Suara.com - Pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Namun, masih banyak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan yang layak dan bebas dari ancaman. Inilah yang dirasakan oleh para pelajar di Palestina. Konflik berkepanjangan yang terjadi di Palestina, menjadi salah satu penyebab mereka tidak dapat mengecap pendidikan yang semestinya.
Berangkat dari hal ini, Baznas bersama dengan Lazismu dan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, melalui donasi Yayasan Mahad Islam Rafiah Akhyar meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan bagi Pelajar Palestina.
Peluncuran program beasiswa tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas RI, Noor Achmad; Duta Besar Indonesia untuk Palestina, Zuhair Al-Shun; Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Muhammadiyah, Chairil Anwar; Direktur Utama Lazismu, Muhammad Sabeth Abilawa.
Turut hadir dan menyaksikan Pimpinan Baznas RI, Zainulbahar Noor, Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Dirut Bazna, M Arifin Purwakananta; Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Dirjen PHU) Kemenag, Hilman Latief dan Kadiv Pendistribusian Baznas RI, Ahmad Fikri.
"Mari kita bersama-sama mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan bagi Pelajar Pelestina,” ujar Noor Achmad.
Noor Achmad mengatakan, Baznas terus mencoba melakukan upaya sekuat tenaga membantu Palestina, terutama bagi warga Palestina dalam rangka mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustad Adi Hidayat, Yayasan Mahad Islam Rafiah Akhyar yang telah mempercayakan dana zakat sebesar Rp 6,3 M kepada BAZNAS khusus untuk beasiswa di Universitas Muhammadiyah. Dana ini 100% kami serahkan kepada Lazismu dan Muhammadiyah untuk digunakan dalam program beasiswa ini,” jelasnya.
Noor Achmad juga mengucapkan terima kasih kepada kepada Lazismu dan Muhammadiyah atas program kerjasama ini.
“InsyaAllah kita dapat bersama-sama membantu untuk pengembangan umat ke depan agar semakin kuat. Semoga kerjasama dapat terus berkembang," harapnya.
Program Beasiswa Pendidikan bagi Pelajar Pelestina ini disambut baik oleh Duta Besar Palestina, Zuhair Al Shun. Dia menyampaikan terima kasih kepada Baznas, Lazismu dan seluruh pihak yang telah membantu berjalannya program ini.
“Melalui program ini tentunya hubungan Palestina dan Indonesia akan semakin kuat. Program ini juga akan sangat bermanfaat bagi para pelajar Palestina. Kami berharap ke depan kita juga dapat memperluas kerjasama di berbagai bidang lainnya,” kata Zuhair Al Shun.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Lazismu, Muhammad Sabeth Abilawa menyampaikan, program ini merupakan salah satu terobosan baru dalam membantu warga Palestina dalam bidang pendidikan.
"Program beasiswa ini akan tentu akan menguatkan dakwah gerakan zakat di Palestina, membangun Ngo dan sebagainya. Bantuan Pendidikan kepada Pelajar Palestina ini berupa Kuliah orientasi bahasa, budaya dan pendidikan Indonesia selama 6 bulan, Program Beasiswa Strata 2 selama dua tahun. Adapun Pemberian bantuan kepada kalangan umum melalui berupa Course Program selama satu bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Chairil Anwar mengaku sangat bahagia karena telah diberikan kepercayaan oleh Baznas dan Lazismu.
"Kami sangat berbahagia telah diberikan kepercayaan oleh Baznas, dan Lazismu untuk berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina. Jadi kita tahu saudara-saudara di Palestina sangat butuh bantuan pendidikan ini," tutur Chairil Anwar.
Kata Chairil Anwar, Perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam memberikan beasiswa untuk perguruan tinggi di Indonesia juga telah mendistribusikan dana beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa dari Thalilad Selatan yang rata-rata kuliah S1 di Indonesia.
Selain itu Majelis Diktilitbang juga memberikan beasiswa melalui pendidikan Muhammadiyah yang berada di Filipina
“Dengan memberikan beasiswa untuk mahasiswa Filipina Selatan terutama untuk program jenjang S2 dan S3,’’ jelasnya.
Terkait beasiswa untuk pelajar Palestina, Chairil menjelaskan, melalui hasil kerja sama antara Baznas, Lazismu, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Quantum Akhyar Institute yang di pimpin oleh ust. Adi Hidayat akan mendistribusikan beasiswa ke perguruan tinggi dalam hal ini melibatkan tujuh PTMA dengan total 22 Program Studi (Prodi) untuk jenjang pendidikan S2 yang akan ditawarkan yaitu;
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tujuh program studi
- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tiga program studi
- Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) satu program studi
- Universitas Muhammadiyah (UMS) empat prodi
- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiga prodi
- Univeritas Muhammadiyah Makasar (Unismuh Makasar) tiga prodi
- Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (UHAMKA) satu prodi
Pendaftaran dimulai dari November- Desember yang selanjutnya akan dilakukan tahap seleksi dan wawancara. Seluruh Proses pendaftaran dilakukan melalui website scholarship.diktilitbangmuhammadiyah.org.