Jokowi Mau Hilangkan Mental Inlander, Willy Nasdem: Revolusi Mental Jangan Sekadar Seminar

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Minggu, 14 November 2021 | 14:09 WIB
Jokowi Mau Hilangkan Mental Inlander, Willy Nasdem: Revolusi Mental Jangan Sekadar Seminar
Anggota DPR RI Fraksi NasDem Willy Aditya. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Anggota DPR Fraksi Nasdem Willy Aditya menilai revolusi mental yang menjadi program Presiden Jokowi hari ini masih minim. Kata dia, program tersebut tidak bisa dijalankan sebatas seminar.

Hal itu disampaikan Willy menanggapi pernyataan Jokowi yang tidak ingin bangsa Indonesia memiliki mental inferior, mental inlander dan mental terjajah.

"Kalau saya melihat minimalis sekali masih seminar-seminar gak bisa, harus melalui movement," kata Willy dalam diskusi daring bertajuk Hapus Mental Inlader, Kita Bangsa Pemimpin, Minggu (14/11/2021).

Willy kemudian mencontohkan apa yang pernah dilakukan Presiden pertama RI Soekarno. Ia mengatakan bahwa Soekarno melakukan pergerakan revolusi jilid dua, yakni nation and character building.

"Dia kasih nama revolusi mental itu kan istilah Bung Karno national democratic revolution itu kata Bung Karno," ujar Willy.

Karena itu Willy mengatakan bahwa program revolusi mental harus dijalankan secara masif dan massal.

"Apa yang dilakukan presiden dengan kesederhanaan dan tidak birokratisme harus menjadi kesadaran terinternalisir. Presidennya aja gak feodal masa pembantunya feodal, itu contoh paling sederhana," kata Willy.

Mental Inlander

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia adalah negara yang besar dengan sejarah besarnya. Karena itu kata Jokowi hal tersebut harus dimanfaatkan untuk mempengaruhi kebijakandunia.

"Indonesia adalah negara besar dengan sejarah besarnya dan kita (Bangsa Indonesia) ingin betul-betul dimanfaatkan ini untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan dunia dalam rangka apapun," ujar Jokowi saat menghadiri HUT ke 10 Partai Nasdem Satu

Dekade Di Jalan Restorasi, Kamis (11/11/2021).

Namun, Jokowi mengaku sedih bahwa posisi Indonesia yang semakin dihargai dan dihormati serta semakin dipandang oleh negara lain, justru sering dikerdilkan di negara sendiri. Terlebih posisi Indonesia yang akan menjadi Presidensi G20 dan Ketua ASEAN harusnya dihormati.


"Di negara sendiri sering dikerdilkan. Yang sering membuat saya sedih. Padahal pada posisi itu sebetulnya baik Keketuaan presidensi G20 ataupun nantinya setelah ini, jadi Ketua ASEAN, mestinya Indonesia sebagai bangsa yang dihormati dan juga warga negara Indonesia ini juga akan merasakan semuanya warga kita (masyarakat Indonesia) kehormatan itu, merasakan akan kehormatan itu," ucap dia.

Karena itu mantan Gubernur DKI Jakarta menginginkan warga negara Indonesia dimanapun berada dihormati dan dihargai oleh warga negara lain

"Saya juga ingin kita (Bangsa Indonesia) semuanya juga ingin warga negara kita ini juga dihormati dihargai oleh warga negara lain di manapun WNI berada," tutur dia.

Selain itu, Jokowi tak ingin bangsa Indonesia memiliki mental inferior, mental inlander dan mental terjajah. Ia menyebut ada yang masih memadang bangsa asing lebih tinggi dari bangsa sendiri.

"Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander mental terjajah di masih ada yang masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu, sedih saya. Saya kadang terlalu mendongak kayak gini, wong sama-sama makan nasi juga," tutur dia.

Kendati demikian ia menyadari bangsa Indonesia telah dijajah bangsa lain selama 30 tahun. Ia pun terkadang berpikir bahwa dampak bangsa Indonesia dijajah terlalu lama mungkin memunculkan mental inferior dan inlander.

"Jangan jangan seperti itu. Meskipun kita sudah 76 tahun merdeka dan merdekanya pun lewat sebuah perjuangan yang panjang bukan diberi, tapi DNA itu yang masih terus menjadi kepikiran saya. Jangan-jangan kita memiliki tadi apa mental inlander minta terjajah, minta inferior gara-gara DNA yang diturunkan Karena 350 tahun kita terjajah," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan.

Namun Jokowi meminta para kader Nasdem untuk tidak bertepuk tangan dengan pernyataanya itu.

"Jangan ditepukin dong," pinta Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi menekankan perlunya mulai membangun rasa percaya diri rasa optimisme sebagai bangsa pemimpin.

Jokowi meminta kader Nasdem membuang memiliki mental inferior, inlander dan mental terjajah.

"Jangan sampai kita kehilangan orientasi itu dan itulah yang dinamakan gerakan perubahan gerakan restorasi dia distu dan mental inlander itu, mental terjajah itu mental inferior itu, jangan sampai nggak hilang-hilang, jangan juga ada yang memelihara itu mental seperti itu jangan dipelihara," ucap Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Presiden Jokowi Terlalu Perhatian Dengan Papua? Dijawab Staf Khusus Asal Papua

Mengapa Presiden Jokowi Terlalu Perhatian Dengan Papua? Dijawab Staf Khusus Asal Papua

Sulsel | Minggu, 14 November 2021 | 14:02 WIB

Jabatan Wakil Panglima TNI Tak Mendesak, Pengamat: Promosi bagi Jenderal Bintang Tiga

Jabatan Wakil Panglima TNI Tak Mendesak, Pengamat: Promosi bagi Jenderal Bintang Tiga

Lampung | Minggu, 14 November 2021 | 13:18 WIB

Buntut Sindir Jokowi Di Twitter, Fadli Zon Kena Tegur Gerindra

Buntut Sindir Jokowi Di Twitter, Fadli Zon Kena Tegur Gerindra

Banten | Minggu, 14 November 2021 | 12:19 WIB

CEK FAKTA: Beredar Video Anies Baswedan Naik Moge Test Drive Sirkuit, Benarkah?

CEK FAKTA: Beredar Video Anies Baswedan Naik Moge Test Drive Sirkuit, Benarkah?

Hits | Minggu, 14 November 2021 | 11:01 WIB

Peparnas Papua Sukses, Lukas Enembe Berterima Kasih ke Presiden dan Menpora

Peparnas Papua Sukses, Lukas Enembe Berterima Kasih ke Presiden dan Menpora

Sport | Sabtu, 13 November 2021 | 22:59 WIB

Peparnas XVI Sukses, Gubernur Enembe Berterima Kasih ke Presiden Jokowi hingga Menpora

Peparnas XVI Sukses, Gubernur Enembe Berterima Kasih ke Presiden Jokowi hingga Menpora

News | Minggu, 14 November 2021 | 02:30 WIB

Terkini

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:00 WIB

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:58 WIB