Respon Menohok Demokrat Usai Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY Di Pemilu 2009

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 November 2021 | 08:56 WIB
Respon Menohok Demokrat Usai Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY Di Pemilu 2009
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat menggelar konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra merespons pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menyinggung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan politik bansos pada Pemilu 2009.

Hasto menyoroti penggunaan dana besar lewat APBN untuk menggelontorkan bansos tersebut. Menanggapi itu Herzaky membandingkan era Presiden Jokowi yang menggunakan dana triliuan rupiah untuk proyek kereta cepat.

Menanggapi itu, Herzaky mengatakan, bahwa lebih baik menggelontorkan bansos sebesar Rp 22 triliun untuk membantu rakyat kecil, daripada menggelontorkan Rp 27 triliun untuk kereta cepat yang hanya akan dipakai segelintir elite.

"Kalau Hasto tidak setuju dengan bansos digelontorkan di era Bapak SBY, berarti Hasto anti membantu rakyat miskin. Apa Hasto setujunya maling bansos seperti teman satu partainya, Juliari Batubara? Jadi Mensos malah garong bansos untuk rakyat kecil di tengah pandemi," kata Herzaky kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

Menurut Herzaky, bahwa pernyataan Hasto merupakan tudahan kepada SBY. Ia berujar tuduhan itu harus dipertanggungjawabkan oleh Hasto lantaran sudah menjadi fitnah. Ia lantas menyinggung kasus Harun Masiku.

"Sudah terang-benderang kadernya Hasto yang curang dan berupaya memanipulasi di Pemilu 2019 dengan menyogok komisioner KPU, malah menuduh Demokrat dan Bapak SBY terus. Jadi, jangan mengalihkan perhatian," ujar Herzaky.

Apa Yang Dikatakan Hasto?

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menyinggung ihwal Susilo Bambang Yudhoyono. Kali ini Hasto menyinggung terkait penggunaan politik bantuan sosial atau bansos pada Pemilu 2009.

Hasto mengatakan bahwa politik bansos menjadi model setelah diterapkan pada Pemilu 2009.

baca juga

"Coba CSIS hitung berapa biaya Pemilu kita dari pusat hingga ke daerah dan itu adalah beban bagi APBN, beban bagi keuangan negara. Belum dampak dari politic populism, akibat bansos yang kemudian menjadi model setelah itu diterapkan pada tahun 2009 dalam politik bansos," kata Hasto dalam diskusi CSIS Indonesia bertajuk Menimbang Sistem Pemilu 2024 secara daring, Senin (1/11/2021).

Ia menyoroti dampak dari penggunaan politik bansos yang dilakukan SBY lantaran dianggap membebani APBN akibat pembelanjaan bansos.

"Menurut Marcus Mietzner dari bulan Juni 2008 sampai Februari 2009, Pak SBY itu membelanjakan 2 miliar US dollar untuk politic populism. Ini kan beban bagi APBN ke depan akibat konsekuensi dari politik yang sangat liberal, yang di Amerika serikat sekarang mengalami krisis, di Eropa juga mengalami krisis," ujar Hasto.

Menurut Hasto, apa yang ia sampaikan terkait politik bansos SBY di 2009 merupakan fakta terkait Pemilu.

"Jadi tema dari CSIS sangat menarik sekali, karena dilakukan lembaga penelitian sekaliber CSIS. Sehingga nanti tidak dikatakan lagi politisasi ketika saya mengungkapkan fakta-fakta terkait Pemilu yang lalu," kata Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Sesumbar Punya Golden Tiket Usung Capres: Koalisi atau Tidak Tergantung Megawati

PDIP Sesumbar Punya Golden Tiket Usung Capres: Koalisi atau Tidak Tergantung Megawati

News | Senin, 01 November 2021 | 14:53 WIB

Suara Dukungan Capres-Cawapres di Daerah Tak Disampaikan Terbuka, PDIP: Pelan-pelan Lah

Suara Dukungan Capres-Cawapres di Daerah Tak Disampaikan Terbuka, PDIP: Pelan-pelan Lah

News | Senin, 01 November 2021 | 14:32 WIB

Alasan PDIP Dukung Ambang Batas Parliamentary Threshold Dinaikkan

Alasan PDIP Dukung Ambang Batas Parliamentary Threshold Dinaikkan

News | Senin, 01 November 2021 | 14:05 WIB

Bebankan APBN, Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY pada Politik 2009

Bebankan APBN, Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY pada Politik 2009

News | Senin, 01 November 2021 | 13:32 WIB

Sekjen PDIP: Sistem Pemilihan One Man One Vote Timbulkan Money Politik

Sekjen PDIP: Sistem Pemilihan One Man One Vote Timbulkan Money Politik

News | Senin, 01 November 2021 | 12:25 WIB

Desak Anies Bayar Ganti Rugi Warga Rusun Petamburan, Kenneth PDIP: Jangan Hanya Janji

Desak Anies Bayar Ganti Rugi Warga Rusun Petamburan, Kenneth PDIP: Jangan Hanya Janji

News | Senin, 01 November 2021 | 12:01 WIB

Soal Calon di Pilpres 2024, Ketua DPD PDIP Manut Megawati

Soal Calon di Pilpres 2024, Ketua DPD PDIP Manut Megawati

Jabar | Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:18 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×