alexametrics

Mata Uang Turki Melemah Setelah Erdogan Usir 10 Dubes Negara Barat Termasuk AS

Agung Sandy Lesmana
Mata Uang Turki Melemah Setelah Erdogan Usir 10 Dubes Negara Barat Termasuk AS
Mata Uang Turki Melemah Setelah Erdogan Usir 10 Dubes Negara Barat Termasuk AS. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Foto: Erdogan berpidato di depan parlemen Turki pada 30 Juni 2021. [AFP/Adem Altan]

Langkah mengejutkan yang dilakukan oleh Erdogan diejek sebagai langkah sembrono oleh para ekonom dan anggota parlemen oposisi.

Suara.com - Mata Uang Turki Lira melemah 1,6 persen ke rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat di awal perdagangan Asia setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan memerintahkan pengusiran duta besar AS dan sembilan negara Barat lainnya atas desakan pembebasan Osman Kavala.

Reuters melaporkan Lira telah mencapai rekor terendah pekan lalu setelah bank sentral Turki (CBRT) memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 200 basis poin, meskipun inflasi meningkat.

Langkah mengejutkan yang dilakukan oleh Erdogan diejek sebagai langkah sembrono oleh para ekonom dan anggota parlemen oposisi.

Lira mencapai titik terendah sepanjang masa pada Minggu (24/10/2021), lebih lemah daripada penutupan pada Jumat lalu. Dua bankir mengaitkan kelemahan awal dengan komentar Erdogan pada hari Sabtu. Ini telah turun hampir 24% sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Ukiran Kepala Manusia Berusia 11 Ribu Tahun Ditemukan di Turki

"Saya khawatir terhadap pasar keuangan Turki pada hari Senin. Lira pasti akan berada di bawah tekanan jual yang ekstrem," kata pengamat pasar negara berkembang veteran Tim Ash di BlueBay.

"Dan kita semua tahu bahwa (Gubernur Bank Sentral Sahap) Kavcioglu tidak memiliki mandat untuk menaikkan suku bunga, jadi satu-satunya pertahanan adalah membelanjakan cadangan devisa yang tidak dimiliki CBRT."

Erdogan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia telah mengatakan kepada kementerian luar negerinya untuk mengusir utusan karena menuntut pembebasan pengusaha dan filantropis Osman Kavala, yang telah ditahan di penjara selama empat tahun.

Pada Minggu malam (24/10/2021) waktu setempat, belum ada tanda-tanda Kementerian Luar Negeri Turki melaksanakan instruksi presiden yang akan menjadi keretakan hubungan terdalam dengan negara-negara Barat selama 19 tahun Erdogan berkuasa.

Lawan politik Erdogan mengatakan seruannya untuk mengusir para duta besar adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari kesulitan ekonomi Turki, sementara para diplomat berharap pengusiran itu mungkin dapat dihindari. (Jacinta Aura Maharani)

Baca Juga: Turki Akan Usir 10 Dubes Negara Barat Ini, Padahal 7 Diantaranya Sekutu di NATO

Komentar