alexametrics

Hadiri KTT ASEAN, Presiden Joe Biden Turut Kecam Junta Militer Myanmar

Bangun Santoso
Hadiri KTT ASEAN, Presiden Joe Biden Turut Kecam Junta Militer Myanmar
Presiden AS Joe Biden. [Saul Loeb/AFP]

Joe Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang hadir pada pertemuan puncak dengan ASEAN dalam empat tahun terakhir

Suara.com - ASEAN dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sama-sama mengecam Myanmar pada Selasa (26/10/2021), ketika KTT ASEAN dibuka tanpa diikuti Myanmar setelah pemimpin junta negara itu ditolak kehadirannya karena tidak menjalankan rencana perdamaian yang telah disepakati.

"Hari ini, ASEAN tidak mengusir Myanmar dari kerangka ASEAN. Adalah Myanmar yang menyia-nyiakan haknya," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang akan menjadi ketua ASEAN tahun depan.

"Sekarang kita berada dalam situasi ASEAN tanpa satu anggota. Bukan karena ASEAN, tapi karena Myanmar," ujar Hun Sen.

Biden menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang hadir pada pertemuan puncak dengan ASEAN dalam empat tahun terakhir.

Baca Juga: Seberapa Besar Antusiasme Peminat Mobil Listrik di Indonesia Dibandingkan Tetangga ASEAN?

Selama pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut, dia menyatakan "keprihatinan yang sangat mendalam" atas kekerasan yang terjadi di Myanmar.

Biden mendesak militer Myanmar untuk membebaskan orang-orang yang ditahan secara tidak sah, kata Gedung Putih.

ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) sebelumnya mengatakan pihaknya akan menerima kehadiran perwakilan nonpolitik dari Myanmar untuk mengikuti KTT.

Junta menolak persyaratan tersebut dan mengatakan hanya akan mengikuti KTT jika pemimpin junta atau menterinya yang hadir.

Myanmar sendiri mengatakan tidak mengikuti KTT karena ada "penolakan terhadap kehadiran Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan atau perwakilan tingkat Menteri."

Baca Juga: Fokus Hubungan ASEAN-AS, Ini Tiga Harapan Jokowi

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kementerian luar negerinya, Myanmar mengatakan pihaknya "tidak berniat untuk memperlihatkan protes terhadap ASEAN ataupun memboikot ASEAN."

Komentar