugaan konflik kepentingan bisnis tambang di Papua dalam sebuah diskusi yang diunggah ke media sosial. Kasus ini memicu perhatian publik karena dinilai berkaitan dengan kebebasan berekspresi.

7. Intimidasi terhadap Aktivis HAM Veronica Koman (2019–2021)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI