KTT COP26, 100 Pemimpin Dunia Sepakat Kembalikan Hutan yang Hilang Pada 2030

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 02 November 2021 | 21:46 WIB
KTT COP26, 100 Pemimpin Dunia Sepakat Kembalikan Hutan yang Hilang Pada 2030
Ilustrasi Hutan. (pixabay.com)

Suara.com - Lebih dari 100 pemimpin dunia di KTT COP26 menandatangani deklarasi untuk menghentikan dan mengembalikan hutan yang hilang pada tahun 2030.

Menyadur Anadolu Agency Selasa (2/11/2021), 12 negara juga berjanji untuk membelanjakan 12 miliar dolar dana publiknya, antara tahun 2021 dan 2025 untuk melindungi dan memulihkan hutan, dan tambahan 7,2 miliar dolar akan disediakan oleh investor swasta.

Leader's Declaration on Forests and Land Use itu lahir di hari pertama KTT COP26, Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim yang akan berjalan sampai 12 November.

Dalam KTT COP26 tersebut hadir sekitar 120 pemimpin negara dan akan bernegosiasi selama dua minggu untuk membantu menentukan, apakah umat manusia dapat mendorong tindakan mendesak guna menghindari bencana perubahan iklim.

Agenda utama KTT COP26 adalah membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius di atas rata-rata pra-industri pada akhir abad ini.

Tindakan untuk mengurangi emisi ini perlu dimulai mulai saat ini untuk dapat memotongnya hingga 50% pada tahun 2030.

Deklarasi para pemimpin mencakup komitmen untuk melestarikan hutan dan ekosistem darat lainnya serta mempercepat pemulihannya.

Deklarasi tersebut juga menegaskan kembali keselarasan aliran keuangan dengan tujuan internasional untuk membalikkan dan degradasi hutan.

Dalam sebuah pernyataan tentang deklarasi tersebut, World Wide Fund for Nature (WWF) menyambut baik komitmen tersebut.

baca juga

WWF mengatakan bahwa deklarasi tersebut selaras dengan janji beberapa pemerintah untuk mengembalikan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030.

"Hutan menyediakan jasa ekosistem yang sangat penting bagi kesejahteraan manusia, ekonomi dan sosial, namun mereka terus menghilang pada tingkat yang mengkhawatirkan. Komitmen oleh lebih dari 100 pemimpin dunia untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi dan degradasi lahan pada tahun 2030 disambut baik karena mengakui nilai penting hutan dan ekosistem alam lainnya," kata Fran Price, Global Forest Practice Lead WWF.

Price mencatat bahwa janji tersebut harus diikuti dengan implementasi komitmen dan kebijakan untuk mengatasi penyebab deforestasi dan degradasi hutan.

"Pemerintah harus meningkatkan upaya untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lahan dengan meningkatkan partisipasi, akuntabilitas dan transparansi serta mengatasi perilaku korupsi," kata Price.

Price juga mengatakan jika WWF mendesak setiap pemerintah untuk melengkapi komitmen penggunaan hutan dan lahan.

Terlepas dari janji tersebut, para aktivis iklim memprotes dan menuntut para pemimpin dunia untuk menghadapi darurat iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden AS Joe Biden Mengantuk Saat Hadiri KTT COP26

Presiden AS Joe Biden Mengantuk Saat Hadiri KTT COP26

Kalbar | Selasa, 02 November 2021 | 20:54 WIB

Usai KTT COP26, Joe Biden Janji Kurangi Emisi Metana di Amerika Serikat

Usai KTT COP26, Joe Biden Janji Kurangi Emisi Metana di Amerika Serikat

News | Selasa, 02 November 2021 | 19:26 WIB

Pidato Presiden Jokowi di KTT COP26 Disoroti Walhi

Pidato Presiden Jokowi di KTT COP26 Disoroti Walhi

Bekaci | Selasa, 02 November 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×