Anggota DPR Inggris Ditikam: TSK Pernah Dirujuk ke Program Cegah Terorisme

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:13 WIB
Anggota DPR Inggris Ditikam: TSK Pernah Dirujuk ke Program Cegah Terorisme
BBC

Suara.com - Tersangka pelaku penikaman anggota DPR Inggris, Sir David Amess, telah diketahui identitasnya. Dia bernama Ali Harbi Ali, sebagaimana diungkapkan sejumlah pejabat pemerintah Inggris kepada BBC.

Kepolisian mengatakan Ali, yang merupakan warga negara Inggris, ditahan di kantor polisi London setelah dia diduga menikam Amess hingga tewas pada Jumat (15/10).

Ali dikenai pasal dalam Undang-Undang Terorisme tahun 2000 dan aparat punya waktu sampai 22 Oktober mendatang untuk menginterogasinya. Kepolisian meyakini dia bertindak seorang diri.

BBC mengetahui bahwa Ali pernah dirujuk ke program Prevent beberapa tahun lalu. Prevent merupakan program di Inggris yang bertujuan mencegah sejumlah orang mengalami radikalisasi sekaligus mencegah terorisme.

Para guru, anggota masyarakat, layanan kesehatan nasional Inggris, dan pihak lainnya bisa merujuk beragam individu ke sebuah panelis yang terdiri dari polisi, pekerja sosial, dan berbagai ahli guna menentukan apakah intervensi diperlukan dan cara mengintervensi kehidupan individu-individu tersebut.

Ikut serta dalam program ini bersifat sukarela dan bukan sanksi pidana.

Baca juga:

Ali, yang merupakan keturunan Somalia, ditengarai tidak menghabiskan waktu lama dalam program itu dan dia tidak pernah menjadi "sorotan" lembaga keamanan MI5.

Sesaat setelah kejadian Ali ditahan atas dugaan pembunuhan, namun kemudian aparat memutuskan untuk menahannya lebih lama menggunakan UU Terorisme.

Pada Sabtu (16/10), pengadilan memberi izin kepada kepolisian untuk menahan Ali sampai 22 Oktober.

Bagaimana kejadiannya?

Sir David, seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif sejak 1983, menggelar pertemuan rutin dengan konstituennya di Gereja Belfairs Methodist di Leigh-on-Sea, Essex, pada Jumat (15/10).

Saat itulah dia ditikam beberapa kali hingga tewas.

Belakangan kepolisian menyatakan pisau yang dipakai untuk menikam telah ditemukan di tempat kejadian perkara.

Keesokan harinya, pada Sabtu (16/10), aparat menggeledah tiga rumah di kawasan London. Sebuah pemeriksaan post-mortem juga berlangsung hari itu.

Sir David berusia 69 tahun saat tewas. Mendiang meninggalkan seorang istri, empat putri, dan seorang putra.

Sebuah acara perkabungan diadakan di in Leigh-on Sea pada Sabtu (16/10) malam untuk mengenang Sir David.

Ucapan belasungkawa datang dari berbagai penjuru, termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

Perdana Menteri menyebut Sir David sebagai "salah satu orang terbaik dan teramah dalam politik" dengan "catatan luar biasa dalam meloloskan undang-undang guna membantu kaum paling rentan".

Politisi khawatir keselamatan

Sir David merupakan anggota DPR kedua yang dibunuh setelah Jo Cox dari Partai Buruh pada Juni 2016.

Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran para anggota DPR, mengingat banyak di antara mereka rutin menggelar temu wicara yang dapat dihadiri siapapun.

Menteri Dalam Negeri, Priti Patel, mengatakan langkah keamanan telah diterapkan untuk melindungi para anggota parlemen. Namun, dia menegaskan bahwa para anggota DPR akan terus menjalankan tugas tanpa terhambat.

"Kami akan terus melangkah, kami hidup di masyarakat terbuka, sebuah negara demokrasi," cetus Patel saat mendatangi tempat kejadian perkara bersama PM Boris Johnson, pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer, serta ketua DPR Sir Lindsay Hoyle.

"Kami tidak akan tunduk pada individu manapun atau motivasi apapunsehingga kami berhenti melakukan tugas kami, untuk melayani negara dengan demokrasi melalui pemilu."

Meski demikian, ada beberapa anggota DPR yang memilih tidak melakukan temu wicara sesudah pembunuhan Sir David.

Anggota DPR dari Partai Konservatif, Tobias Elwood, yang membantu seorang polisi yang ditikam saat serangan teror pada 2017 di Westminster, mengimbau para anggota parlemen untuk berbicara kepada konstituen melalui telepon atau Zoom untuk sementara.

Anggota DPR dari Partai Buruh, Diane Abbott, mengaku memilih menggelar rapat online untuk menghindari serangan penikaman.16.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja

Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:26 WIB

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB

Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar

Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:10 WIB

Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka

Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:58 WIB

Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub

Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:56 WIB

Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1

Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:53 WIB

Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan

Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:45 WIB

Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:37 WIB

Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!

Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!

News | Kamis, 23 April 2026 | 14:36 WIB