alexametrics

Kisah Anak SD di Surabaya Lolos dari Tangan Tiga Penculik: Polisi Memulai Penyelidikan

Siswanto
Kisah Anak SD di Surabaya Lolos dari Tangan Tiga Penculik: Polisi Memulai Penyelidikan
Ilustrasi penculikan dan penyekapan (Shutterstock).

Dari dalam sebuah mobil yang mendekati MI, seseorang bertanya. "Dek pom bensin endi."

Suara.com - Seorang anak sekolah dasar di Surabaya menjadi korban percobaan penculikan yang dilakukan tiga orang pengendara mobil yang menemuinya sepulang dari sekolah, Selasa kemarin. Mereka berpura-pura menanyakan tempat sebelum beraksi. Kasus ini sedang dalam penyelidikan pihak berwenang.

Berkat keberaniannya, murid berinisial MI itu berhasil lolos dari tangan penculiknya.

Kejadian berlangsung ketika MI yang berusia 12 tahun baru pulang dari sekolahnya yang sudah memulai pembelajaran tatap muka.

Dari dalam sebuah mobil yang mendekati MI, seseorang bertanya. "Dek pom bensin endi."

Baca Juga: Kesaksian Ayah Korban Pinjol Ilegal, Pinjam Rp2,5 Juta: Dituduh Buron dan Mau Diculik

Dengan polisi, MI menunjukakan arah tempat SPBU. 

"Lurus pak, nanti jalan raya belok kiri, nanti ada pom bensin," kata MI yang diceritakan kembali oleh Agus Riyanto, seorang penjaga sekolah. 

Tanpa dapat diduga, setelah MI menjawab pertanyaan itu, dia ditarik dan mulutnya ditutup. MI dimasukkan dengan paksa ke dalam mobil.

Mobil kemudian meluncur ke Jalan Raya Jemur. Di Jalan Raya Jemur, mobil berhenti.

Salah seorang pelaku menelepon.

Baca Juga: Bocah Korban Penculikan Telepon Ayahnya: Ayah Pulang, Mau Dijemput

Timbul keberanian MI untuk melakukan perlawanan.

Dia berhasil ke luar dari dalam mobil dan lari ke arah SMPN 13, Kecamatan Wonocolo.

Pelaku mengejar MI. Tetapi mereka kalah cepat. Sampai di tikungan jalan, mereka menyerah dan bergegas kembali masuk ke dalam mobil.

MI lari terus. Dia terjatuh dan mulutnya berdarah, tetapi dia bangkit dan kembali berlari. MI selamat.

MI tak mengenali ketiga orang yang ingin menculiknya. Dia hanya mengungkapkan ciri-ciri umum, dua pria berbadan tegap dan tinggi, sedangkan yang satu orang lagi berbadan pendek.

Mereka semua menggunakan masker dan jika bicara berlogat Jawa.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Wonocolo Inspektur Polisi Satu Ristitanto mengatakan korban membuat laporan di Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan mengaku sudah mendapatkan laporan dari orang tua MI.

Polisi sudah memulai penyelidikan. “Kami akan mencari jejak pelaku yang melakukan perbuatan tersebut.” 

Semua orang tua dan guru diimbau untuk mengingatkan anak-anak agar lebih waspada agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Baik siswa, guru, atau wali murid agar lebih mengingatkan anaknya untuk berhati-hati saat bersekolah atau bermain. Artinya, betul-betul diperhatikan,” kata Yusep.

“Gurunya harus memperhatikan muridnya agar peristiwa serupa tidak terjadi di Surabaya maupun kota lainnya. Kami akan serius menangani ini.” [sumber: Beritajatim]

Komentar