Sejarah Tragedi Bintaro: Kronologi, Jumlah Korban hingga Penyebabnya

Rifan Aditya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:52 WIB
Sejarah Tragedi Bintaro: Kronologi, Jumlah Korban hingga Penyebabnya
Penggalan film Tragedi Bintaro (tangkapan layar YouTube FLIK TV)

Suara.com - Tepat 34 tahun silam, terjadi peristiwa yang menewaskan banyak korban, dan menjadi tragedi kecelakaan transportasi yang parah hingga saat ini, itu adalah Tragedi Bintaro. Apa penyebab Tragedi Bintaro? Bagaimana kronologi dan berapa jumlah korbannya?

Simak penjelasan lengkap tentang Tragedi Bintaro berikut ini. Dalam kecelakaan kereta api tragis yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987, sebanyak 156 orang meninggal dunia dan 300 orang lainnya luka-luka. 

Tragedi Bintaro merupakan peristiwa tabrakan antara kereta api Patas Merak dengan KA 225 di Pondok Betung, Bintaro. Kedua kereta tersebut ringsek akibat benturan keras. Bahkan peristiwa mengenaskan ini tercatat sebagai tragedi kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. 

Untuk mengenal lebih jauh tentang Tragedi Bintaro, berikut ini kronologi, jumlah korban,  jumlah korban, lokasi, dan penyebabnya. 

Kronologi dan Lokasi Tragedi Bintaro 

Peristiwa ini terjadi ketika KA 220 Patas Merak dengan KA 225 di Pondok Betung melintasi satu rel yang sama dari arah berlawanan. 

Benturan dari kedua KA pun tak terelakkan. Kecelakaan tersebut mengakibatkan lokomotif dan gerbong pertama pada kedua kereta hancur hingga menyebabkan ratusan penumpang luka-luka bahkan meninggal dunia. 

Kronologi Tragedi Bintaro ini terjadi pada pukul 07.00 WIB. Diketahui, KA 225 Rangkas Bitung - Jakarta Kota membawa sebanyak 1.887 penumpang yang mana melebihi kapasitas 200 persen kapasitas kereta. 

Saat itu, penumpang masih diperbolehkan menaiki atap kereta atau memenuhi gerbong kereta hingga padat. Sedangkan KA 220 Tanah Abang - Merak kala itu mebawa 478 penumpang dan tercatat masih dalam kapasitas normal sehingga penumpang dapat duduk di kursinya masing-masing. Meski begitu, jumlah tersebut merupakan catatan dari penumpang yang membeli atau membawa karcis. 

baca juga

Selanjutnya, peristiwa nahas itu pun dimulai. Diketahui, KA 220 Tanah Abang-Merak berangkat dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Sudimara. Hal ini lantas mengagetkan petugas Stasiun Sudimara lantara tiga jalur kereta sudah terisi. 

Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sudimara kemudian meminta persilangan kereta di Stasiun Kebayoran. Tapi, terjadi pergantian petugas PPKA di Stasiun Kebayoran yang tidak mengetahui rencana tersebut. 

Setelah terlambat mengetahui rencana persilangan kereta tersebut, petugas lantas berusaha mengosongkan salah satu kereta di Sudimara untuk KA 220 dengan melakukan langkah darurat, yakni memindahkan rangkaian KA 225 dari kereta 3 ke kereta 1. 

Sayangnya, upaya ini tidak berhasil sampai ke telinga masinis KA 225 Slamet Suradyo. Petugas pun memberikan sinyal terompet dan menggerakan kedua tangan sebagai tanda agar kereta berhenti. Tapi, Slamet tidak melihat sinyal tersebut dan terus melaju hingga akhirnya KA 225 yang dikendarai Slamet bertabrakan dengan KA 220 dan merenggut ratusan nyawa penumpang kereta. 

Jumlah Korban Jiwa Tragedi Bintaro

Dari tragedi Bintaro tersebut ada 156 orang meninggal dunia dan 300 korban lainnya mengalami luka-luka. Jenazah korban luka ditampung di tujuh rumah sakit terdekat yakni RS Fatmawati, RS Setia Mitra, RS TNI-AL Mintoharjo, RS Pertamina, RS Pondok Indah, RS Jakarta dan RS Cipto Mangunkusumo.

Penyebab Tragedi Bintaro

Kelalaian petugas jadi penyebab terjadinya tragedi Bintaro 19 Oktober 1987. Para petugas yang terdiri dari masinis dan kondektur yang selamat pada peristiwa malang itu mendapatkan sanksi tegas. Bahkan, dalam pemberitaan yang beredar pada 21 Oktober 1987, 15 petugas stasiun Perusahaan Jawatan Kereta Api mendapatkan pemeriksaan intensif. Setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan para petugas mendapatkan sanksi tegas. 

Sementara itu, PPKA Sudimara menjadi tersangka karena memberikan persetujuan persilangan kereta dari Sudimara ke Kebayoran tanpa persetujuan dari PPKA Kebayoran. Namun, PPKA Kebayoran juga tak luput mendapat sanksi karena tak berkoordinasi lebih detail dengan Sudimara. 

Demikian penjelasan lengkap tentang Tragedi Bintaro mulai dari kronologi, jumlah korban hingga penyebabnya.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mbah Slamet, Masinis Tragedi Bintaro yang Kini Jualan Rokok buat Sambung Hidup

Mbah Slamet, Masinis Tragedi Bintaro yang Kini Jualan Rokok buat Sambung Hidup

Riau | Jum'at, 30 Juli 2021 | 10:05 WIB

Kisah Pilu Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1987: Dipecat, Dipenjara, Ditinggal Istri

Kisah Pilu Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro 1987: Dipecat, Dipenjara, Ditinggal Istri

Hits | Kamis, 29 Juli 2021 | 10:52 WIB

Tragedi Bintaro : Masa Kelam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

Tragedi Bintaro : Masa Kelam Sejarah Perkeretaapian di Indonesia

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 14:55 WIB

Terkini

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

×