Kesaksian Tahanan di Guantanamo: Saya Diperkosa Staf Medis CIA

Siswanto, BBC

Sabtu, 06 November 2021 | 16:37 WIB
Kesaksian Tahanan di Guantanamo: Saya Diperkosa Staf Medis CIA
BBC

Suara.com - "Saya diperkosa oleh staf medis CIA." Demikian antara lain pernyataan Majid Khan, anggota al Qaeda yang ditahan selama hampir dua dekade di pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba.

Khan, yang lahir di Arab Saudi dan besar di Pakistan itu pada Jumat (29/10) divonis 26 tahun penjara setelah mengaku bersalah telah membantu kelompok Islamis garis keras tersebut merencanakan serangan.

Sebagai bagian dari pengakuan bersalah untuk mendapat keringanan hukuman, Khan diizinkan membacakan pengalamannya saat ditahan oleh aparat keamanan AS.

Inilah untuk pertama kalinya ada kesaksian terbuka soal penyiksaan dan pelecehan yang dialami tawanan yang ditangkap setelah serangan 11 September 2001 di New York dan di Washington.


Peringatan: artikel ini mengandung rincian serangan seksual

Rincian perlakuan buruk, termasuk serangan seksual, ditulis Khan dalam dokumen sepanjang 39 halaman.

"Pada September 2004, di penjara CIA, saya diperkosa oleh staf medis CIA," kata Khan.

Ia menuturkan, dalam keadaan tak berdaya, staf-staf medis CIA memasukkan objek seperti pipa ke anusnya.

Baca juga:

baca juga

Objek yang dipakai CIA ini berbeda dengan yang pernah mereka gunakan.

Serangan seksual ini kadang dilakukan di selnya, kadang dilakukan di ruangan lain.

Dalam kesempatan lain, Khan ditempatkan di atas usungan, dipegangi oleh setidaknya dua penjaga dan kemudian staf medis CIA memasukkan objek ke anusnya.

"Jelas ini bukan prosedur medis ... saya pernah bertanya, mengapa ia melakukan semua ini. Ia menjawab ini karena saya adalah teroris," kata Khan.

Dalam bagian lain kesaksiannya, Khan mengatakan, "Saya tidak tahu kenapa mereka melakukannya dan rasanya sakit luar biasa. Mereka memeriksa badan saya dengan tangan mereka dan mengambil foto saya yang telanjang."

'Sulit diterima secara moral'

Khan bersaksi minggu lalu tentang dugaan pelecehan termasuk pemukulan, penyiraman, dan dirantai dalam keadaan gelap gulita.

Ia mengatakan bahwa "semakin saya bekerja sama, semakin saya disiksa" dalam tahanan CIA.

Ia mengatakan dia terus berbohong untuk menenangkan para petugas interogasi.

Khan dibesarkan di Pakistan dan pindah ke AS pada usia 16 tahun.

Ia menggambarkan dirinya sebagai "anak muda, mudah dipengaruhi, rentan" ketika dia direkrut al Qaeda.

Sekarang pada usia 41 tahun, ia mengatakan dia menolak organisasi itu dan juga menolak terorisme.

Pengacaranya mengatakan kliennya menjadi sasaran "tindakan keji dan sasaran penyiksaan" dalam tahanan meskipun telah bersedia membagikan informasi kepada pejabat intelijen AS sejak awal penahanannya.

Khan membacakan pernyataan setebal 39 halaman ini dalam persidangan yang digelar di pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo pekan lalu.

Kesaksiannya merinci perlakuan memalukan di beberapa lokasi di mana ia ditelanjangi, ditutup kepalanya, dan dipaksa untuk menjalani sejumlah prosedur termasuk pembersihan anus secara paksa.

Panel juri militer sebut penyiksaan itu noda bagi standar moral Amerika

Ia juga menggambarkan dirinya kurang tidur, dipaksa untuk makan, dan digantung dengan rantai oleh para interogator.

Banyak rincian yang sejalan dengan temuan laporan utama evaluasi program interogasi CIA yang dirilis pada tahun 2014 silam.

Dalam surat permintaan grasi -- yang diterbitkan oleh The New York Times -- tujuh dari delapan anggota panel juri militer mengatakan perlakuan terhadap Khan "dari aspek intelijen tidak memiliki nilai praktis atau manfaat nyata lainnya bagi kepentingan AS".

"Sebaliknya, [perlakuan terhadap Khan] itu adalah noda bagi standar moral Amerika; perlakuan terhadap Khan di tangan personel AS harus menjadi sumber rasa malu bagi pemerintah AS," lanjut surat itu.

Laporan-laporan di AS menyebutkan, Khan diberi izin menyampaikan membacakan pembelaan karena ia bersikap kooperatif dengan para pejabat sejak ia mengaku bersalah pada 2012.

Kesepakatan itu juga dapat membawanya bebas paling cepat pada awal Februari 2022, setelah hampir dua dekade menjalani penahanan.

Wartawan BBC di Gedung Putih, Tara McKelvey, mengatakan ada beberapa poin penting dalam surat ini.

Para perwira yang menjadi juri keberatan dengan penggunaan penyiksaan dengan alasan moral.

Itu berarti, meskipun metode penyiksaan kadang mendapatkan pengakuan penting, secara moral penyiksaan sulit diterima.

Muncul harapan, kesediaan membuka kesaksian tawanan ini mendorong para pejabat AS untuk tidak mengulangi kesalahan di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma

Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:40 WIB

Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap

Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:22 WIB

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:14 WIB

Viral Remaja 18 Tahun Diperkosa 2 Polisi di Jambi, Impian Jadi Polwan Pupus

Viral Remaja 18 Tahun Diperkosa 2 Polisi di Jambi, Impian Jadi Polwan Pupus

Entertainment | Senin, 02 Februari 2026 | 16:44 WIB

Kasir Alfamart Diperkosa Atasan hingga Tewas, Liciknya Heryanto Demi Hilangkan Jejak Pembunuhan Dini

Kasir Alfamart Diperkosa Atasan hingga Tewas, Liciknya Heryanto Demi Hilangkan Jejak Pembunuhan Dini

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:25 WIB

Buang Mayat Pegawai Alfamart usai Diperkosa, Dina Oktaviani Dibunuh karena Otak Kotor Atasannya!

Buang Mayat Pegawai Alfamart usai Diperkosa, Dina Oktaviani Dibunuh karena Otak Kotor Atasannya!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:40 WIB

Terkuak Aksi Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD: Korban Tewas usai Dicekik Kabel Charger HP

Terkuak Aksi Keji ABG di Cilincing Pemerkosa Siswi SD: Korban Tewas usai Dicekik Kabel Charger HP

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 16:42 WIB

Biadap! Terungkap Detik-detik Mengerikan Wanita Terborgol Dicekik Lalu Diperkosa Saat Sekarat

Biadap! Terungkap Detik-detik Mengerikan Wanita Terborgol Dicekik Lalu Diperkosa Saat Sekarat

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 13:59 WIB

Tragedi Gadis di Cianjur, Dirudapaksa 12 Orang Selama 4 Hari, Ini Kronologinya

Tragedi Gadis di Cianjur, Dirudapaksa 12 Orang Selama 4 Hari, Ini Kronologinya

News | Minggu, 13 Juli 2025 | 07:10 WIB

Bejat! 12 Pemuda di Cianjur Perkosa Anak di Bawah Umur Selama 4 Hari, 2 Buron!

Bejat! 12 Pemuda di Cianjur Perkosa Anak di Bawah Umur Selama 4 Hari, 2 Buron!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 21:48 WIB

Terkini

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×