Jokowi Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19 Sebelum Kedaluarsa

Chandra Iswinarno | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 15 November 2021 | 16:41 WIB
Jokowi Minta Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19 Sebelum Kedaluarsa
Sebanyak 4 juta dosis Vaksin CoronaVac buatan Sinovac Biotech, China yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (8/11/2021). [Ist]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin segera menghabiskan stok Vaksin Covid-19 yang mendekati masa kedaluarsa.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas sejumlah menteri terkait evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Presiden, Jakarta pada Senin (15/11/2021).

"Pak Presiden meminta tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa. Beberapa provinsi yang laporannya sampai ke beliau, seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta itu perlu diperhatikan agar jangan sampai kedaluarsa," kata Budi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Dia menyebut, jika sudah dekat kedaluarsa tapi kebutuhan vaksinasi di daerah tersebut dirasa cukup, maka lebih baik dialihkan ke daerah lain yang masih membutuhkan dosis vaksin.

"Kita bisa mengalihkan ke provinsi lain yang masih membutuhkan atau alihkan ke TNI-Polri," ucapnya.

Meski begitu, Budi memastikan stok vaksin untuk mengejar target 70 persen warga Indonesia divaksin dosis pertama pada akhir Desember nanti masih aman.

"Stok vaksin kita aman sampai sekarang ada 267 juta dosis sudah didistribusikan ke kabupaten/kota/provinsi, yang sudah dipakai ada 206 juta, jadi masih ada stok sekitar 60 juta di kabupaten/kota/provinsi," ungkap Budi.

Diketahui, pemerintah telah menyuntikan 130,616,514 dosis (62,72 persen) vaksin pertama dan 84,552,446 dosis (40,60 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Ungkap Kasus Covid-19 Naik Lagi Akibat Buka Sekolah dan Takziah

Menkes Budi Ungkap Kasus Covid-19 Naik Lagi Akibat Buka Sekolah dan Takziah

News | Senin, 15 November 2021 | 16:31 WIB

Menkes Budi Gunadi: Varian Delta Covid-19 Sudah Beranak Cucu

Menkes Budi Gunadi: Varian Delta Covid-19 Sudah Beranak Cucu

News | Senin, 15 November 2021 | 16:12 WIB

Perketat Tracing Jadi Kunci Minimalisir Penyebaran Corona Saat Berlibur

Perketat Tracing Jadi Kunci Minimalisir Penyebaran Corona Saat Berlibur

Lifestyle | Senin, 15 November 2021 | 16:05 WIB

Terkini

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:31 WIB

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:11 WIB

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB